Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Selasa, 11 Juni 2019

SD.KF.Z231 Panser Legendaris Jerman

 SD.KF.Z231 
Panser Legendaris Jerman
 
 
 
Panser SD.KF.Z231
Panser yang dibuat dengan menggunakan sasis truk taktis 6-roda sebagai dasarnya ini dobuat oleh Wa Prüf 6 - Panzer- und Motorisierung sabteilung (Kantor Desain Otomotif Waffenamt). Kantor desain ini sendiri mendapat pesanan dari  Reichswehr (Angkatan Bersenjata Jerman sebelum Wehrmacht) untuk mulai membangun kendaraan pengintai lapis baja .

Setelah melalui berbagai riset dan uji coba, akhirnya jadilah "keluarga" kendaraan pengintai berat Sd.Kfz.231, Sd.Kfz.232, dan Sd.Kfz.263. Kendaraan produksi pertengahan - seperti halnya Sd.Kfz.231 di atas – ini dilengkapi dengan senapan mesin yang dipasang di sebelah kanan kanon utama. 

Kendaraan ini juga mempunyai rol penggulung kecil di bagian depan bawah sebagai pencegah manakala dia tersangkut tak bisa bergerak ketika masuk ke parit - sama fungsinya seperti penggulung di M3A1 milik Amerika Serikat. Di bagian tengah bawah juga dipasang alat rol yang sama untuk mencegah tersangkut di puncak tanjakan saat menempuh jalur off-road.

Rangka berbentuk bendera di bagian spatbor kendaraan yang berada di depan berguna sebagai dudukan panji warna. Panji warna semacam ini biasanya dipakai saat berlangsungnya latihan perang-perangan.Sd.Kfz.231 didesain untuk mampu menangkal peluru dibawah kaliber 8mm sampai jarak 30m, sementara mesin di bagian samping dan belakangnya dilindungi lapisan baja sampai setebal 10mm (bagian depan, samping dan belakang lainnya berketebalan 8mm, sementara atap dan dek belakang 5mm). 

Panser SD.KF.Z231 JermanDisini kita melihat kendaraan Schwerer Panzerspähwagen produksi akhir, dimana lampu penanda beloknya telah dipindahkan ke bagian fender dan rel pelindungnya ditiadakan. Sd.Kfz.231 di atas dilengkapi dengan penangkal asap yang mulai ditambahkan dari sejak awal tahun 1942. Seri Sd.Kfz.231 mempunyai awak 4 orang, kecepatan sampai 85km/jam, serta setir unik di depan dan belakang yang memampukannya jalan maju dan atret (mundur) dengan kecepatan yang sama! Kubah yang dapat diputar penuh dilengkapi dengan senapan mesin MG 34 7,92mm serta meriam kecil 20mm. 

Pada awalnya, sebuah KwK30 ikut dipasang juga, tapi kemudian digantikan oleh KwK38 bulan Juli 1942. Hal ini menambah rate tembakannya dari 280 peluru menjadi 450 peluru/menit, yang dapat dipakai membabat pasukan infanteri lawan sampai jarak 1200 meter dan juga kendaraan tempur sampai jarak 600-1000 meter.

Share:

Senin, 27 Mei 2019

Super Tucano

 EMB 314 Super Tucano



Niatan Indonesia untuk menjadi produsen pesawat tempur rupanya sudah didahului oleh Brazil. Sama-sama negara yang mendapat julukan negara dunia ketiga. Bahkan pada tahun 2012 kemarin, Indonesia sudah membeli pesawat dari negeri samba tersebut. 

Pesawat tempur yang diproduksi di Brazil itu bernama MB 314 / A-29 Super Tucano. Sebuah  pesawat tempur ringan bermesin Pratt & Whitney Canada PT6A-68C Turbo Propeller ini memiliki sayap yang rendah (low wing). Namun demikian, pesawat ini memiliki kemampuan sebagai COIN (Counter Insurgency) atau pesawat serang antigerilya.oleh karena itu pesawat ini cocok untuk mendukung misi-misi pengintaian, close air support, dan penumpasan pemberontak. EMB-314 Super Tucano terdiri dari dua versi, tipe A-29ALX (kursi tunggal) dan AT-29B (kursi ganda)

Adalah Embraer, sebuah pabrik pesawat di Brazil yang memiliki lisensi untuk memproduksi pesawat yang ditakuti kartel narkoba di negeri yang berada di Amerika Selatan tersebut. Selain Brazil sendiri,Super Tucano juga di miliki oleh negara-negara lain di sekitarnya seperti AU Kolombia, Chili, Republik Dominika dan Ekuador.

Pesawat ini laris manis di benua “Amerika Coret” karena memang diperuntukkan untuk kondisi lingkungan di Amazon, Brazil. ALX diciptakan untuk mampu beroperasi disegala kondisi cuaca, siang dan malam, misi dari pangkalan terpencil dan tak beraspal tanah landasan pacu dengan sedikit dukungan. Dan saat ini, banyak negara-negara di Asia yang sudah mulai menggunakannya.

