Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Rabu, 05 Agustus 2020

SS2-V5 A1, Senapan Modern untuk Pertempuran Kota

SS2-V5 A1
Senapan Modern untuk Pertempuran Kota



SS2-V5 A1 Pindad
Sebagaimana diketahui, senapan varian SS2-V5 A1 sebenarnya adalah bagian dari senapan SS2 produksi Pindad yang digunakan oleh Tentara Nasional Republik Indonesia selama bertahun-tahun. Senapan ini menjadi salah satu sejarah perjuangan patriot Indonesia dalam menyelesaikan berbagai tugasnya sebagai bagian dari pengamanan NKRI. Senapan SS2-V5 A1 berbeda dengan varian SS2 lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai fitur yang disematkan pada senapan tersebut. 

Salah satu contoh perbedaanya yaitu SS2-V5 A1 memiliki laras yang lebih pendek dibandingkan varian lainnya. Pemangkasan panjang laras ini dilakukan sebagai penyempurnaan agar efektifitas balistik pada jarak yang lebih pendek seperti dalam pertempuran kota lebih bisa diandalkan. Selain itu, pemangkasan panjang laras senapan ini memungkinkan mobilitas yang lebih mudah dalam mengoperasikan senjata ini, yang membuat kemudahan dalam bergerak di dalam ruang yang sempit seperti dalam ruangan atau pun di dalam kendaraan.

Selain perbedaan yang terdapat pada panjang laras, menjadikan SS2-V5 A1 memiliki keunggulan pada kelengkapan yang lain  seperti picatiny rail pada 4 sisi senjata yang dapat digunakan sebagai adaptor untuk memasang berbagai aksesoris senjata seperti teleskop, laser, senter, front grip, dan lain sebagainya. Selain itu, SS2-V5 A1 dilengkapi dengan furnitur berbahan polymer sebagaimana terdapat pada senjata jenis pistol grip serta popor, yang dapat memangkas bobot total senjata. Furnitur polymer ini juga didesain untuk dapat meningkatkan aspek ergonomi bagi penggunanya.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh SS2-V5 A1 yaitu pada keunggulan material, presisi dan akurasinya. Aluminium yang menjadi bahan dasar body SS2 menjadikan senjata ini lebih resistan terhadap karat dibandingkan dengan senjata-senjata lainnya yang berbahan besi baja. Dengan kelebihan tersebut, SS2 dapat digunakan untuk operasi yang dilakukan di darat, di laut, dan di udara. Selain itu, komponen-komponen pada senjata SS2 dibuat dengan presisi tinggi karena pembuatannya menggunakan mesin-mesin termoderen dan diawasi secara ketat oleh para ahli sehingga mekanisme kerja lebih sempurna dan dapat  menghasilkan akurasi tembak yang lebih mumpuni.

Spesifikasi SS2-V5 A1
Kaliber                           : 5,56 x 45 mm
Berat  
        Magasen Kosong   :  3,35 kg
        Magasen Penuh     :  3,71
Kapasitas Magasen        : 30 butir
Panjang 
       Popor terlentang     : 745-810 / 540 mm
       Popor terlipat          :  540 mm
Laras 
      Panjang                    : 255 mm
      Rifling                      : 6 grooves, RH 177,8 (7”) twist
Alat Bidik                      : Flip Up mechanical sight
                                         Optical Sight
Kecepatan Tembakan 
        Cylic                                     : 720-760 butir/menit
        Efektif Tembakan otomatis  : 120-200 rpm
        Efektif Tembakan satuan      : 60 rpm
Jarak Tembak efektif                     : 200 m 

Share:

Selasa, 28 Juli 2020

Rusia akan Lengkapi Kapal Perangnya dengan Senjata Nuklir Hipersonik & Drone Bawah Air

Rusia akan Lengkapi Kapal Perangnya dengan Senjata Nuklir Hipersonik & Drone Bawah Air


Kapal Perang Rusia
Kapal Perang Rusia [©2020 REUTERS]
Peningkatan kemampuan persenjataan suatu negara menjadi hal yang wajib dilakukan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara tersebut.  Baik itu negara kecil, berkembang maupun negara maju, semua pasti melakukan upaya tersebut. Tentu saja disesuaikan dengan doktrin pertahanan keamanan serta ketersediaan pendanaan yang dimilikinya. 

Sebagai salah satu negara besar, Rusia memiliki anggaran yang cukup fantastis dalam upaya memenuhi kebutuhan persenjataannya. Untuk beberapa waktu mendatang, pemerintah Rusia sedang berupaya untuk   meningkatkan kemampuan pertahanan mereka di bidang kelautan.  Ketika menghadiri parade AL yang menandai peringatan Hari AL di Rusia pada Minggu di St Petersburg, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan peningkatan persenjataan militer negaranya

Dalam waktu dekat ini,  Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) akan diperkuat dengan senjata penyerang nuklir supersonik, drone nuklir bawah laut Poseidon, termasuk 40 unit kapal baru.

"Penyebarluasan teknologi digital canggih yang tidak ada bandingannya di dunia, termasuk sistem serangan hipersonik dan drone bawah air, akan memberi armada keunggulan khusus dan peningkatan kemampuan tempur," jelasnya, dikutip dari Press TV, Senin (27/7).

Drone Nuklir Bawah Laut Poseidon
Drone nuklir bawah laut Poseidon merupakan alutsista modern generasi baru dari senjata nuklir Rusia yang diklaim memiliki daya jelajah yang tidak terbatas.D rone yang memiliki bentuk seperti torpedo raksasa  ini membawa hulu ledak nuklir seberat hingga dua megaton.  Dilengkapi dengan  reaktor nuklir kecil, Poseidon memiliki jangkauan 10.000 kilometer untuk bergerak tanpa berhenti mengisi bahan bakar. 

Rudal Jelajah Hipersonik Tsirkon (Zircon)
Rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zircon), merupakan senjata mematikan yang bisa melaju dengan kecepatan hipersonik, 6.000 mil perjam atau sekitar 9.656 kilometer perjam. Pada awalnya, rudal ini dirancang untuk menggempur kapal perang, akan tetapi dalam pengembangannya juga memiliki kemampuan menyerang target di darat. Rudal yang menjadi ancaman berat bagi Amerika Serikat ini  merupakan pengembangan lebih lanjut dari HELA (Hypersonic Experimental Flying Vehicle) yang dikembangkan oleh NPO Mashinostroyeniya. Saat inim Zircon dapat digunakan untuk melengkapi kapal-kapal permukaan

Sementara itu, di dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pemerintah Rusia saat ini sedang melakukan pengujian terhadap Kapal Selam Belgorod. Kapal selam pertama yang nantinya ditugaskan untuk membawa drone Poseidon sedang diuji coba secara intensif dan sudah memasuki tahap akhir pengujian. Diprediksikan akhir tahun 2020 kapal ini sudah dapat melenggang dengan bebas di lautan lepas untuk menjaga kedaulatan Rusia. 




Share:

Rabu, 17 Juni 2020

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang



Senjata bentrok India VS China
Senjata yang diduga digunakan dalam bentrokan India-China
Kembali dunia militer dihebohkan dengan adanya peristiwa bentrokan berdarah antara tentara India dan China di perbatasan kedua negara yang berada di Pegunungan Himalaya. Peristiwa yang terjadi pada Senin (15/06), ini melibatkan pasukan perbatasan dari kedua negara yang memang sudah bersitegang dalam waktu yang lama. Lokasi kejadian tersebut berada di perbatasan de facto kedua negara—yang dinamakan Garis Kendali Aktual atau LAC—di Lembah Galwan di Ladakh yang juga masuk dalam  wilayah sengketa Kashmir

Peristiwa berdarah yang memakan korban jiwa dari kedua negara ini adalah yang pertama selama lebih dari 40 tahun perseteruan kedua raksasa Asia tersebut. Sebenarnya gesekan kedua kekuatan negara tersebut bukan hanya berlangsung spontan. Sejak April, kedua negara dilaporkan sudah memobilisasi kekuatan militer berupa tank, artileri, peluncur roket, dan tentara di sekeliling lembah. Pada awal Mei, ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Tentara China mendirikan tenda, menggali parit perlindungan, dan memindahkan sejumlah peralatan militer besar beberapa kilometer dari teritori yang diklaim India sebagai wilayahnya. Beberapa hari sebelum terjadinya bentrokan berdarah, tentara China terlihat membawa serangkaian alat-alat, membuat jalan setapak ke lereng gunung Himalaya, dan mungkin termasuk membendung sungai. Hal inilah yang diduga menjadi sumber terjadinya pertempuran tersebut. 

