Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Kamis, 10 Oktober 2019

Operation Peace Spring : Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah


Operation Peace Spring
Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah



Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan operasi militer di wilayah Suriah timur laut utara yang diduduki Kurdi  dengan nama "Operation Peace Spring", Rabu (9/10/2019). Setelah pengumuman melalui twitter tersebut, dilanjut dengan menggunakan jet tempur dan artileri yang menargetkan posisi Kurdi di sepanjang perbatasan yang kemudian dilanjut dengan serangan darat.

Melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan Pemerintah Turki, serangan tersebut bertujuan untuk area Suriah utara dan timur laut dari unsur-unsur "teroris" dan menciptakan apa yang disebut "zona aman" di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki dapat dimukimkan kembali di sana. Ankara menganggap Kelompok Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang membentuk tulang punggung SDF, kelompok "teroris" yang terkait dengan separatis Kurdi di Turki.

Serangan tersebut, tak pelak melibatkan kelompok lain, yaitu Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi yang dibentuk untuk memerangi ISIS yang berada di kubu Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan milisi pemberontak Suriah pro-Turki. Pimpinan milisi Kurdi di Suriah sendiri telah mengumumkan untuk mobilisasi umum bagi seluruh warga sipil untuk bergerak menuju ke perbatasan Turki dan melakukan perlawanan bersenjata. Mereka juga berusaha minta bantuan AS yang selama ini merupakan sekiti mereka ketika memerangi ISIS.   

Tentara Amerika Serikat sendiri, sebalumnya sudah ditarik dari Suriah timur laut pada hari Minggu sebelum "Operation Peace Spring" dilancarkan. Sebuah tindakan yang membuahkan kritikan keras, baik dari dalam maupun luar negeri. Trump dianggap memberi persetujuan secara tidak langsung karena menarik pasukannya tersebut.  Setelah mendapat berbagai tekanan atas sikap Pemerintah AS terhadap serangan Turki, akhirnya pada Senin 14  Oktober pihak AS mengumumkan sanksi untuk menghukum Turki karena tindakan ofensifnya tersebut. Dan sanksi tersebutpun berbalas. Kementerian luar negeri Turki sedang mempersiapkan sanksi pembalasan terhadap Amerika Serikat. 

Sementara itu, demi menghadapi serangan Turki atas sekutunya, Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan pimpinan Presiden Bashar al-Assad bergerak menuju front perang di utara. Respon tersebut dilakukan setelah Pemerintah Suriah membuat kesepakatan dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori Kurdi untuk menangkis serangan Turki. Tindakan tersebut juga diikuti oleh Rusia yang mengumumkan bahwa pasukannya mulai dikerahkan ke garis depan konflik di Suriah bagian utara untuk membantu tentara Bashar al-Assad. Sebagaimana dilansir dari Newsweek, Rabu (16/10/2019), Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Rusia untuk Suriah mengatakan bahwa Kremlin "tidak akan membiarkan" Turki bentrok dengan tentara al-Assad.


Share:

Selasa, 08 Oktober 2019

BLACKBURN B-24 "SKUA"

BLACKBURN B-24 "SKUA" – INGGRIS



BLACKBURN B-24
Blackburn Skua dirancang untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Inggris pada tahun 1934. Dirancang sebagai fighter sekaligus dive bomber, pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 9 Februari 1937 dan mulai digunakan secara operasional pada bulan November 1938. Skua diproduksi sebanyak 192 unit.

BLACKBURN B-24 SKUASebagai fighter, Blackburn Skua sebetulnya tidak efekif karena berukuran besar dengan mesin yang kurang bertenaga sehingga kecepatan terbangnya terhitung lamban. Namun Skua adalah pesawat Inggris pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat Jerman dalam Perang Dunia II. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 September 1939 ketika tiga Skua dari kapal induk HMS Ark Royal berhasil menembak jatuh sebuah flying boat Dornier Do 18 di atas Laut Utara. Skua juga menjadi dive bomber pertama yang berhasil menenggelamkan kapal perang musuh dalam Perang Dunia II ketika pada bulan April 1940 kapal perang Konigsberg dari AL Jerman tenggelam di perairan Norwegia setelah mendapat serangan dari 16 pesawat Blackburn Skua AL Inggris.

BLACKBURN SKUASelain pertempuran di Norwegia, Blackburn Skua juga digunakan dalam pertempuran di Perancis dan Mediterania. Namun pesawat ini tidak mampu bertahan dari serbuan pesawat tempur Jerman seperti Me 109 dan banyak yang berhasil ditembak jatuh. Oleh karena itu maka pada tahun 1941 Skua ditarik dari skadron-skadron tempur garis depan dan digantikan oleh Fairey Fulmar. Skua kemudian digunakan oleh skadron-skadron latih AL Inggris sampai dengan tahun 1945.

Specifications :
Crew : 2
Length : 10.85 m
Wingspan : 14.07 m
Height : 3.79 m
Empty weight : 2,490 kg
Loaded weight : 3,732 kg
Powerplant : 1 x 905 hp Bristol Perseus XII radial engine
Maximum speed : 362 km/h
Range : 1,287 km
Service ceiling : 6,157 m
Armament : 5 x 7.7mm machine guns and 1 x 227 kg (500 lb) bomb
Share:

Support