Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Rabu, 06 Mei 2026

The Real OG: Belajar Seni "Low Profile" dari Sri Sultan HB IX


Sri Sultan HB IX
Zaman sekarang, kita sering banget terpapar sama budaya flexing. Entah itu pamer mobil mewah, pengawalan ketat, atau sekadar gaya hidup yang seolah-olah berteriak, “Eh, gue orang penting, lho!” Tapi, kalau kita mau flashback sedikit ke sejarah bangsa ini, ada satu sosok yang vibes-nya benar-benar beda. Beliau adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kalau mau dibilang influencer sejati, beliau adalah juaranya, tapi bukan lewat konten medsos, melainkan lewat attitude-nya yang super humble.

Ada satu cerita legendaris yang terjadi sekitar Oktober 1950. Waktu itu, Sri Sultan HB IX bukan cuma seorang Raja Yogyakarta, tapi juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri. Bayangkan, posisinya lagi di puncak banget. Namun, alih-alih minta iring-iringan moge atau pengawalan sirine yang bikin macet jalanan, beliau malah memilih gaya yang sangat lowkey.

Ceritanya, beliau bareng Menteri Pertahanan ad interim, Abdul Halim, mau meninjau renovasi Istana Bogor. Alih-alih pakai sopir pribadi, mereka berdua malah memutuskan buat road trip berdua saja. Mereka gantian nyetir, lho! Pas berangkat, Pak Abdul Halim yang pegang kemudi, sementara Sultan duduk santai di sebelahnya. Benar-benar definisi no-fuss leadership.

Masalah mulai muncul pas mereka sampai di Istana Bogor. Mungkin karena terlalu asyik ngobrol atau memang kelewat santai, mobil yang mereka kendarai langsung saja masuk ke kompleks istana tanpa berhenti dulu di pos penjagaan. Nah, lho! Para penjaga istana yang lagi bertugas langsung auto-panic. Mereka merasa ada penyusup yang "nyelonong" begitu saja.

Nggak pakai lama, pasukan penjaga langsung mengejar dan mencegat mobil itu. Bahkan, suasana sempat tegang karena mereka menodongkan senjata! Komandan Polisi Militer yang bertugas langsung membentak Pak Abdul Halim yang lagi nyetir, “Kenapa masuk saja tanpa berhenti? Apa tidak lihat penjagaan?”

Lucunya, Pak Abdul Halim bukannya gemetar atau ketakutan, beliau malah menjawab dengan nada bercanda yang sangat chill. “Saya hanya sopir, dan karena tidak ada orang yang menyuruh berhenti, saya terus saja. Lagipula Tuan yang di sebelah saya ini tidak menyuruh saya berhenti,” katanya sambil melirik Sultan. Sementara itu, Sri Sultan cuma duduk diam membatu, mungkin dalam hati lagi menahan tawa melihat situasi absurd itu.

Baru deh, pas para prajurit mendekat dan mengintip siapa sebenarnya orang di dalam mobil itu, mereka langsung speechless. Pemimpin prajuritnya menyadari wajah yang sangat familier itu dan bertanya dengan nada gemetar, “Apakah Bapak Paduka Sri Sultan?”

Sultan cuma mengangguk pelan sambil tersenyum manis. Begitu sadar kalau mereka baru saja menodongkan senjata ke Wakil Perdana Menteri sekaligus Raja, para prajurit langsung auto-standby dan memberi hormat seformal mungkin. Bayangkan gimana rasanya, jantung mereka pasti mau copot karena takut bakal dihukum berat.

Tapi, di sinilah letak kerennya Sri Sultan. Alih-alih marah atau pakai kartu “Lo nggak tahu gue siapa?”, beliau malah turun dari mobil seolah nggak ada kejadian apa-apa. Beliau dan Pak Abdul Halim justru menyapa para penjaga dengan sangat ramah dan murah senyum. Nggak ada dendam, nggak ada laporan ke atasan, apalagi mutasi jabatan buat si penjaga. Beliau paham kalau mereka cuma menjalankan tugas.

Dari kisah ini, kita sebagai anak muda bisa belajar banyak hal tentang yang namanya power. Ternyata, pemimpin yang benar-benar kuat itu nggak perlu divalidasi lewat pengawalan super ketat atau kemarahan yang meluap-luap. True authority is silent. Sri Sultan HB IX membuktikan bahwa kita bisa tetap berwibawa meskipun tanpa atribut kemewahan.