Uniknya, peperangan yang memakan korban jiwa 20 tentara dari pihak India dan 43 tentara dari pihak China ini tidak menggunakan senjata api. Kedua belah pihak saling menyerang dengan batangan besi yang dipenuhi denngan paku tajam, batu, katu dan benda-benda lain yang berada disekitar tempat tersebut.  perwira komandan mengalami cedera serius dan jatuh, dan ketika terjadi, lebih banyak tentara Sejumlah tentara yang bertarung diduga telah jatuh ke sungai yang mengalir deras di bawahnya

Pasca kejadian tersebut, kedua negara saling menyalahkan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan India telah masuk ke perbatasan China dan memprovokasi dan menyerang tentara China, mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara tentara perbatasan kedua negara. Akan tetapi, pihak India mengatakan tentara China mencoba untuk mendirikan sebuah bangunan di wilayah perbatasan India yang diakui secara de facto oleh Garis Kendali Aktual (LAC)

Share:

Senin, 15 Juni 2020

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, AS kirim 3 Kapal Induknya

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, 
AS kirim 3 Kapal Induknya



Kapal Induk USS Ronald Reagan
Tiga kapal induk angkatan Laut AS bertolak menuju perairan Indo-Pasifik untuk melakukan patroli. USS Theodore Roosevelt, USS Nimitz, dan USS Ronald Reagan berangkat pada hari kamis (11/6) di tengah meningkatnya tensi di lokasi perebutan pengaruh antara tentara AS dan Tiongkok. 

Mobilisasi 3 kapal induk yang membawa ratusan unit jet tempur F-18 tersebut diduga untuk melakukan provokasi terhadap tentara China terkait permasalahan corona, Hongkong dan manuver angkatan perang negara tersebut di Laut China Selatan. Tindakan ini juga dilakukan untuk menegaskan bahwa Tentara AS tidak terpengaruh oleh adanya wabah Corona dan demonstrasi masal yang terjadi di negara Paman Sam tersebut. 

"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan China bahwa Amerika Serikat dihantam keras oleh Covid, sehingga kesiapan militer rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi isyarat kepada Tiongkok agar tidak salah perhitungan," kata Direktur Proyek Tenaga China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Bonnie Glaser sebagaimana dilangsir dari CNN.

Pemerintah Tiongkok sendiri, memberikan tanggapan bahwa upaya yang dilakukan oleh AS tersebut merupakan salah satu bentuk provokasi dan menjadi sumber ketidakstabilan di wilayah tersebut. Dikutip dari Globaltimes, peneliti senior di Lembaga Penelitian Studi Militer Angkatan Laut PLA Zhang Junshe mengatakan beberapa ahli sedang menganalisis alasan di balik pengerahan tiga kapal induk itu. Namun upaya itu dinilai tidak lebih dari latihan AS yang bertujuan untuk menciptakan ketegangan dengan China.

Berbicara kepada The Associated Press, Laksamana Muda Stephen Koehler, direktur operasi di Komando Indo-Pasifik AS  mengatakan bahwa China secara perlahan dan secara metodis telah membangun pos-pos militer di Laut China Selatan sekaligus menempatkan sistem rudal dan peperangan elektronik di sana. Dan meningkatnya aktivitas tentara AS di tempat tersebut juga merupakan bentuk respon dari provokasi-provokasi tentara China beberapa waktu terakhir ini.  

Share:

Rabu, 03 Juni 2020

Lahti-Saloranta M/26-Finlandia


Lahti-Saloranta M/26-Finlandia



Lahti-Saloranta M/26Finlandia, merupakan salah satu negara yang memproduksi senapan mesin ringan yang bernama Lahti-Saloranta M/26 (disingkat LS/26 ). Hal itu bermula ketika Angkatan Darat Finlandia menggelar kompetisi untuk merancang senapan mesin ringan baru, sekitar tahun 1925. Dan akhirnya, pilihan jatuh pada desain Aimo Lahti yang sebenarnya sudah dibuat dan diserahlan ke pihak militer pada tahun 1924. Aimo Lahti kemudian diberi tugas untuk melanjutkan pengembangan senapan mesin ringan nya bersama Letnan Arvo Saloranta.


Prototipe pertama hasil karya mereka berdua selesai pada Juli tahun 1925, yang selanjutnya diuji bersama dengan beberapa senapan mesin ringan buatan luar seperti BAR buatan Amerika , Furrer Lmg 25 buatan Swiss , Vickers Berthier buatan Inggris, dan Hotchkiss buatan Prancis. Dari hasil ujicoba tersebut, akhirya dipilihlah desain milik Lahti-Saloranta dan diadopsi pada tahun 1926 sebagai “Pikakivääri m/26” (Senapan Mesin Ringan m/26).


Dan akhirnya, senapan mesin tersebut masuk dalam ranah produksi masal. Produksi pertama dilakukan pada tahun 1930 di pabrik senjata milik pemerintah "Valtion Kivääritehdas" atau VKT. Karena minimnya pesanan, akhirnya senjata tersebut hanya diproduksi untuk pasar domestik. Dan akhirnya, Tiongkok tertarik untuk mempergunakan senapan tersebut. Pada Tahun 1930, negara yang berada di semenanjung Asia tersebut memesan 30.000 pucuk senapan dalam kaliber 8mm Mauser. Akan tetapi kerena tekanan diplomasi dari Jepang, Finlandia hanya berhasil mengirimkan 1.200 pucuk senjata.

LS-26LS-26 sendiri, sebenarnya merupakan senapan mesin ringan yang dilengkapi dengan pendingin udara, sistem open bolt yang menggunakan kaliber 7.62x53R. Senapan ini menjadi senapan mesin ringan yang berat dan rumit tetapi akurat dan lumayan dapat diandalkan. LS-26 menggunakan magasin box 20 peluru dan magasin drum 75 peluru yang sebenarnya jarang digunakan karena terkesan aneh dan susah diisi ulang (seperti magasin DP tapi letaknya di bawah).

Ketika terjadi peristiwa invasi Soviet ke Finlandia pada tahun 1939, senapan ini menjadi senjata andalan. Pada saat Continuation War pada tahun 1941, Finlandia menyita banyak persenjataan Soviet salah satunya adalah DP-27. Pasukan Finlandia lebih memilih DP-27 karena simple dan dapat diandalkan di segala medan. Akhirnya produksi LS-26 dihentikan pada tahun 1942 dan diganti untuk memproduksi suku cadang DP-27. Total LS-26 yang digunakan oleh Finlandia sebanyak 3.400 pucuk, lebih kecil dibanding jumlah DP-27 yang disita sebanyak 9.000 pucuk.

Share:

Selasa, 12 Mei 2020

Kisah TNI AU Menyusup dan Membom Australia dengan makanan Kaleng

Kisah TNI AU Menyusup dan Membom Australia dengan makanan Kaleng


TU-16 menyusup ke Australia
Konfrontasi yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia terjadi ketika negara-negara bekas jajahan Inggris di Asia tenggara ingin membentuk Federasi Malaysia yang beranggotakan Malaya, Singapura, Serawak, Brunei, dan Sabah (Kalimantan Utara). Kondisi perpolitikan negara kita membuat Presiden Soekarno tidak setuju dengan pembentukan federasi tersebut sehingga menjadikan ketegangan antara  Indonesia dengan Federasi Malaysia.  Puncak perseteruan terjadi ketika Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia yang berbuntuk dengan maraknya demonstrasi di masing-masing kedutaan besar.  Kondisi inilah yang akhirnya mendorong keluarnya seruan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang memulai adanya konfrontasi senjata.