Selain sebagai pesawat latih tingkat dasar dan lanjutan, Super Tucano juga dapat dioperasikan sebagai pesawat patroli perbatasan dan counter-insurgency operations (operasi penumpasan pemberontakan). Pesawat sanggup bermanuver hingga +7g dan -3.5g. Sebagai perbandingan, jet tempur F-16 dan Sukhoi Su-27/Su-30 sanggup bermanuver hingga 9g. Semakin besar gaya g (gravitasi) menandakan tingkat manufer pesawat yang bersangkutan cukup tinggi, dan sangat ideal untuk bertarung secara dog fight. Level 7g di EMB-314 Super Tucano sebanding dengan F-5E Tiger, terbilang cukup lincah dan memberikan tingkat survivability cukup tinggi.

Ukurannya yang kecil sanggup mereduksi sinyal radar dan visual, dikombinasi dengan kecepatan yang tinggi dan lincah dalam bermanuver memberikan tingkat survivability cukup tinggi. Tingkat keamanannya pun bertambahan berkat pelindung baja disekitar kokpit dan critical systems redundancy. Untuk keselamatan, pilot dilengkapi kursi lontar Martin Baker dengan pola zero-zero

Sebagaimana jenis pesawat ringan yang lain,  pesawat ini bisa digunakan  untuk mengantisipasi taktik perang gerilya dan cocok untuk melakukan serangan udara-darat. Menurut sumber TNI AU yang sudah menggunakannya, pesawat ini memiliki Service life 12.000 hingga 18.000 jam, dapat dioperasikan malam hari, bahkan mampu take off dan landing pada landasan minimal 1500 meter.

Untuk persenjataan, pesawat ini dilengkapi oleh SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7mm jenis FN Herstal M3P yang ditempatkan di setiap sayap. Selain itu, terdapat juga 5 buah cantelan dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg. Semua cantelan bisa dipasang bom sejenis Mk 81 dan Mk 82, peluncur roket, dan bom berpemandu laser sekelas Maverick.
EMB-314 Super Tucano juga dibekali sistem FLIR (Forward Looking Infrared), mengadopsi tipe StarSAFIRE III yang ditempatkan di bawah bodi pesawat. Sistem ini memungkinkan awak membidik sasaran, navigasi, dan identifikasi sehingga bisa melakukan pengawasan dan penyerangan saat siang dan malam hari dan dalam kondisi cuaca apapun.

Untuk kelengkapan navigasi, Super Tucano juga dilengkapi  dengan INS (Inertial Navigation and Attack System), GPS (Global Positioning System), Laser Rng Gyro, Radar Altimeter, dan Traffic Allerting and Collision Avoidance System (TCAS) yang dapat memberi petunjuk secara tepat dan akurat. Juga terdapat anti-interception and jamming sinyal radio V/UHF dan juga fuel alarms

Spesifikasi Super Tucano:
- Panjang badan: 11,38 m
- Rentang sayap: 11,14 m
- Tinggi: 3,97 m
- Area sayap: 19,4 m² (209 sq ft)
- Berat kosong: 3.200 kg
- Berat maksimum saat lepas landas: 5.400 kg
- Mesin: 1x Pratt & Whitney Canada PT6A
- Kapasitas bahan bakar: 695 liter
- Kecepatan jelajah: 530km/jam
- Kecepatan maksimum: 590 km/jam
- Jangkauan terbang: 2.855 km
- Langit-langit batas: 10.668 m
- Kemampuan menanjak: 24 meter/detik



Share:

Selasa, 09 April 2019

Heroisme Kapten Soedibjo, Pahlawan dari Tegal

Heroisme Kapten Soedibjo, Pahlawan dari Tegal
 

Tentara BelandaKapten Soedibjo yang lahir pada tanggal 10 Januari 1901 di Jawa Timur merupakan salah satu Pejuang Republik Indonesia yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat. Pada Tahun 1947 Kapten Soedibyo bersama pasukannya diberi tugas oleh Letkol Soediarto selaku induk pasukan untk melakukan pengamanan di sektor Tegal Barat utamanya kawasan Tumon yang saat ini masuk dalam wilayah Kecamatan Tegal Selatan. 

Setelah melakukan Agresi Militer I belandan bertindak brutal dengan menduduki berbagai kota yang sebelumnya masuk dalam wilayah Republik Indonesia. Pada tanggal 7 Oktober, giliran Kota Tegal yang menjadi incaran Pasukan Belanda setelah mereka berhasil merebut Brebes. Ketika itu dengan kekuatan 11 tank dan 2 truk yang mengangkut 40 orang pasukan, tentara Belanda secara beriringan mulai memasuki Kota Tegal. 