Gaya "merakyat" beliau ini adalah sebuah reminder keras buat kita semua. Di tengah dunia yang menuntut kita untuk selalu tampil "lebih" dari orang lain, kadang yang paling berkesan justru adalah kesederhanaan dan kemanusiaan kita. Beliau mengajarkan kalau jabatan itu cuma titipan, tapi rasa hormat itu didapatkan lewat cara kita memperlakukan orang lain, bahkan ke mereka yang pangkatnya jauh di bawah kita.

Jadi, kalau nanti kamu merasa sudah "jadi orang" atau sukses di karier, ingat-ingat lagi cerita ini. Jangan sampai ego kita lebih besar daripada kontribusi kita. Jadilah seperti Sri Sultan HB IX: tetap cool, tetap humble, dan yang paling penting, jangan baperan kalau ada yang nggak mengenali siapa kamu. Karena pada akhirnya, kualitas diri seseorang nggak ditentukan dari seberapa banyak orang yang takut sama dia, tapi seberapa banyak orang yang merasa nyaman berada di dekatnya. Stay humble, stay real.

Share:

Rabu, 23 Juli 2025

Jenderal Gatot Soebroto

 


Namanya: Gatot Subroto.

Seorang jenderal yang lahir di Banyumas tahun 1907.

Sejak muda, dia bergabung dengan KNIL, lalu aktif di PETA saat Jepang datang.
Tapi semangat kemerdekaannya nggak pernah padam!

Setelah Indonesia merdeka, Gatot Subroto ikut menumpas pemberontakan, termasuk PRRI dan DI/TII.

Bukan cuma jago perang, dia juga punya visi.
Bersama Jenderal Nasution, dia mendorong lahirnya pendidikan militer Indonesia: SESKOAD!

“Tentara harus dekat dengan rakyat,” itu prinsipnya.

Wafat tahun 1962, tapi jasanya tetap hidup.

Share:

Selasa, 24 Januari 2023

POLIKARPOV PO-2

Polikarpov Po-2

Polikarpov Po-2 merupakan generasi pesawat terbang yang dibuat saat jaman Perang dunia I oleh Perancang pesawat Rusia, Nikolai Polikarpov. Dan berhasil berhasil melakukan first flight pada tanggal 24 Juni 1927. Beberapa bagian dari badan pesawat terbuat dari kayu dan kain sehingga masih sangat sederhana. Dan justru membuat pesawat ini sulit dideteksi oleh radar. Pada awalnya, Po-2 direncanakan menjadi pesawat penyemprot tanaman yang selanjutnya digunakan sebagai pesawat latih. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dimanfaatkan juga sebagai pesawat pengebom ringan. Khususnya ketika terjadi Perang Dunia II. 

Salah satu kelemahan dan akhirnya menjadi keunggulan dari pesawat ini adalah kecepatannya yang relatif rendah. Lambatnya PO-2 justru membuat pesawat-pesawat lain mengalami kesulitan untuk melawannya. Hal itu terjadi karena pesawat ini memiliki kecepatan maksimum yang justru menyamai kecepatan minimum pesawat-pesawat lainnya seperti Me-109 dan FW- 109. Pesawat ini juga memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga bisa lepas landas dan mendarat di mana saja termasuk di tengah-tengah medan pertempuran.

Di awal-awal Perang Dunia Kedua, sebenarnya pesawat ini sudah dianggap ketinggalan zaman, karena hampir tidak menyediakan perlindungan yang cukup bagi penumpangnya. Ketika digunakan di musim dingin, pilot sering menderita radang dingin, sementara pesawat itu sendiri menjadi sangat dingin sehingga menyentuhnya saja bisa merobek kulit telanjang. Selain itu, pesawat yang terbuat dari kayu ini sangat mudah terbakar, sehingga ketika terkena tembakan biasanya seluruh pesawat akan terbakar dan habis di udara sebelum mencapai tanah. 

Berbagai operasi heroic pernah dilakukan oleh penerbang-penerbang dengan menggunakan pesawat biplane ini. Pasukan Uni Soviet yang tergabung dalam 588th Night Bomber Regiment “Night Withces”, dimana seluruh personelnya adalah wanita sering memanfaatkan Polikarpov Po-2 untuk melakjkan misi-misi serangan pada malam hari. Pesawat ini juga digunakan dalam misi-misi pemboman di malam hari oleh Korea Utara dalam Perang Korea. Ketika Perang Dunia II, PO-2 yang dimiliki oleh AU Jerman sering merepotkan pasukan Sekutu pimpinan AS.