Sebagai anggota persemakmuran Inggris, konfrontasi bersenjata yang terjadi di Malaysia (termasuk Singapura) dan Indonesia menjadikan anggota persemakmuran lain terlibat. Adalah Inggris dan Australia yang dengan permohonan Malaysia juga turut mengirimkan kontingen bersenjatanya. Demi  merespon kondisi tersebut, pemerintah Indonesia akhirnya juga melakukan perang urat syaraf dengan negeri Kanguru, Australia. Salah satu misi yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyusupan melalui pesawat udara. 

Skenario penyusupan ke Australia dirancang dengan mengirimkan pesawat yang nantinya akan menjatuhkan barang-barang buatan indonesia sebagai upaya menjatuhkan mental negara tersebut. Akhirnya pilihan jatuh ke pesawat pembom AURI yang baru saja di beli dari Uni Soviet yaitu TU-16 Bagder A. Pesawat bomber ini di pilih karena memiliki jangkauan penerbangan yang cukup jauh yaitu 7.200 km dengan  kecepatan  maksimal 1.050 km/jam dan mampu membawa barang bawaan cukup banyak, yaitu hingga 9 ton. Barang-barang yang dibawa untuk “dikirim” ke negara tetanggak tersebut antara lain peralatan militer berupa perasut, alat komunikasi dan makanan kaleng.

Menjelang hari H, terjadi kesibukan yang cukup menonjol di home base TNI AU Lapangan Iswahjudi Madiun. Hal ini terjadi karena penyusuupan dengan pesawat ternyata tidak hanya dilakkukan ke Australia saja, tapi juga ke negara jiran, Malaysia. Sehingga waktu itu disiapkan 3 pesawat TU-16, 2 buah untuk menyusup ke Malaysia dan sisanya ke Australia. Untuk menjalankan misi  penyusupan ke Australia,  terpilih Komodor Udara Suwondo menjadi pilot TU-16 sekaligus sebagai pimpinan misi. 

Sebelum berangkat ke Australia pada pukul 01.00 WIB, Suwondo mengundang seluruh anggota timnya sejak pukul 23.00. Sjahroemsjah, salah seorang gunner Tu-16 mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada yang tahu dengan tujuan dan sasaran misi tersebut. Baru ketika briefing, semua crew mengetahui bahwa tujuan misi adalah ke Australia, salah satu negara yang memiliki sistem pertahanan udara cukup bagus di kawasan Asia-Pasifik. 

Setelah briefing selesai, tepat ketika jarum jam menunjung ke angka 01.00 WIB, TU-16 Badger terbang meninggalkan markas mereka di Madiun menuju ke Australia.  Untuk menghindari deteksi radar, pesawat itu terbang rendah. Tak terbayangkan bagaimana tegangnya perasaan para crew pesawat, apalagi ketika pesawat mereka mulai memasuki daratan Australia. Sebagaimana petunjuk yang diberikan, sasaran yang mereka tuju adalah daerah Alice Springs, yang lokasinya tepat berada di tengah benua Australia.

Bukan hal yang mudah memang untuk menjalankan misi itu, karena mereka sudah mengetahui jika titik yang menjadi jantung Benua Australia tersebut terdapat Over The Horizon Radar System, sebuah sistem radar yang digunakan untuk memantau seluruh kawasan Asia Pasifik.  Selain itu, keberadaan roket-roket anti pesawat udara dan juga pesawat pemburu F-86 Sabre menjadi ancaman tersendiri bagi keberhasilan misi. 

Akhirnya sesuai yang direncanakan, setelah pesawat sampai di droping zone, barang-barang dengan label Made In Indonesia dijatuhkan dari perut pesawat pengebom tersebut. Tak terbayangkan bagaimana ketakutannya penduduk negara tersebut ketika keesokan harinya mereka menemukan barang-barang dari Indonesia yang dijatuhkan dari pesawat udara. 

Satu tugas sudah terselesaikan. Tinggal menjalankan tugas berikutnya, yaitu kembali ke home base dengan selamat. Sebagaimana ketika berangkat tadi, perjalanan kembali ke indonesia juga dilakukan dengan penerbangan rendah dengan mengambil rute yang sedikit berbeda yaitu dengan mengambil jalur memutar. Dan untungnya, untuk perjalanan kembali ini juga tidak mendapatkan tantangan berarti. Pesawat pencegat F-86 Sabre dan rudal anti pesawat Bloodhound Australia yang ditakuti juga tidak menampakkan batang hidungnya. Akhirnya misi dinyatakan sukses seiring mendaratnya roda pesawat di lapangan Udara Iswahjoedi Madiun pada pukul 08.00 WIB. Butuh waktu 8 jam untuk menyelesaikan misi yang heroik dan mendebarkan tersebut.

Dan keesokan harinya, sebagaimana yang sudah diprediksikan sebelumnya, terjadi kehebohan yang cukup besar di Australia. Pemerintah negara tersebut kaget setengah mati saat menemukan barang-barang Made in Indonesia yang dikirim dari udara. Mereka tidak menyangka jika pengebom raksasa milik Indonesia bisa bebas keluar dan masuk di wilayah teritorial mereka dengan mudah tanpa terdeteksi radar. Meskipun dilanda malu, mereka juga bersyukur karena Indonesia hanya mengirimkan makanan kaleng, bukan  bom seberat 9.000 kilogram yang bisa memporak-porandakan negara mereka.

Share:

Rabu, 06 Mei 2020

SU-57 Rusia Terobos 6 Pangkalan Militer AS Tanpa terdeteksi

SU-57 Rusia Terobos 6 Pangkalan Militer AS Tanpa terdeteksi


SU-57 Rusia
Dunia militer dihebohkan dengan adanya berita yang menyebutkan bahwa jet tempur siluman Sukhoi Su-57 milik militer Rusia berhasil melintasi pangkalan militer Amerika Serikat tanpa terdeteksi sedikitpun. Bukan hanya 1 pangkalan, tapi 6 pangkalan militer milik AS yang berhasil dilewati oleh pesawat kebanggaan Rusia tersebut tanpa menyadarinya. 

Adalah sebuah media Rusia, Avia.Pro yang melaporkan peristiwa ini. Dalam laporannya pada Minggu (3/5/2020), dinyatakan bahwa pesawat tempur Su-57 Rusia berhasil melewati pangkalan udara militer Amerika di Irak utara tanpa diketahui. Kejadian itu terjadi selama penampilan terakhir sebuah jet tempur generasi kelima Rusia tersebut di Suriah.

Menurut beberapa sumber militer yang dikutip media tersebut, peristiwa ini berawal ketika pihak Rusia meminta izin kepada militer Turki agar pesawatnya, SU-57 diberi akses untuk melewati jalur udara negara tersebut ketika akan menuju ke pangkalan udara Khmeimim. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan pihak militer Turki tidak memberikan izin bagi militer Rusia untuk melintas di wilayah langit mereka.

Dengan terpaksa, akhirnya SU-57 Rusia harus melewati wilayah udara Suriah dan Irak demi menunjang pergerakannya tersebut. Dengan konsekwensi pesawat itu harus melintasi pangkalan militer AS yang berada di kedua negara yang sedang dilanda konflik militer tersebut. 

“Pesawat tempur Su-57 Rusia akhirnya berhasil melewati pangkalan udara militer Amerika di Irak utara tanpa diketahui. Insiden itu terjadi selama penampilan terakhir seorang pejuang Rusia generasi kelima di Suriah. Pesawat tempur Rusia mengikuti jalurnya sendiri, dan tidak diangkut dengan pesawat An-124," kata sumber itu.

Sebelumnya, seorang pengamat militer Rusia mengatakan bahwa selama ini Amerika Serikat selalu melecehkan jet siluman Rusia itu. Mereka selalu mengolok-olok bahwa jet siluman Rusia tidak akan bisa melewati wilayah kekuasaan Amerika tanpa terdeteksi. Dengan kondisi saat ini, pengamat militer itu menyebut Sukhoi Su-57 telah berhasil menjawab pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang Amerika

Sampai saat ini, militer Moskow dan Washington belum berkomentar atas laporan dari salah satu media berpengaruh tersebut. Akan tetapi, banyak pihak yang meyakini kebenaran berita ini, karena pesawat siluman itu memang kerap beroperasi di Suriah tanpa dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer Rusia.

