Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Selasa, 26 Februari 2019

Senapan MP 18 Jerman


 MP 18 Jerman



Pistol MP 18
Maschinen Pistole Modell 1918 atau MP 18 merupakan salah satu senjata yang diciptakan untuk berperang di medan parit yang sempit. Ketika itu banyak tentara yang mengeluh ketika harus berperang secara mobile di parit karena mereka mengalami kesulitan ketika bergerak yangn disebabkan panjangnya laras senapan mereka. Adalah Hugo Schmeisser, seorang insinyur industri manufaktur Theodor Bergmann yang akhirnya mendesain 'pistol otomatis' dengan rate of fire lebih lambat dan dengan desain yang lebih mudah dipegang oleh pasukan saat pertempuran di parit. 

Senapan MP18MP18 merupakan submachine gun pertama yang digunakan oleh pasukan infanteri Jerman. Desain MP18 menjadi desain dasar untuk pengembangan submachine gun Jerman dalam beberapa dekade kedepan. Feeding dari MP 18 terdapat dari sebelah kiri senjata, seperti STEN. Feeding seperti ini dikarenakan agar prajurit dapat menembakdalam kondisi merunduk lebih nyaman. Selain itu sistem ini juga melindungi mekanisme dari lumpur dan debu saat perang dunia 1. Untuk kenyamanan dan kemudahan untuk mengontrol tembakan, MP18 lebih berat dan panjang dibandingkan pistol lainnya. Akan tetapi, panjang MP18 lebih pendek dibandingkan senapan agar lebih mudah untuk bermanuver. Untuk mempermudah pendinginan, terdapat pula 'barrel shroud' pada barrel senjata.

MP18 GermanySalah satu hal yang membuat senjata ini kelihatan unik adalah desain Magasin-nya. Terdapat magasin tipe "keong" seperti varian magasin dalam pistol Luger P08 yang mampu memuat 32 peluru. Sistem penoOperasi senjata ini menggunakan sistem 'blowback' . Sistem blowback ini lebih simple dibandingkan dengan mekanisme pada machine gun dan juga umumnya digunakan dalam pistol semi otomatis. Agar memudahkan pendinginan barrel senjata, MP18 menerapkan sistem open bolt yang membuat chamber terbuka saat dalam kondisi terkokang dan membiarkan udara masuk ke dalam chamber saat proses menembak. Akan tetapi sistem ini membuat senjata MP18 agak mudah menembak secara tidak sengaja. Untuk mengatasi hal ini dibuat bolt security lock pada bagian trigger agar lebih aman.

Spesifikasi :
Kaliber: 7.63x 25mm / 9x19mm Parabellum
Panjang: 83.2cm
Berat: 4.18kg
Kapasitas Magasin: 32 Peluru
Rate of Fire: ~500 Peluru/menit
Share:

Selasa, 19 Februari 2019

Fairey Swordfish

Fairey Swordfish 
Fairey Swordfish
 Salah satu pesawat yang menjadi legenda dalam Perang Dunia I dan  II adalah Fairey Swordfish. Pesawat pembom torpedo biplan buatan Fairey Aviation Company yang memiliki julukan "Stringbag" karena fleksibilitasnya ini dirancang sebagai pesawat intai/light bomber untuk menggantikan Fairey Seal namun juga memiliki kemampuan sebagai torpedo bomber. First flight pesawat ini dilakukan pada tanggal 17 April 1934 dan mulai digunakan oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1936. Secara total Fairey Swordfish diproduksi sebanyak 2.391 unit dalam berbagai varian. Selain AL Inggris, Swordfish juga dioperasikan oleh AU Inggris, AU Kanada, dan AL Belanda.

Walaupun masih menggunakan desain biplane, namun Swordfish adalah pesawat tempur yang cukup efektif dan digunakan dari awal hingga akhir Perang Dunia II. Dari awal di ciptakan, pesawat ini memiliki beberapa varian, antara lain:
Fairey Swordfish Swordfish I
Merupakan pesawat produksi pertama sehingga belum dianggap sempurna meskipun sudah dipergunakan dalam berbagai pertempuran.
Swordfish Mk. I
Untuk meningkatkan fleksibilitasnya, dalam Swordfish Mk. I  diberi penambahan ponton, agar dapat diluncurkan dari kapal perang yang memiliki katapel pesawat terbang.
Swordfish Mk. II
Dalam varian ini, terdapat penggantian sayap rendah menggunakan metal agar dapat dipasangi roket. Swordfish Mk. II diperkenalkan tahun 1943.
Swordfish Mk. III
Untuk meningkatkan kemampuannya, pesawat seri III ini diberi tambahan unit radar sentrimetrik besar, diperkenalkan tahun 1943.