Selama kurun waktu 1929 sampai dengan tahun 1953, Polikarpov PO-2 telah diproduksi sebanyak 40.000 unit. Negara-negara yang saat itu menggunakan pesawat ini antara lain Uni Soviet, Korea Utara, Albania, Bulgaria, RRC, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Mongolia, Polandia, Rumania, dan Yugoslavia. Po-2 mulai dipensiunkan pada akhir tahun 1950-an dan pengguna terakhir pesawat ini adalah Albania yang baru mempensiunkan Po-2 pada tahun 1964.


Spesifikasi Polikarpov PO-2

Crew                                   : 2

Length                                : 8.17 m

Wingspan                            : 11.40 m

Height                                 : 3.10 m

Empty weight                     : 770 kg

Maximum take-off weight  : 1,350 kg

Powerplant                          : 1 x 125 hp Shvetsov M-11D 5-cylinder radial engine

Maximum speed                  : 152 km/h

Range                                   : 630 km

Ceiling                                  : 3,000 m

Armament                             : 1 x 7.62mm machine gun and 6 x 50 kg bombs


Share:

Rabu, 05 Agustus 2020

SS2-V5 A1, Senapan Modern untuk Pertempuran Kota

SS2-V5 A1
Senapan Modern untuk Pertempuran Kota



SS2-V5 A1 Pindad
Sebagaimana diketahui, senapan varian SS2-V5 A1 sebenarnya adalah bagian dari senapan SS2 produksi Pindad yang digunakan oleh Tentara Nasional Republik Indonesia selama bertahun-tahun. Senapan ini menjadi salah satu sejarah perjuangan patriot Indonesia dalam menyelesaikan berbagai tugasnya sebagai bagian dari pengamanan NKRI. Senapan SS2-V5 A1 berbeda dengan varian SS2 lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai fitur yang disematkan pada senapan tersebut. 

Salah satu contoh perbedaanya yaitu SS2-V5 A1 memiliki laras yang lebih pendek dibandingkan varian lainnya. Pemangkasan panjang laras ini dilakukan sebagai penyempurnaan agar efektifitas balistik pada jarak yang lebih pendek seperti dalam pertempuran kota lebih bisa diandalkan. Selain itu, pemangkasan panjang laras senapan ini memungkinkan mobilitas yang lebih mudah dalam mengoperasikan senjata ini, yang membuat kemudahan dalam bergerak di dalam ruang yang sempit seperti dalam ruangan atau pun di dalam kendaraan.

Selain perbedaan yang terdapat pada panjang laras, menjadikan SS2-V5 A1 memiliki keunggulan pada kelengkapan yang lain  seperti picatiny rail pada 4 sisi senjata yang dapat digunakan sebagai adaptor untuk memasang berbagai aksesoris senjata seperti teleskop, laser, senter, front grip, dan lain sebagainya. Selain itu, SS2-V5 A1 dilengkapi dengan furnitur berbahan polymer sebagaimana terdapat pada senjata jenis pistol grip serta popor, yang dapat memangkas bobot total senjata. Furnitur polymer ini juga didesain untuk dapat meningkatkan aspek ergonomi bagi penggunanya.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh SS2-V5 A1 yaitu pada keunggulan material, presisi dan akurasinya. Aluminium yang menjadi bahan dasar body SS2 menjadikan senjata ini lebih resistan terhadap karat dibandingkan dengan senjata-senjata lainnya yang berbahan besi baja. Dengan kelebihan tersebut, SS2 dapat digunakan untuk operasi yang dilakukan di darat, di laut, dan di udara. Selain itu, komponen-komponen pada senjata SS2 dibuat dengan presisi tinggi karena pembuatannya menggunakan mesin-mesin termoderen dan diawasi secara ketat oleh para ahli sehingga mekanisme kerja lebih sempurna dan dapat  menghasilkan akurasi tembak yang lebih mumpuni.