Share:

Rabu, 29 April 2020

Tupolev Tu-16, Bomber Andalan Indonesia di Tahun 1960-An

Tupolev Tu-16, Bomber yang Menjadikan Indonesia Disegani di Tahun 1960-An





Tupolev Tu-16
Tupolev Tu-16 yang oleh NATO diberi kode Badger adalah sebuah pesawat pembom jet  dengan mesin ganda yang dikembangkan dan digunakan oleh Angkatan Udara Uni Soviet. Pesawat serba bisa ini diproduksi dalam berbagai varian yang bisa digunakan untuk berbagai misi, seperti kegiatan patroli mata-mata,  maritim, pengumpul data elektronik intelijen, perang elektronik dan yang lainnya. TU-16 dibangun tiga pabrik pesawat di Uni Soviet antara tahun 1954 hingga tahun 1962. Secara keseluruhan, pesawat ini diproduksi sebanyak 1507 buah. 

Tupolev TU-16  menjadi pengebom strategis yang paling ditakuti di era 1960an. Dengan panjangnya 34,8 meter sementara rentang sayapnya 33 meter, pesawat ini mampu terbang sejauh 7.200 km dengan kecepatan maksimal 1.050 km/jam serta memiliki kemampuan terbang hingga pada ketinggian 12.800 km. Selain itu dipersenjatai peluru kendali udara ke darat KS-1 (AS-1 Kennel) sebanyak 2 buah, rudal anti kapal selam, bahkan bisa membawa bom nuklir jika dibutuhkan, TU-16 bisa membawa bom hingga 9 ton. Sebagaimana diketahui, rudal sub-sonic KS-1 Komet sebesar pesawat tempur tanpa sayap ini bisa menghancurkan area seluas 6 KM persegi dengan jangkauan 100KM dan kecepatan mach 1.

Varian TU-16
TU-16 memiliki banyak varian yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Adapun varian-varian yang dikembangkan dari pesawat pembom strategis tersebut dibagi menjadi beberapa varian antara lain: 
Tu-16 IndonesiaBagder A (TU-16) : Tu-16A , Tu-16Z, Tu-16G (Tu-104G), Tu-16N, Tu-16T, Tu-16S, Tu-16Ye 
Badger B : Tu-16KS 
Badger C : Tu-16K-10
Badger D: Tu-16RM-1 
Badger E (Tu-16R) : Tu-16RM-2, Tu-16KRM 
Badger F : Tu-16RM-2 
Badger G (Tu-16K/Tu-16KSR) : Tu-16KSR-2, Tu-16K-11-16, Tu-16K-26, Tu-16K-26P
Badger H :Tu-16 Elka
Badger J :Tu-16P Buket
Badger K :Tu-16Ye
Badger L : Tu-16P


Spesifikasi TU-16
Kru: 6-7
Panjang: 34.80 m (114 ft 2 in)
Lebar sayap: 33.00 m (108 ft 3 in)
Tinggi: 10.36 m (34 ft 0 in)
Area sayap: 165 m 2 (1.780 sq ft)
Berat kosong: 37.200 kg (£ 82.012)
Berat kotor: 76,000 kg (167.551 £)
Max berat lepas landas: 79.000 kg (174.165 £)
Powerplant: 2 × Mikulin AM-3 M-500 turbojet , 93,2 kN (21.000 lbf) dorong masing-masing
Prestasi
Kecepatan maksimum: 1.050 km / jam (652 mph, 567 kn)
Rentang: 7.200 km (4.474 mil, 3.888 nm)
Layanan langit-langit: 12.800 m (41.995 kaki)
Loading sayap: 460 kg / m² (£ 94 / sq ft)
Thrust / weight : 0.24

Persenjataan
Senjata 6-7 × 23 mm Afanasev Makarov AM-23 meriam, dua masing-masing di bagian punggung danperut menara terpencil dan diawaki ekor menara, dengan penambahan sesekali satu tetap maju dalam hidung Rudal 2 × Raduga KS-1 Komet ( AS-1 Kennel ) rudal anti-kapal pada cantelan underwing, atau 1 × Raduga K-10S ( AS-2 Kipper ) anti-kapal rudal semi-tersembunyi di teluk bom, atau 2 × Raduga KSR-5 ( AS-6 Kingfish ) anti-kapal rudal pada cantelan underwing
Bom
9.000 kg (20.000 £) senjata terjun bebas

Share:

Selasa, 28 April 2020

Omega Frigate

Omega Frigate


Omega Frigate



Omega Frigate, kapal yang memiliki bobot 6.000 ton ini merupakan produksi galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda. Desain frigate Omega didasarkan pada kapal frigate battle proven De Zeven Provincien Class yang memiliki hybrid propulsion system yang terdiri dari mesin diesel 4× (dua dapat digunakan untuk kecepatan ekonomi dan empat untuk kecepatan maksimum) ditambah 2× mesin listrik. Kapal perang siluman super canggih ini memiliki mesin diesel dipisahkan ke depan dan buritan untuk meningkatkan survivability.


Frigate Omega memiliki dua multi mission bays yang besar, satu dibagian tengah dan satunya lagi di buritan. Seperti halnya tren pada frigate generasi terbaru (Tipe 26 dan Belharra Class), midship multimission bay digunakan untuk memuat dan memindahkan kontainer atau meluncurkan RHIB / USV. Multi mission bay memiliki ukuran cukup besar untuk menampung kontainer hingga 4×20 kaki. Dan kapal memiliki ruang tambahan di dek atas di samping peluncur rudal untuk 2× kontainer tambahan.

Sistem Radar Omega Frigate

Sistem radar frigate Omega merupakan sistem radar generasi terbaru dari Thales S/X suite yang terdiri dari SeaMaster 400 fixed panel S-band radar dan APAR Block II X-band multi-function radar, keduanya menggunakan teknologi gallium nitride. Dilengkapi dengan panel S-band, radar ini mampu mendeteksi dengan cukup baik drone udara atau permukaan, amunisi yang dipandu dengan presisi, atau rudal yang biasanya menyerang tepat di atas permukaan laut (sea skimming). Thales SeaMaster 400 memberikan jangkauan deteksi sejauh 450km sementara APAR Block 2 dapat menggantikan iluminator untuk secara langsung memberikan panduan pada rudal ESSM dan SM-2.

Senjata dan Sensor Omega Frigate
frigate Omega dilengkapi dengan senjata utama Leonardo 127mm, meriam sekunder Leonardo 76mm di atas hanggar helikopter, Rheinmetall Millenium CIWS, 2× Leonardo Hitrole remote weapon stations, 8× Kongsberg NSM anti-ship missiles, 4× Rheinmetall MASS decoy launchers, Thales Kingklip hull mounted sonar dan Captas-4 variable depth sonar, 4× satellite link antennas dan 2× Thales Mirador EO systems. Untuk pertahanan udaran, dalam model skala menunjukkan 24× VLS cells (sepertinya VL MICA NG untuk Indonesia atau ESSM Block 2 untuk Belanda dan Belgia).

Spesifikasi awal Omega Frigate / FFI :
- Panjang: 144 meter
- Lebar: 18.8 meter
- Displacement: 6.100 ton
- Max. speed: 29 knot
- Range: 5,000 nautical miles @ 18 knot
- Endurance: 30 hari di laut
- Stabilisation: Rudder roll (similar to LCF)

Share:

Selasa, 14 April 2020

Panhard 178 – Prancis

Panhard 178 – Prancis




Panhard 178Panhard 178 adalah panser beroda empat yang digunakan oleh pasukan Perancis untuk tugas-tugas pengintaian jarak jauh dalam Perang Dunia II. Selain untuk tugas-tugas pengintaian, panser ini juga digunakan untuk tugas patroli keamanan di sejumlah wilayah koloni Perancis di Afrika dan Indo China.

Panser dengan dua orang awak ini memiliki berat 8,3 ton. Menggunakan mesin bensin berkekuatan 180 tenaga kuda dan memiliki kecepatan maksimum 72 km/jam dengan jarak tempuh 300 km. Dipersenjatai dengan sepucuk kanon SA 35 kaliber 25mm (150 butir amunisi) dan sepucuk senapan mesin kaliber 7,5mm (3.750 butir amunisi).