Swordfish Mk. IV
Serial terakhir (produksi berhenti pada tahun 1944) dengan kabin tertutup untuk digunakan RCAF.

Fairey Swordfish Swordfish banyak digunakan dalam pertempuran melawan Angkatan Laut Jerman dan Italia di front Afrika Utara, Mediterania, dan Eropa Barat. Salah satu pertempuran legendaris yang melibatkan pesawat ini adalah serangan udara Angkatan Laut Inggris ke markas Angkatan Laut Italia di Teluk Taranto pada tanggal 11 November 1940. Serangan tersebut adalah serangan pertama Angkatan Laut dari atas kapal induk dan dengan sukses berhasil menimbulkan kerugian besar bagi AL Italia yang harus kehilangan battleship Conte di Cavour, sementara battleship Caio Duilio dan Luttorio mengalami kerusakan parah. Ironisnya, taktik AL Inggris tersebut ditiru setahun kemudian ketika AL Jepang melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbor.

Selain sebagai pesawat intai dan torpedo bomber, Fairey Swordfish juga dipergunakan sebagai pesawat anti kapal selam dan sukses menenggelamkan 14 unit kapal selam Jerman. Pesawat ini juga banyak digunakan sebagai pesawat latih. Fairey Swordfish dipensiunkan pada tahun 1946.
Spesifikasi Fairey Swordfish  :
Crew : 3 (pilot, pengamat, dan operator radio/penembak belakang;
            posisi pengamat juga sering digantikan dengan tangki bensin cadangan)
Length : 35 ft 8 in (10.87 m)
Wingspan/ rentang sayap : 45 ft 6 in  (13.87 m)
Height : 12 ft 4 in  (3.76 m)
Luas sayap: 607 ft² (56,4 m²)
Weight empty : 1,900 kg
Loaded weight : 3,500 kg
Powerplant : 1 x 690 hp Bristol Pegasus IIIM.3 radial engine
Maximum speed : 224 km/h
Range : 879 km
Service ceiling : 5,870 m

Senjata api:
        1 × moncong depan tetap .303 in (7.7 mm) 
              Senapan mesin Vickers di atas kanan badan 
              pesawat, ruang pengisian amunisi di kokpit, 
             dan menembak dari penutup mesin.
       1 × .303 in (7,7 mm) Lewis atau Senapan mesin 
            Vickers K di kokpit depan

Roket
: 8 × "60 lb" proyektil roket RP-3 
            (Mk.II dan seterusnya)
Bom: 1 × torpedo 1.670 lb (760 kg) atau 
         ranjau laut 1.500 lb (700 kg) dibawah 
         badan pesawat atau bom dengan total 1.500 lb 
         dibawah badan pesawat dan sayap


Share:

Selasa, 12 Februari 2019

Kidon, Unit khusus Mossad yang Paling Melegenda di Dunia Intelejen

Kidon
 Unit khusus Mossad yang Paling Melegenda di Dunia Intelejen



Kidon Didalam dunia intelejen, hampir semua orang pasti paham dengan salah satu agen yang kemampuannya di atas rata-rata yaitu Mossad yang merupakan pasukan khusus intelejen dari Israel. Dan ternyata, di dalam Mossad sendiri ada salah satu unit yang unik karena kemampuan anggotanya yang dinamakan Kidon. Kidon merupakan tim yang dikhususkan membunuh target bernilai tinggi, berada di balik sejumlah kasus pembunuhan orang-orang yang dianggap musuh.  Kidon yang artinya bayonet merupakan salah satu unit operasi intelijen paling mematikan di planet ini. Unit ini selama puluhan tahun diduga berada di balik sejumlah kasus pembunuhan yang sukses dalam sejarah Israel. Kidon dibentuk pada 1970 dengan tujuan melindungi negara Yahudi dan semua warganya

Para personel Kidon terdiri dari agen-agen Mossad pilihan yang jumlahnya tidak terlalu banyak sekitar 15 orang saja. Kidon berisikan para prajurit baik pria maupun wanita yang sangat terlatih dalam dunia spionase. Mereka dilatih sangat keras dan tanpa pandang bulu. Pelatihannya dititik beratkan untuk melakukan pembunuhan serta penculikan dengan pergerakan senyap.