Spesifikasi SS2-V5 A1
Kaliber                           : 5,56 x 45 mm
Berat  
        Magasen Kosong   :  3,35 kg
        Magasen Penuh     :  3,71
Kapasitas Magasen        : 30 butir
Panjang 
       Popor terlentang     : 745-810 / 540 mm
       Popor terlipat          :  540 mm
Laras 
      Panjang                    : 255 mm
      Rifling                      : 6 grooves, RH 177,8 (7”) twist
Alat Bidik                      : Flip Up mechanical sight
                                         Optical Sight
Kecepatan Tembakan 
        Cylic                                     : 720-760 butir/menit
        Efektif Tembakan otomatis  : 120-200 rpm
        Efektif Tembakan satuan      : 60 rpm
Jarak Tembak efektif                     : 200 m 

Share:

Selasa, 28 Juli 2020

Rusia akan Lengkapi Kapal Perangnya dengan Senjata Nuklir Hipersonik & Drone Bawah Air

Rusia akan Lengkapi Kapal Perangnya dengan Senjata Nuklir Hipersonik & Drone Bawah Air


Kapal Perang Rusia
Kapal Perang Rusia [©2020 REUTERS]
Peningkatan kemampuan persenjataan suatu negara menjadi hal yang wajib dilakukan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara tersebut.  Baik itu negara kecil, berkembang maupun negara maju, semua pasti melakukan upaya tersebut. Tentu saja disesuaikan dengan doktrin pertahanan keamanan serta ketersediaan pendanaan yang dimilikinya. 

Sebagai salah satu negara besar, Rusia memiliki anggaran yang cukup fantastis dalam upaya memenuhi kebutuhan persenjataannya. Untuk beberapa waktu mendatang, pemerintah Rusia sedang berupaya untuk   meningkatkan kemampuan pertahanan mereka di bidang kelautan.  Ketika menghadiri parade AL yang menandai peringatan Hari AL di Rusia pada Minggu di St Petersburg, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan peningkatan persenjataan militer negaranya

Dalam waktu dekat ini,  Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) akan diperkuat dengan senjata penyerang nuklir supersonik, drone nuklir bawah laut Poseidon, termasuk 40 unit kapal baru.

"Penyebarluasan teknologi digital canggih yang tidak ada bandingannya di dunia, termasuk sistem serangan hipersonik dan drone bawah air, akan memberi armada keunggulan khusus dan peningkatan kemampuan tempur," jelasnya, dikutip dari Press TV, Senin (27/7).

Drone Nuklir Bawah Laut Poseidon
Drone nuklir bawah laut Poseidon merupakan alutsista modern generasi baru dari senjata nuklir Rusia yang diklaim memiliki daya jelajah yang tidak terbatas.D rone yang memiliki bentuk seperti torpedo raksasa  ini membawa hulu ledak nuklir seberat hingga dua megaton.  Dilengkapi dengan  reaktor nuklir kecil, Poseidon memiliki jangkauan 10.000 kilometer untuk bergerak tanpa berhenti mengisi bahan bakar. 

Rudal Jelajah Hipersonik Tsirkon (Zircon)
Rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zircon), merupakan senjata mematikan yang bisa melaju dengan kecepatan hipersonik, 6.000 mil perjam atau sekitar 9.656 kilometer perjam. Pada awalnya, rudal ini dirancang untuk menggempur kapal perang, akan tetapi dalam pengembangannya juga memiliki kemampuan menyerang target di darat. Rudal yang menjadi ancaman berat bagi Amerika Serikat ini  merupakan pengembangan lebih lanjut dari HELA (Hypersonic Experimental Flying Vehicle) yang dikembangkan oleh NPO Mashinostroyeniya. Saat inim Zircon dapat digunakan untuk melengkapi kapal-kapal permukaan

Sementara itu, di dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pemerintah Rusia saat ini sedang melakukan pengujian terhadap Kapal Selam Belgorod. Kapal selam pertama yang nantinya ditugaskan untuk membawa drone Poseidon sedang diuji coba secara intensif dan sudah memasuki tahap akhir pengujian. Diprediksikan akhir tahun 2020 kapal ini sudah dapat melenggang dengan bebas di lautan lepas untuk menjaga kedaulatan Rusia. 