Panser Panhard 178Panhard mulai diproduksi pada tahun 1937 dan lebih dari 200 unit panser ini ada dalam daftar persenjataan pasukan Perancis saat Perang Dunia II pecah. Pasukan Perancis menggunakan Panhard 178 dalam semua pertempuran melawan Jerman hingga akhirnya harus menyerah dalam Battle of France. Panhard 178 yang tersisa pun digunakan oleh pasukan Jerman, yang juga kemudian memberikan sejumlah panser ini kepada Italia.

Setelah pendaratan Normandia dan Perancis berhasil dibebaskan, maka produksi Panhard 178 kembali dilanjutkan dan baru dihentikan pada tahun 1960. Pasukan Perancis sendiri baru berhenti menggunakan panser ini pada tahun 1964, sementara sejumlah negara eks koloni Perancis masih menggunakannya hingga awal 1970
Panhard 178
Share:

Kamis, 02 April 2020

MAS-38 : Pistol Mitraliur Produksi Perancis

MAS-38 :  Mitraliur Produksi Perancis




MAS-38
 Manufacture d’armes de saint-Etienne-38 atau yang biasa disebut dengan MAS-38 merupakan senapan mitraliur standar dari Perancis yang digunakan oleh tentara Perancis dan Jerman pada Perang Dunia II. Pada awalnya, pistol ini dibuat sebagai standar Gendarmes Mobile (Garda Republik). MAS-38 memiliki kualitas yang lebih baik dibanding mitraliur lainnya pada jaman itu, seperti PPSh-41 atau Sten yang lebih mengedepankan kecepatan produksi.

Receiver MAS-38 dibuat dari blok baja monolitik dengan bentuk sepintas terlihat miring. Ini disebabkan karena keberadaan tabung rekoil di popor dibuat miring untuk membuat dimensi MAS-38 kompak. Larasnya tetap lurus 180 derajat, hanya saja alur tempat bergerak bolt memang dimiringkan 15 derajat, untuk meredam efek rekoil. Sebagai konsekuensinya, muka bolt tentu saja tidak datar, tetapi dibentuk sedemikian rupa agar menutup kamar peluru secara tegak lurus.

MAS-38Sebagaimana senapan produksi Perancis lainnya, MAS-38 memiliki fitur-fitur unik seperti pengunci yang diaktifkan dengan mendorong pelatuk ke depan, serta penutup lubang magasen yang aktif secara otomatis saat magazen dilepas. MAS-38 menjadi senjata standar pemerintahan Perancis Vichy yang menjadi boneka Nazi Jerman. Salah satu ketelibatannya yang fenomenal adalah saat MAS-38 digunakan untuk mengeksekusi diktator fasis Benito Mussolini.


MAS-38
Share:

Senin, 02 Maret 2020

AS Hibahkan 14 Drone ScanEagle untuk TNI AL

 AS Hibahkan 14 Drone ScanEagle untuk TNI AL



Drone ScanEagle UAV
Setelah menunggu selama beberapa tahun, akhirnya pemerintah Republik Indonesia akan mendapatkan hibah drone ScanEagle dari Pemerintah Amerika Serikat. Hibah pesawat tak berawak tersebut satu paket dengan pemutahiran tiga unit Helikopter Bell 412. 

Sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono ketika melakukan audiensi dengan Komisi I DPR RI pada Rabu (26/2), program hibah (FMF) tersebut sebenarnya sudah ditawarkan sejak lama. Pada tahun 2014-2015 Pemerintah AS menawarkan program tersebut, dan diterima oleh TNI AL pada tahun 2017. Sesuai ketentuan, dibentuklah tim pengkaji oleh Kemhan untuk melakukan penilaian apakah barang tersebut layak diterima dari aspek teknis, ekonomis, politis, dan strategis. Dari kajian tersebut Kemhan memutuskan untuk menerima program hibah dimaksud.

Drone ScanEagle seharga 28,3 juta dolar AS tersebut  merupakan bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company. Sesuai rencana, ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian).

Saat ini, drone ScanEagle sudah digunakan oleh Angkatan Laut Singapura,  AL dan Angkatan Darat Australia dan juga negara-negara lain di dunia. UAV yang pernah digunakan oleh tentara Australia di medan perang Irak tersebut mampu terbang di ketinggian  15.000 kaki (4.572 m) dengan waktu jelajah hingga 24 jam non stop. Drone yang digerakkan oleh mesin piston model pusher berdaya 15 hp itu, mampu melesat dengan kecepatan maksimum 148 km/jam dan dalam mode jelajah biasanya memiliki kecepatan 111 km/jam.

Untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya, Kementrian Pertahanan akan menganggarkan dana sekitar Rp10 miliar.



Share:

Senin, 24 Februari 2020

Drone ScanEagle

 Drone ScanEagle



Drone ScanEagle
Seiring dengan kemajuan zaman, penggunaan mesin perang nirawak tidak bisa dielakkan lagi. Berbagai negara berlomba untuk menciptakan mesin-mesin perang yang mampu dikendalikan jarak jauh, sehingga bisa menekan kerugian korban jiwa ketika bertempur. Salah satu peralatan perang nirawak yang banyak digunakan saat ini adalah pesawat terbang, baik itu pesawat pengintai, penyerang maupun pengebom. 

Demi menjawab kebutuhan pesawat nirawak tersebut, salah satu pabrikan pesawat terbesar di dunia, Boeing memproduksi sebuah drone yang memiliki kemampuan cukup mumpuni. Adalah ScanEagle, sebuah drone buatan Boeing dengan panjang 1,5 m, rentang sayap 3 m dan muatan 3,4 kg yang menjadii andalan banyak negara.  ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company. Drone ini dibuat dengan mengadopsi pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.

Pesawat berbobot 20 Kg ini dapat terbang selama 24 jam dengan ketinggian lebih dari 16,000 kaki dan kecepatan 60 mil per jam atau 111 km/jam. Pesawat  yang bisa diluncurkan dari darat maupun dari kapal laut ini tidak dapat dideteksi oleh radar, sehingga layak digunakan untuk misi-misi rahasia. Dalam sekali terbang, ScanEagle dapat membawa 4,3 kg bahan bakar (JP5 jet aircraft fuel). Proses recovery ScanEagle menggunakan SkyHook.

Scan Eagle dilengkapi dengan sensor thermal  DRS E6000 beresolusi tinggi yaitu 640×480 pixels dengan 25 micron pitch. ScanEagle juga dilengkapi kamera infrared buatan Goodrich Sensors untuk menjamin kualitas pengambilan gambar ketika malam hari. Untuk transmisi data, ScanEagle disokong datalink UHF 900MHz dan downlink S-band 2.4GHz untuk transmisi video.

Untuk misi memburu sniper, ScanEagle milik AU AS dipasangi sniper gun fire detection and location system. Dalam pengoperasiannya, ScanEagle diawaki oleh kru pada Ground Control Station. Sistem kontrol dan navigasi ScanEagle menggunakan GPS waypoint, bisa mendeteksi obyek secara mandiri dan bisa terbang mandiri mengikuti rute yang telah digambar sebelumnya.

Adapun spesifikasi drone ScanEagle secara lengkap adalah sebagai berikut:
Panjang      : 1,6 m
Lebar sayap : 3,1 m
Berat Kosong: 16 kg
Daya Muatan maksimal : 150 W
Lama terbang : dari 24 jam (tergantung kofigurasi sistem)
Batas ketinggian: 19.500 kaki.
Maksimal kecepatan horizontal: 41,2 m/detik.
Kecepatan terbang jelajah: 25-30 m/detik.
Mesin: Bahan bakar berat (JP-5 atau JP 8) atau mesin bensin C-10.
Turet: EO, EO900 (kamera EO dan teleskop EO), MWIR, Dual Imager (EO dan MWIR)
Video Datalink: Analog, digital dienkripsi
C2 Datalink: Dienkripsi, tidak dienkripsi.
Share:

Senin, 17 Februari 2020

Jenis Kapal Perang (Bagian 2)

Jenis Kapal Perang (Bagian 2)



Kapal perang merupakan sistem persenjataan yang memiliki spesialisasi berbeda-beda. Berikut ini adalah lanjutan dari jenis-Jenis Kapal Perang yang banyak digunakan oleh angkatan laut darii berbagai negara. 