Unit Kidon  dibagi ke beberapa bagian kelompok sesuai target yang sedang diincar baik yang berada di kawasan Palestina maupun negara-negara lainnya. Setiap regu yang bergerak minimal terdiri dari dua pembunuh profesional. Dua orang membayangi dua rekan pembunuhnya itu, dan dua orang lainnya menyiapkan fasilitas operasional seperti hotel, apartemen, mobil, dan lainnya.

Mossad Kidon
Guna menghabisi sasaran yang diincar, unit Kidon melakukan segala cara, mulai dari memberondong korbannya hingga tewas, memasang bom mobil, memasang bom dalam kamar hotel, menaruh bom khusus di gagang telepon, dan lain sebagainya. Tak hanya soal rencana menghabisi korban yang ditangani unit Kidon, saat operasi sudah berlangsung, sudah ada tim lain yang menyiapkan jalan untuk melarikan diri. Tim yang terdiri lebih dari lima orang itu biasanya juga bertugas membuntuti target dan persiapan operasi lainnya.

Semua kerja tim masih didukung oleh regu yang bekerja secara khusus, yakni regu  yang menangani masalah komunikasi. Tidak hanya pria, agen Mossad ini juga menggunakan wanita Israel dalam menjalankan operasi rahasianya. Sejauh ini diketahui ada 6 wanita yang terlibat di banyak operasi Kidon. Ciri khas unit Kidon ini adalah lebih suka membunuh targetnya dengan segala cara daripada menangkapnya hidup-hidup. Jika korban sedang bersama orang-orang  tak bersalah yang sebenarnya bukan target unit Kidon, mereka akan tetap disikatnya. Alasan unit Kidon hanya satu ketika terpaksa membunuh orang-orang  tak bersalah itu. Yakni, orang itu sedang bernasib sial karena kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah

Korban yang menjadi sasaran unit Kidon pun mulai berjatuhan. Pada 16 Oktober 1972, tokoh Palestina Abdel Wael Zwaiter, wakil PLO di Roma, Italia, ditembak mati sebanyak 12 kali di apartemennya.

Tanggal 8 Desember 1972, Unit Kidon yang beroperasi di Perancis, berhasil menghabisi tokoh yang diyakini sebagai pemimpin Black September di Perancis, Hamshari. Sebelum dibunuh, Dr Mahmoud Hamshari dipancing agar mau keluar dari apartemennya. Setelah keluar dari apartemennya, agen Mossad menaruh bom di bawah meja telepon. Begitu Hamshari masuk kamar hotel, agen Mossad lainnya yang menyamar sebagai jurnalis menelepon Hamshari.  Ledakan bom Mossad tak langsung membunuh Hamshari. Wakil PLO itu meninggal setelah sebulan dirawat di rumah sakit dan mengetahui bahwa pelakunya adalah Mossad.

Tanggal 24 Januari 1973, Hussein Al Bashir wakil gerilyawan Fatah di Cyprus, tewas setelah bom yang diletakkan Mossad di bawah tempat tidurnya meledak.

Beberapa hari  kemudian tokoh PLO Basil Al Kubaisiprofesor hukum American University di Beirut yang menjadi tersangka penyuplai senjata dan logistik bagi Black September, dibunuh di rumahnya pada siang bolong. 

Pembunuhan terhadap empat ilmuwan nuklir Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, Daryoush Rezaeinejad, Profesor Majid Shahriari, dan Profesor Masoud Ali-Mohammadi yang sedang mengembangakan teknologi nuklir di Iran juga dicurigai dilakukan oleh Kidon. 

Pada tahun 2011 Kidon lagi-lagi beraksi mengeliminasi salah satu pendiri Brigade Izzuddin Al-Qassam, Mahmud Mabhuh di Dubai. 

Meskipun dianggap unit Mossad yang paling terlatih dan canggih, ternyata Kidon juga pernah melakukan kegagalan dalam menjalankan misinya. Salah satu contohnya yaitu pada era 90 an, dimana unit Mossad ini   gagal melakukan pembunuhan terhadap tokoh Hamas Khalid Misyal di Yordania. Bukan hanya gagal, anggota unit Kidon juga dapat dilumpuhkan oleh pengawal-pengawal Misyal, sehingga agen-agen Mossad tersebut bisa ditangkap dan diserahkan ke pihak berwenang Yordania
Share:

Support