Share:

Rabu, 17 Juni 2020

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang



Senjata bentrok India VS China
Senjata yang diduga digunakan dalam bentrokan India-China
Kembali dunia militer dihebohkan dengan adanya peristiwa bentrokan berdarah antara tentara India dan China di perbatasan kedua negara yang berada di Pegunungan Himalaya. Peristiwa yang terjadi pada Senin (15/06), ini melibatkan pasukan perbatasan dari kedua negara yang memang sudah bersitegang dalam waktu yang lama. Lokasi kejadian tersebut berada di perbatasan de facto kedua negara—yang dinamakan Garis Kendali Aktual atau LAC—di Lembah Galwan di Ladakh yang juga masuk dalam  wilayah sengketa Kashmir

Peristiwa berdarah yang memakan korban jiwa dari kedua negara ini adalah yang pertama selama lebih dari 40 tahun perseteruan kedua raksasa Asia tersebut. Sebenarnya gesekan kedua kekuatan negara tersebut bukan hanya berlangsung spontan. Sejak April, kedua negara dilaporkan sudah memobilisasi kekuatan militer berupa tank, artileri, peluncur roket, dan tentara di sekeliling lembah. Pada awal Mei, ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Tentara China mendirikan tenda, menggali parit perlindungan, dan memindahkan sejumlah peralatan militer besar beberapa kilometer dari teritori yang diklaim India sebagai wilayahnya. Beberapa hari sebelum terjadinya bentrokan berdarah, tentara China terlihat membawa serangkaian alat-alat, membuat jalan setapak ke lereng gunung Himalaya, dan mungkin termasuk membendung sungai. Hal inilah yang diduga menjadi sumber terjadinya pertempuran tersebut. 

Uniknya, peperangan yang memakan korban jiwa 20 tentara dari pihak India dan 43 tentara dari pihak China ini tidak menggunakan senjata api. Kedua belah pihak saling menyerang dengan batangan besi yang dipenuhi denngan paku tajam, batu, katu dan benda-benda lain yang berada disekitar tempat tersebut.  perwira komandan mengalami cedera serius dan jatuh, dan ketika terjadi, lebih banyak tentara Sejumlah tentara yang bertarung diduga telah jatuh ke sungai yang mengalir deras di bawahnya

Pasca kejadian tersebut, kedua negara saling menyalahkan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan India telah masuk ke perbatasan China dan memprovokasi dan menyerang tentara China, mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara tentara perbatasan kedua negara. Akan tetapi, pihak India mengatakan tentara China mencoba untuk mendirikan sebuah bangunan di wilayah perbatasan India yang diakui secara de facto oleh Garis Kendali Aktual (LAC)

Share:

Senin, 15 Juni 2020

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, AS kirim 3 Kapal Induknya

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, 
AS kirim 3 Kapal Induknya



Kapal Induk USS Ronald Reagan
Tiga kapal induk angkatan Laut AS bertolak menuju perairan Indo-Pasifik untuk melakukan patroli. USS Theodore Roosevelt, USS Nimitz, dan USS Ronald Reagan berangkat pada hari kamis (11/6) di tengah meningkatnya tensi di lokasi perebutan pengaruh antara tentara AS dan Tiongkok. 

Mobilisasi 3 kapal induk yang membawa ratusan unit jet tempur F-18 tersebut diduga untuk melakukan provokasi terhadap tentara China terkait permasalahan corona, Hongkong dan manuver angkatan perang negara tersebut di Laut China Selatan. Tindakan ini juga dilakukan untuk menegaskan bahwa Tentara AS tidak terpengaruh oleh adanya wabah Corona dan demonstrasi masal yang terjadi di negara Paman Sam tersebut. 

"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan China bahwa Amerika Serikat dihantam keras oleh Covid, sehingga kesiapan militer rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi isyarat kepada Tiongkok agar tidak salah perhitungan," kata Direktur Proyek Tenaga China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Bonnie Glaser sebagaimana dilangsir dari CNN.

Pemerintah Tiongkok sendiri, memberikan tanggapan bahwa upaya yang dilakukan oleh AS tersebut merupakan salah satu bentuk provokasi dan menjadi sumber ketidakstabilan di wilayah tersebut. Dikutip dari Globaltimes, peneliti senior di Lembaga Penelitian Studi Militer Angkatan Laut PLA Zhang Junshe mengatakan beberapa ahli sedang menganalisis alasan di balik pengerahan tiga kapal induk itu. Namun upaya itu dinilai tidak lebih dari latihan AS yang bertujuan untuk menciptakan ketegangan dengan China.

Berbicara kepada The Associated Press, Laksamana Muda Stephen Koehler, direktur operasi di Komando Indo-Pasifik AS  mengatakan bahwa China secara perlahan dan secara metodis telah membangun pos-pos militer di Laut China Selatan sekaligus menempatkan sistem rudal dan peperangan elektronik di sana. Dan meningkatnya aktivitas tentara AS di tempat tersebut juga merupakan bentuk respon dari provokasi-provokasi tentara China beberapa waktu terakhir ini.  

Share:

Support