Kapal Perusak Berpeluru Kendali

adalah Kapal Perusak Berpeluru Kendali yang merupakan suatu jenis kapal perusak yang  dipersenjatai dengan peluru dan biasanya juga dilengkapi dengan senjata anti kapal permukaan, kapal selam hingga anti pesawat udara.  Kapal perusak jenis ini biasanya dilengkapi dengan sistem peluncur peluru yang berjumlah dua unit  Sistem Peluncur Vertikal. Sesuai dengan tuntutan jaman, kapal jenis perusak berpeluru kendali saat ini dilengkapi dengan sistem radar yang canggih sehingga memiliki pertahanan yang cukup mumpuni.

Kapal Siluman
Sebagaimana pesawat siluman, kapal Siluman yang juga dikenal dengan nama Stealth Ship KRI Klewangmerupakan satu jenis kapal yang tidak bisa ditangkap oleh radar alias ia sama sekali tidak kasat. Meskipun tertangkap oleh radar, jenis kapal ini biasanya akan nampak layaknya kapal nelayan atau terlihat sebagaimana objek yang sama sekali tidak menimbulkan bahaya.
Kapal jenis ini sengaja dibangun dengan cara melakukan suatu proses modifikasi kapal perang yang biasa digunakan oleh para militer dengan adanya upaya menyembunyikan adanya tonjolan atau bangun dari kapal yang dapat menyembunyikan citra dari radar, misalnya saja dari sisi bentuk, kemudian dudukan dan juga letak dari meriam, selain itu juga dengan mengurangi tiang tiang kapal.
Juga berupaya menyembunyikan peluncur rudal hingga upaya memakai suatu bahan anti radar.


Kapal Penyapu Ranjau

Kapal penyapu ranjau  merupakan sebuah kapal perang laut dengan ukuran kecil yang sengaja dirancang untuk tujuan mencari dan menetralkan ranjau kapal yang tertanam di bawah laut.  Untuk Kapal Penyapu Ranjaumenjalankan fungsinya, kapal ini memiliki pelampung berbentuk torpedo  yang diletakkan di ujung belakang kapal. Pelampung itu terhubung dengan kabel yang mengikat pemberat pertama di bawahnya. Pemberat itu sendiri juga terkait dengan kabel lain yang tajam dan terhubung ke pemberat kedua. Bagian belakang kapal terhubung dengan pemberat kedua. Kabel tajam inilah yang akan memotong kabel penghubung ranjau laut dengan jangkar ranjau. Saat kabel ranjau terputus, ranjau akan naik ke permukaan laut. Biasanya, temuan ranjau ini diambil untuk dipelajari, atau bias juga langsung dihancurkan kapal perang yang biasanya berlayar di belakang penyapu ranjau.


Kapal Cepat Rudal
Selanjutnya adalah kapal cepat rudal yang menjadi kapal pemukul reaksi cepat yang sangat mengutamakan unsur pendadakan di dalam proses pelaksanaan tugasnya. Kapal perang jenis ini memiliki misi menyerang secara lebih cepat, kemudian menghancurkan target hanya dalam sekali pukul. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk menghindar dari adanya serangan dari pihak lawan hanya dalam waktu singkat. Kapal ini secara umum mempunyai panjang antara 40 sampai dengan 60 meter. Selain itu, juga dilengkapi dengan peluru kendali di dalamnya. Bahkan, kapal perang ini mempunyai kecepatan bermanufer yang amat cepat.

Kapal Mistral

Kapal Kelas Mistral termasuk dalam kapal serbu amfibi. Mistral adalah bahasa Prancis untuk memberi kode “projection and command ships”. Dan sesuai namanya kapal ini memang dirancang sebagai pusat komando, basis operasi helikopter, mengangkut kendaraan militer, termasuk tank, dan Kapal Mistraluntuk rumah sakit laut. Prancis mulai mengembangkan kapal kelas ini pada tahun 1997 sejalan dengan National Concept for Amphibious Operations. Kapal pertama dirancang oleh General Delegation for Armaments and French naval defense and energy group DCNS.
Pada bulan Oktober 2004, pertama kapal serbu amfibi Angkatan Laut Perancis, Mistral, diluncurkan di galangan kapal Brest di Perancis barat. Kapal ini memiliki bobot 21.300 metrik ton dan panjang 210 meter (sekitar 700 kaki) dan lambung kapal masing-masing 30 meter. Lambung kapal tidak memiliki armor plating. Mistral dapat mencapai kecepatan maksimum lebih dari 18 knot (sekitar 33 kilometer per jam) dan memiliki jangkauan maksimum hingga 20.000 mil laut (sekitar 37.000 kilometer).
Kapal ini membawa 160 awak dan dapat mengangkut 450 tentara. Selain itu juga membawa 16 helikopter dan enam di antaranya bisa dikerahkan secara bersamaan dari dek kapal. Hanggar helikopter, dengan kapasitas penyimpanan yang efektif dengan luas sekitar 1.800 meter persegi, terletak di bawah dek penerbangan dan pada bagian buritan kapal. Setiap kapal kelas Mistral memiliki dock internal dengan luas total sekitar 2.650 meter persegi untuk menampung dua hovercraft seberat 95 ton atau empat kapal pendarat yang lebih kecil.  Setiap kapal ini memiliki ruang pusat  komando dan kontrol seluas 850 meter untuk mengkoordinasikan berbagai operasi militer skala apapun, termasuk misi terpisah.

Amphibious assault ship / Kapal Serbu Amfibi
Kapal serbu amfibi adalah jenis kapal perang amfibi yang digunakan untuk mendaratkan dan mendukung pasukan darat di wilayah musuh dengan serangan amfibi. Desain kapal amfibi ini Kapal Serbu Amfibiberevolusi dari kapal induk yang dikonversi untuk sebagai kapal induk helikopter. Kapal perang amfibi modern biasanya mendukung kapal pendarat amfibi.
Peran kapal serbu amfibi pada dasarnya berbeda dari kapal induk standard: fasilitas aviasinya memiliki peran utama sebagai tempat helikopter untuk mendukung pasukan di darat daripada serangan udarat. Namun, beberapa dapat memainkan peran kontrol di laut. Sebagian besar kapal ini juga dapat membawa atau mendukung kapal pendarat, seperti pesawat pendarat udara (hovercraft) atau LCU.  Istilah kapal serbu amfibi sering digunakan secara bergantian dengan klasifikasi kapal lainnya. Ini berlaku untuk semua kapal amfibi dek besar seperti Landing Platform Helicopter (LPH), Assault Landing Helicopter (LHA), dan Dock Helikopter
Share:

Senin, 10 Februari 2020

Panglima TNI Pimpin Sertijab Danjen Akademi TNI dan Asops TNI

Panglima TNI Pimpin Sertijab Danjen Akademi TNI dan Asops TNI


 
Sertijab Danjen Akademi TNI dan Asops TNI
Sertijab Danjen Akademi TNI dan Asops TNI

Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada hari ini, senin (10/2/2020) memimpin acara serah terima jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Dalam acara yang bertempat di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur tersebut terjadi serah terima jabatan antara lain:
  1. Danjen Akademi TNI dari Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos. kepada Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han)
  2. Asops Panglima TNI dari Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. kepada Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P.,

Di dalam acara tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa peran Akademi TNI untuk membentuk perwira TNI yang berkualitas dan memiliki potensi pengembangan yang luas dan positif. Para perwira TNI tersebut nantinya akan diisi dengan pengalaman melalui berbagai tugas serta pengetahuan dan ketrampilan melalui berbagai jenjang pendidikan dan latihan sebagai pemimpin-pemimpin TNI di masa mendatang. Kedepan TNI akan menghadapi spektrum ancaman yang jauh lebih kompleks dan mungkin belum terbayangkan saat ini.

Dalam bidang operasi¸ Panglima TNI mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan oleh TNI harus lebih bersifat multi dimensi. Saat ini sulit ditemukan operasi yang tidak membutuhkan ataupun terkait dengan lintas matra dan bahkan lintas kementrian dan lembaga. Konsep operasi tersebut harus mampu menjawab bagaimana peran yang dapat dilakukan oleh semua pihak yang terkait, tentunya hal ini akan semakin mudah dengan adanya Kogabwilhan TNI yang telah mulai operasional.

