Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Senin, 27 Mei 2019

Super Tucano

 EMB 314 Super Tucano



Niatan Indonesia untuk menjadi produsen pesawat tempur rupanya sudah didahului oleh Brazil. Sama-sama negara yang mendapat julukan negara dunia ketiga. Bahkan pada tahun 2012 kemarin, Indonesia sudah membeli pesawat dari negeri samba tersebut. 

Pesawat tempur yang diproduksi di Brazil itu bernama MB 314 / A-29 Super Tucano. Sebuah  pesawat tempur ringan bermesin Pratt & Whitney Canada PT6A-68C Turbo Propeller ini memiliki sayap yang rendah (low wing). Namun demikian, pesawat ini memiliki kemampuan sebagai COIN (Counter Insurgency) atau pesawat serang antigerilya.oleh karena itu pesawat ini cocok untuk mendukung misi-misi pengintaian, close air support, dan penumpasan pemberontak. EMB-314 Super Tucano terdiri dari dua versi, tipe A-29ALX (kursi tunggal) dan AT-29B (kursi ganda)

Adalah Embraer, sebuah pabrik pesawat di Brazil yang memiliki lisensi untuk memproduksi pesawat yang ditakuti kartel narkoba di negeri yang berada di Amerika Selatan tersebut. Selain Brazil sendiri,Super Tucano juga di miliki oleh negara-negara lain di sekitarnya seperti AU Kolombia, Chili, Republik Dominika dan Ekuador.

Pesawat ini laris manis di benua “Amerika Coret” karena memang diperuntukkan untuk kondisi lingkungan di Amazon, Brazil. ALX diciptakan untuk mampu beroperasi disegala kondisi cuaca, siang dan malam, misi dari pangkalan terpencil dan tak beraspal tanah landasan pacu dengan sedikit dukungan. Dan saat ini, banyak negara-negara di Asia yang sudah mulai menggunakannya.

Selain sebagai pesawat latih tingkat dasar dan lanjutan, Super Tucano juga dapat dioperasikan sebagai pesawat patroli perbatasan dan counter-insurgency operations (operasi penumpasan pemberontakan). Pesawat sanggup bermanuver hingga +7g dan -3.5g. Sebagai perbandingan, jet tempur F-16 dan Sukhoi Su-27/Su-30 sanggup bermanuver hingga 9g. Semakin besar gaya g (gravitasi) menandakan tingkat manufer pesawat yang bersangkutan cukup tinggi, dan sangat ideal untuk bertarung secara dog fight. Level 7g di EMB-314 Super Tucano sebanding dengan F-5E Tiger, terbilang cukup lincah dan memberikan tingkat survivability cukup tinggi.

Ukurannya yang kecil sanggup mereduksi sinyal radar dan visual, dikombinasi dengan kecepatan yang tinggi dan lincah dalam bermanuver memberikan tingkat survivability cukup tinggi. Tingkat keamanannya pun bertambahan berkat pelindung baja disekitar kokpit dan critical systems redundancy. Untuk keselamatan, pilot dilengkapi kursi lontar Martin Baker dengan pola zero-zero

Sebagaimana jenis pesawat ringan yang lain,  pesawat ini bisa digunakan  untuk mengantisipasi taktik perang gerilya dan cocok untuk melakukan serangan udara-darat. Menurut sumber TNI AU yang sudah menggunakannya, pesawat ini memiliki Service life 12.000 hingga 18.000 jam, dapat dioperasikan malam hari, bahkan mampu take off dan landing pada landasan minimal 1500 meter.

Untuk persenjataan, pesawat ini dilengkapi oleh SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7mm jenis FN Herstal M3P yang ditempatkan di setiap sayap. Selain itu, terdapat juga 5 buah cantelan dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg. Semua cantelan bisa dipasang bom sejenis Mk 81 dan Mk 82, peluncur roket, dan bom berpemandu laser sekelas Maverick.
EMB-314 Super Tucano juga dibekali sistem FLIR (Forward Looking Infrared), mengadopsi tipe StarSAFIRE III yang ditempatkan di bawah bodi pesawat. Sistem ini memungkinkan awak membidik sasaran, navigasi, dan identifikasi sehingga bisa melakukan pengawasan dan penyerangan saat siang dan malam hari dan dalam kondisi cuaca apapun.

Untuk kelengkapan navigasi, Super Tucano juga dilengkapi  dengan INS (Inertial Navigation and Attack System), GPS (Global Positioning System), Laser Rng Gyro, Radar Altimeter, dan Traffic Allerting and Collision Avoidance System (TCAS) yang dapat memberi petunjuk secara tepat dan akurat. Juga terdapat anti-interception and jamming sinyal radio V/UHF dan juga fuel alarms

Spesifikasi Super Tucano:
- Panjang badan: 11,38 m
- Rentang sayap: 11,14 m
- Tinggi: 3,97 m
- Area sayap: 19,4 m² (209 sq ft)
- Berat kosong: 3.200 kg
- Berat maksimum saat lepas landas: 5.400 kg
- Mesin: 1x Pratt & Whitney Canada PT6A
- Kapasitas bahan bakar: 695 liter
- Kecepatan jelajah: 530km/jam
- Kecepatan maksimum: 590 km/jam
- Jangkauan terbang: 2.855 km
- Langit-langit batas: 10.668 m
- Kemampuan menanjak: 24 meter/detik



Share:

Support