Jumat, 11 Januari 2019

HTMS Chakri Naruebet Kapal Induk Terkecil di Dunia

HTMS Chakri Naruebet 
Kapal Induk Terkecil di Dunia



Chakri Naruebet
HTMS Chakri Naruebet  merupakan kapal induk yang dimiliki oleh salah satu negara ASEAN yaitu Thailand. Berbeda dengan kapal induk lainnya, kapal yang dibuat galangan kapal Bazan di Spanyol ini terbilang unik karena memiliki ukuran yang lebih kecil. Chakri Naruebet ternyata hanya bisa menampung maksimal 14 helikopter campuran Sikorsky Sea King, Sikorsky S-76, dan CH-6 Chinook dan hanya dirancang untuk mengoperasikan helikopter dan pesawt jet dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal/landasan pendek (V/STOL) semacam Sea Harrier atau V-22 Osprey. Maklum saja, karena kapal induk ini hanya memiliki flight deck yang berukuran 174,6 x 27,5 meter.  Melihat kemampuannya tersebut,, tidaklah mengherankan apabila HTMS Chakri Naruebet mendapat julukan sebagai kapal induk terkecil di dunia.

Untuk menggerakkan tubuhnya yang mungil, HTMS Chakri Naruebet  menggunakan gabungan sistem mesin diesel dan turbin gas (CODOG), dimana kedua propeler itu terhubung pada mesin diesel Bazan-MTU 16V1163 TB83, yang menghasilkan 5.600 HP (4.200 kW) dan mendukung untuk kecepatan jelajah. Selain itu juga ada turbin gas General Electric LM2500, yang menghasilkan tenaga 22.125 HP (16.499 kW), dan difungsikan untuk mencapai kecepatan maksimal pada periode pendek. Kecepatan maksimum kapal ini adalah 25,5 knot (47,2 km / jam),  dan kecepatan jelajahnya hanya sekitar 17,2 knot (31,9 km / jam) dengan mesin diesel sendiri.  Jarak maksimal yang bisa ditempuh dalam satu kali pelayaran yaitu 10.000 mil laut (19.000 km; 12.000 mil) dengan kecepatan konstan 12 knot (22 km / h; 14 mph), dan 7.150 mil laut (13.240 km; 8230 mil) di 16,5 knot (30,6 km / jam; 19,0 mph)

Kapal induk terkecil di duniaKapal yang dipesan berdasarkan model kapal serupa milik AL Spanyol Principe de Asturias ini dibuat pada tahun 1992  dengan biaya 336 juta dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun dan  mulai diluncurkan pada tahun 1996. Secara  resmi, Pemerintah Thailand baru mengoperasikan kapal induk mini ini pada tahun 1997. Karena keterbatasan anggaran, kapal ini jarang dipergunakan untuk berlayar dan hanyanya digunakan untuk berlatih sekali dalam satu bulan dengan membawa keluarga kerajaan Thailand. 

Berdasarkan spesifikasinya, kapal ini seharusnya dilengkapi dengan  radar penjejak udara Hughes SPS-52C, 2 buah radar navigasi Kelvin-Hughes 1007, radar penjejak permukaan SPS-64 serta sonar dibagian lambung kapal. Akan tetapi hingga tahun 2008 kapal induk ini tak memiliki sensor serta fire control. Pada tahun 2012, pemerintah Thailand baru bisa mendandani  HTMS Chakri Naruebet   dengan  sistem komando serta kontrol 9LV Mk4, radar Sea Giraffe AMB, dan pembaharuan datalinks. Untuk mempertahankan diri dari serangan udara, kapal ini  dilengkapi dengan  rudal SHORAD Mistral yang dipasang pada platform Sadral (6 peluncur).


Meskipun lebih banyak parkirnya, namun kapal yang disimpan di pangkalan AL Sattahip ini telah digunakan untuk melakukan beberapa operasi antara lain operasi penanggulangan bencana pasca-tsunami 2004, serta beberapa peristiwa bencana alam lainnya. 


Spesifikasi HTMS Chakri Naruebet
Jenis                 :   V/STOL carrier
Berat benaman :  11,486 ton
Panjang            :  182,65 m (599,2 kaki), 174,1 m (571 kaki) (flight deck);
                            164,1 meter (538 kaki) between perpendiculars
Lebar                :  22,5 m (74 kaki); 30,5 m (100 kaki) maksimum
Daya muat        :  6,12 m (20,1 kaki)
Pendorong        :    2 x GE LM2500 gas turbines providing 22125 shp (16499 kW)
                              2 x Bazán-MTU 16V1163 TB83 diesel engines providing
                              5600 bhp (4200 kW); 2 x shafts with 5-bladed propellers
Kecepatan        :    25,5 knot (47,2 km/jam; 29,3 mph) (maximum)
                              17,2 knot (31,9 km/jam; 19,8 mph) (cruising)
Jangkauan        :    10000 nautical mile (19000 km; 12000 mi) at 12 knot
                              (22 km/h; 14 mph)
                               7150 nautical mile (13240 km; 8230 mi) 
                               at 16,5 knot (30,6 km/h; 19,0 mph)
Tentara             :    Up to 675
Awak kapal      :    62 officers; 393 sailors; 146 aircrew
Sensor dan
sistem pemroses:    Hughes SPS-52C air search radar, E/F band
                               2 x Kelvin-Hughes 1007 navigational radars
Peralatan perang
elektronik & tipuan:    Decoys: 4 x SRBOC decoy launchers
                                     SLQ-32 towed decoy
Senjata               :    2 x 0.5-inch machine guns; 3 x sextuple Sadral launchers
                                for Mistral surface-to-air missiles
Pesawat yang
diangkut             :    9 AV-8S Matadors (retired 2006)
                                6 Sikorsky SH-60 Seahawk helicopters
                                2(+4) MH-60S Knighthawk
                                Up to 14 additional helicopters when required
Fasilitas 
penerbangan       :  174,6-by-27,5-meter (573 by 90 ft) flight deck 12° ski-jump
                               Hangar space for 10 aircraft

Share:

1 komentar:

Support