Panglima TNI mengingatkan bahwa upaya mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan tangguh memerlukan pemahaman yang utuh dan konsistensi pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Rapim TNI menjadi titik tolak melaksanakan program-program tahun 2020 dengan melihat evaluasi program yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.

Program-program tersebut telah dirumuskan dengan proyeksi TNI harus dapat melaksanakan tugas pokoknya dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis serta spektrum ancaman yang kian kompleks. Program tersebut telah dicanangkan oleh Panglima TNI dan masuk dalam 11 program prioritas sejak tahun 2017. Untuk memenuhi 11 program prioritas tersebut dibutuhkan upaya yang lebih intensif seperti penyempurnaan organisasi, peningkatan kualitas prajurit dan sistem manajemen pengelolaannya, pengembangan sistem operasi tri matra terpadu, penguatan diplomasi militer, pembangunan ketiga matra dan seterusnya harus dicermati agar berjalan secara maksimal. 

Diakhir sambutannya,  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian Letjen TNI Ganip Warsito dan Laksdya TNI Aan Kurnia. (Puspen TNI)

Share:

Selasa, 04 Februari 2020

Jenis Kapal Perang Yang Banyak Digunakan Di Dunia

Jenis Kapal Perang Yang Banyak Digunakan Di Dunia


Kapal perang merupakan salah satu sistem persenjataan utama yang dikembangkan sejak dahulu kala. Ketika itu banyak gangguan terhadap kapal-kapal barang ataupun penumpang yang sedang berlayar, sehingga dibutuhkan kapal-kapal pengawal yang dilengkapu dengan persenjataan untuk berperang. Selain itu, banyak juga kerajaan yang menggunakan kapal untuk menyerang negara lainnya.  Sampai dengan saat ini, perkembangan kapal perang berjalan dengan cukup pesat. Baik dari bahan pembuatnya, persenjataan, sistem pertahanan dan kemampuan lainnya menjadikan kapal perang menjadi sistem alutsista yang menjadi andalan dalam peperangan modern. Dan saat ini, kapal perang memiliki beberapa varian dengan fungsi dan kemampuan yang beraneka ragam. Berikut ini adalah gambaran dari berbagai jenis kapal perang yang ada di dunia.

Kapal Induk/ Capital ship
Kapal IndukKapal Induk yang biasa disebut dengan istilah  Capital ship atau Carrier Vessel merupakan  salah satu jenis kapal perang yang di dalamnya mampu memuat pesawat tempur dalam jumlah yang relatif besar.   Fungsi utama dari kapal induk adalah sebagai pangkalan dan pemindah kekuatan udara sebagai sebuah pendukung operasi Angkatan Laut. Di samping itu, juga digunakan sebagai pusat komando untuk operasi dan juga sebagai kekuatan yang memberikan efek gentar kepada pihak lawan.
Kapal induk  memiliki fleksibilitas tempur yang cukup tinggi karena harus mempu membawa kekuatan tempur utama dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan jarak yang cukup jauh. Selain berfungsi sebagai carrier, kapal induk juga dapat di gunakan sebagai pusat operasi/ pangkalan utama, penyerang dan pengintai.  Mengingat ukurannya yang cukup besar, untuk mengoperasikan kapal ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga tidak semua negara mampu untuk menggunakan kapal jenis ini.

Kapal Jelajah Tempur
Kapal jelajah tempur yang juga dinamakan dengan Battle Cruiser merupakan sebuah kapal tempur yang memiliki ukuran besar serta  mempunyai persenjataan yang cukup banyak. Kapal ini memiliki kemampuan jelajah yang cukup bagus karena menggunakan lapisan baja yang secara ukuran relatif lebih tipis sehingga leboh ringan untuk bermanuver. Hanya saja persenjataan kapal ini juga tidak secanggih kapal-kapal lainnya karena tuntutan mobilitas tadi.

Kapal Jelajah Pesawat Terbang

Kapal jenis ini juga dikenal dengan Cruiser-Carrier 1930 an yang awalnya adalah suatu konsep eksperimental dalam menciptakan suatu kapal perang all around. Konsep dari kapal ini adalah suatu upaya untuk menggabungkan keseluruhan fitur yang terbaik dari suatu kapal induk dan juga kapal penjelajah berat.

Kapal Fregat

Kapal Fregat atau Pergata merupakan salah satu jenis kapal perang yang memiliki kemampuan untuk melakukan suatu pelayaran jarak jauh. Akan tetapi, ia juga dibuat untuk bisa mempertahankan diri dari berbagai serangan musuh. Pada jaman dulu, Fregat disiapkan untuk menjaga atau mengawal armada armada dagang. Kapal ini pada awalnya bersenjatakan meriam pada setiap sisinya dan memiliki pusat komando di dalamnya. Kapal jenis ini muncul ketika berbagai Negara maritim misalnya Belanda, Inggris, Spanyol dan juga Portugis membutuhkan suatu kapal perang yang lebih gesit, lebih lincah dan juga lebih ringan apabila dibandingkan dengan jenis Galleon.

KRI Ahmad Yani 351Di jaman modern saat ini,  kapal jenis Fregat menjadi lebih banyak digunakan patroli samudra meskipun kadangkala juga masih difungsikan  untuk mengawal armada dagang dan juga tangker. Kapal Fregat  modern, pada umumnya dilengkapi dengan jenis meriam yang multi fungsi,  torpedo dan juga rudal dari permukaan satu ke permukaan yang lain atau rudal dari permukaan udara. Secara lebih khusus, Fregat ini terbagi menjadi beberapa manfaat atau fungsi, ada yang khusus anti kapal selam, ada yang anti kapal permukaan, ada yang fungsinya adalah patroli dan ada juga yang fungsinya adalah untuk pertahanan udara. Sistem senjata serta elektronika pada masing-masing fregat tersebut kemudian disesuaikan dengan hasil yang lebih spesifik. Secara umum kapal-kapal perang jenis fregat memiliki bobot di atas 4000 ton, panjang melebihi 125 meter dan memiliki kemampuan peperangan anti serangan udara, anti kapal permukaan sampai memburu dan menghancurkan kapal selam

Kapal Korvet/ Aviso
Kapal Korvet adalah salah satu jenis kapal perang yang ukurannya   lebih kecil jika dibandingkan dengan kapal Fregat namun apabila dibandingkan dengan kapal penjaga pantai, dimensi kapal ini Kapal Korvet Gowindlebih besar meskipun kadangkala juga dimasukkan dalam katagori kapal patroli.  Pada awalnya, kapal ini digunakan oleh Angkatan Laut Negara Perancis dengan persenjataan  meriam sampai dengan 20 buah.  Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, kapal korvet dapat digunakan untuk melakukan operasi penyergapan atau penyerbuan secara cepat dan mandiri.
Kapal ini juga bisa difungsikan sebagai kapal pengawal sebagaimana frigat namun memiliki keunggulan dalam bermanufer karena ukurannya yang lebih kecil.  Saat ini, kapal korvet sudah diengkapi dengan persenjataan yang relatif modern termasuk  rudal sehingga mampu mengimbangi berbagai jenis kapal perang lainnya.

Kapal Perusak
Kapal Perusak atau yang biasa dikenal dengan istilah Destroyer adalah sebuah kapal perang yang memiliki kemampuan untuk bergerak dengan lincah dan juga cepat serta memiliki manuver khusus. Kapal PerusakAdapun fungsi atau kegunaan dari adanya kapal perusak ini adalah untuk kepentingan proteksi armada kapal perang yang memiliki ukuran lebih besar seperti kapal induk, kapal tempur atau kapal penjelajah dari berbagai ancaman serangan seperti peralatan perang misalnya kapal selam, kapal torpedo ataupun pesawat terbang.
Pada awalnya, kapal perusak tidak memiliki kemampuan bertahan yang cukup bagus, sehingga sering beroperasi secara bersama-sama atau berkelompok.  Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan bertahan kapal ini terus ditingkatkann sehingga mampu beroperasi secara mandiri.
Di awal abad yang ke 21, kapal perusak  bermetamorfose menjadi suatu kapal perang permukaan paling berat dengan kegunaan yang multifungsi. Untuk persenjataan, biasanya kapal ini memiliki senjata yang cukup mupuni bahkan ada yang dilengkapi dengan  misil nuklir yang bisa  mdenghancurkan suatu kota dengan waktu yang cukup singkat.


Share:

Rabu, 29 Januari 2020

Blackburn Ripon-England

Blackburn Ripon-England


Blackburn Ripon
Blackburn Ripon merupakan salah satu pesawat yang dirancang sebagai torpedo bomber/ reconnaissance bomber dengan sayap rendah dan memiliki dua tempat duduk. Pesawat ini memiliki keunggulan untuk bisa dioperasikan dari atas kapal induk dan bisa digunakan sebagai pesawat pengebom dan anti kapal selam/permukaan. 

Dibuat untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Inggris, pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 17 April 1926 dan dibuat sebanyak 92 unit. Angkatan Laut Inggris mengoperasikan Blackburn Ripon dari tahun 1929 sampai dengan tahun 1935.
Selain Inggris, pesawat ini juga dibuat secara lisensi oleh Finlandia. Sebanyak 25 unit Blackbur Ripon ikut digunakan dalam Perang Dunia II, bertempur melawan pasukan Uni Soviet sebelum kemudian akhirya dipensiunkan oleh AU Finlandia pada tahun 1944

 Blackburn Ripon


Spesifikasi Pesawat Blackburn Ripon :
Jumlah awak : 2
Panjang : 11.20 m
Rentang Sayap : 13.67 m
Tinggi : 3.91 m
Berat kosong : 1,878 kg
Berat Isi : 3,310 kg
Mesin : 1 × Bristol Perseus XII mesin radial, 890 hp (664 kW)
Kecepatan maksimal : 179 km/h
Jarak jangkauan : 660 km
Service ceiling : 3,050 m
Persenjataan:
     Senjata api
     4 × Senapan mesin Browning 0.303 inchi (7,7 mm)  di depan dengan 600 peluru
           per senapan
     1 × Senapan mesin Vickers K atau Lewis 0.303 inchi (7,7 mm) pada belakang 
          kokpit yang dapat digerakkan secara fleksibel
     Bom: 
     1 × bom semi penembus perisai 500 pon (230 kg) dibawah badan pesawat, atau
     8 × bom latihan 30 pon (14 kg) dibawah sayap


Share:

Selasa, 21 Januari 2020

Singapura Borong Jet Tempur Siluman F-35B

Singapura Borong Jet Tempur Siluman F-35B 
untuk Meningkatkan Pertahanannya



Jet Tempur F-35
Kemampuan pertahanan keamanan negara tetangga kita, Singapura akan semakin meningkat seiring dengan rencana negara tersebut untuk membeli satu skadron jet tempur siluman F-35B dari Amerika Serikat. Apabila keinginan itu bisa terlaksana, maka posisi Singapura setara dengan Ingggris, Australia, Israel, Polandia, Uni Emirat Arab, Finlandia, Swiss, Korea Selatan dan sejumlah sekutu dekat AS lainnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat  sudah menyatakan persetujuannya untuk menjual pesawat tersebut ke salah satu negara mitranya di Asia Tenggara itu.  Usulan penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat.
“Singapura adalah sahabat utama dan strategis dalam bidang keamanan dan menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan perkembangan ekonomi di kawasan Asia Pasifik," demikian isi pernyataan Badan Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan (DSCA) AS. Menurut rilis pers DSCA tertanggal Kamis (9/1/2020), keputusan untuk menjual belasan pesawat canggih generasi kelima Amerika itu masih menunggu persetujuan Kongres.  Pada debat Komite Pasokan pada bulan Maret, Kementerian Pertahanan akan mengeluarkan Surat Permintaan kepada AS mengenai pembelian tersebut.  

Keinginan negara yang berada di antara Indonesia dan Malaysia tersebut untuk memborong F-35 sebenarnya sudah disampaikan sejak awal tahun 2019. Dimana saat itu Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen mengatakan bahwa pesawat siluman generasi ke 5 tersebut cocok untuk menggantikan armada pesawat F-16 yang dianggap sudah uzur.

Secara resmi, Singapura sudah mengajukan permintaan kepada Amerika untuk membeli empat jet tempur F-35B pada tahap awal untuk uji coba, dan delapan unit tambahan untuk tahap selanjutnya dengan nilai kontrak pembelian sebesar US$2,75 miliar (sekitar Rp37,5 triliun). Untuk harga per unit,   F-35 B dibanderol sekitar US$122 juta. Nilai tersebut akan membengkak apabila ditambah dengan perlengkapan-perlengkapan tertentu, yang perinciannya hanya diketahui pabrikan dan pemesan dengan alasan rahasia.
Share:

Rabu, 15 Januari 2020

TNI AL Gelar Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593

Mengenang Pertempuran Laut Aru
TNI AL Gelar Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593


Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593
TNI Angkatan Laut melaksanakan tabur bunga, dalam mengenang peristiwa pertempuran Laut Arafuru atau lebih dikenal dengan Hari Dharma Samudera, yang terjadi pada 15 Januari 1962. Upacara tabur bunga mengenang kepahlawanan Yos Soedarso dan para pahlawan laut lainnya ini, dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., di Geladak Heli KRI Banda Aceh-593 yang sandar di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/1).

Peringatan mengenang peristiwa tenggelamnya RI Matjan Tutul dalam pertempuran dengan kapal AL Belanda, dilaksanakan secara serentak dan bersamaan oleh seluruh prajurit TNI AL yang berdinas di KRI maupun Pangkalan. Dikatakan Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dalam amanatnya antara lain mengatakan bahwa kegiatan tersebut di kumandangkan, "Kobarkan Semangat Pertempuran" yang diserukan oleh Komodor Yos Sudarso mengiringi perlawanan RI Matjan Tutul menghadang armada musuh yang lebih unggul. KRI Matjan Tutul tenggelam secara ksatria sebagai kusuma bangsa.

“Pengorbanan Pahlawan Samudera itu justru mengobarkan sentimen nasional untuk segera mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi dan berhasil diwujudkan pada tanggal 1 Mei 1963,” ungkap Kasal.

Dalam acara tersebut dihadiri juga tokoh agama yang membacakan doa saat pelarungan bunga, di antaranya Ibnu Abidin (Islam), KH Ahmad Jailani (Islam), Pendeta Liesye Patiapun (Kristen), Pendeta Rut Tentero (Kristen), Romo Johan Ferdinand (Katholik), Romo Henarsono (Katholik), Gusti Made Dana (Hindu), Ida Bagus Khayana (Hindu), Budha Posha (Budha), Sasana Raharja (Budha), Wandi (Khonghucu), Lie Supriadi (Khonghucu).

Turut hadir para sesepuh TNI AL mulai para Kepala Staf Angkatan Laut dari masa ke masa, para purnawirawan yang pernah menjabat sebagai Panglima Armada RI maupun Pangkolinlamil, para purnawirawan TNI AL yang pernah menjabat sebagai Komandan Korps Marinir, hingga menghadirkan keluarga pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru.

Tujuan dilaksanakannya upacara tabur bunga adalah agar warisan nilai-nilai pengabdian dan pengorbanan para pahlawan laut tersebut dapat diteruskan generasi penerus TNI AL dalam pengabdiannya untuk kejayaan TNI AL, bangsa dan negara. Selain itu juga peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan sebuah refleksi penghormatan dan penghargaan generasi penerus TNI AL terhadap para pejuang TNI AL yang telah rela berkorban untuk kejayaan bangsa Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan personel TNI AL wilayah Jakarta ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Mintoro Yulianto, S.sos., M.Si., Pejabat Utama Mabesal, para Pimpinan Kotama TNI AL, para Kepala Dinas Mabesal, serta pejabat terkait lainnya.

Dikesempatan itu pula, Kasal memberikan Tali Asih kepada ahli waris pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru. Serta memberikan sertifikat, piala dan uang pembinaan kepada para juara penulisan Sejarah Satuan, juara penulisan esay dan juara lomba foto kategori wartawan dan umum serta juara lomba video dalam rangka Hari Dharma Samudera Tahun 2020. (Fb: Pusat Penerangan TNI)

Share:

Support