Demi menghambat pergerakan pasukan Belanda, Letkol Soediarto bersama satu pleton   (120 orang) prajurit TKR melakukan penghadangan di daerah Tirus.  Kapten Soedibjo yang merupakan salah satu pucuk pimpinan TKR terlibat dalam upaya penghadangan tersebut. Tak pelak pertempuran sengit pun terjadi antar kedua pasukan selama 2 hari. Karena kalah persenjataan akhirnya Pasukan Republik terdesak dan menjadikan banyak korban gugur di pihaknya.  
 
Melihat banyak yang TKR gugur, akhirnya Letkol Soediarto memerintahkan kepada Kapten Soedibjo dan pasukannya untuk perang gerilya kota dengan menyebar ke beberapa perkampungan. Letkol Soediarto sendiri akhirnya melakukan gerilya kota ke sebelah timur dan selatan (sekarang dikenal dengan Dukuhturi).  

Keadaan pasukan TKR yang tercerai berai membuat tentara Belanda terus melakukan pengejaran. Akhirnya banyak TKR yang mengamankan diri dengan bersembunyi di kolam, kebun, dan hutan randu yang sekiranya tidak bisa dilacak pasukan Belanda sambil menyusun kekuatan. 

Saat itu, bersama 10 orang pasukannya, Kapten Soedibjo bersembunyi di hutan randu Dukuh Trukkan (sekarang Kelurahan Kalinyamat Kulon). Selama dua hari, pasukan Kapten Soedibjo bersembunyi dengan bantuan makanan dan minuman dari warga. Di hari ke tiga, karena merasa keadaan sudah mulai aman Sang Kapten ingin mengecek keadaan yang sebenarnya dengan menyamar sebagai warga sipil. 

Dengan jiwa kstaria, Kapten Soedibjo keluar dari tempat persembunyian di Dukuh Trukkan untuk mengecek keadaan. Kapten Soedibjo tidak ingin terjadi sesuatu dengan pasukanya yang berjumlah sembilan orang. Sebab, Kapten Soedibjo merasa bertanggung jawab atas pasukanya yang masih hidup dan yang telah gugur. 

Namun, malang tak bisa ditolak. Saat keluar dari persembunyiannya tanpa pengawalan, sekitar 100 meter dari tempat persembunyian di area persawahan Dukuh Trukan  Kalinyamat Kulon  Kecamatan Margadana, Kapten Soedibjo tertembak pasukan Belanda yang sengaja bersembunyi untuk menumpas pasukan TKR. Kapten Soedibjo pun gugur pada 10 Oktober 1947 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pura Kusuma Negara Kota Tegal.  Beberapa pasukan Kapten Soedibjo yang masih hidup akhirnya bergabung dengan pasukan Letkol Soediarto.

Karena komandan TKR telah tertembak, pasukan Belanda merasa senang dan menang. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke Jogjakarta untuk menguasai Ibu Kota Negara yang saat itu sudah berpindah. Namun, saat menuju Jogjakarta melalui Jalan Daendels (sekarang Jalur Pantura), ada tiga tank milik Belanda yang masih tertinggal di Tegal 

Demi melihat hal itu, Letkol Soediarto akhirnya memerintahkan penyerangan terhadap pasukan Belanda yang tertinggal. Akibat serangan mendadak tersebut, 23 pasukan Belanda tewas. 

Dalam pertempuran sengit di Tirus tersebut, terdapat 50-80 pasukan TKR yang gugur, termasuk Kapten Soedibjo. Demi mengingat jasa beliau, akhirnya namanya diabadikan menjadi nama jalan di Kota Tegal, tepatnya  di Tirus yang masuk dalam wilayah Kelurahan Randugunting.

Nama Letkol Soediarto yang gugur di Pulau Hitu saat menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada 1950 akhirnya juga diabadikan menjadi nama jalan yang juga terdapat di kota Tegal yaitu berada di dekat Stasiun Kereta Api yang masuk di Kelurahan Panggung.

Sumber: www.radartegal.com



Share:

Selasa, 05 Maret 2019

Ketika Sri Sultan HB IX ditodong Senjata dan dimarahi Penjaga Istana

Ketika Sri Sultan HB IX ditodong Senjata dan dimarahi Penjaga Istana


Sri Sultan HB IX
Sri Sultan HB IX merupakan salah satu contoh pejabat negara yang egaliter, sebisa mungkin tidak menunjukkan sifatnya sebagai pejabat bahkan raja ketika berhubungan dengan orang lain. Banyak kisah beliau yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran, meskipun kadang juga kelihatan konyol ataupun lucu jika di ingat-ingat. Salah satunya adalah kisah Sri Sultan HB IX ketika dimarahi dan ditodong senjata oleh Pasukan Pengawal Istana Bogor ketika berkunjung ke tempat tersebut. Berikut ini kisahnya sebagaimana diceritakan oleh situs berita www.merdeka.com

Ketika itu,  Bulan Oktober 1950 Sri Sultan HB IX yang   diberi amanah untuk memegang jabatan sebagai  wakil perdana menteri di Kabinet Natsir bersama A Halim yang menjabat Menteri Pertahanan ad interim, bermaksud menuju Istana Bogor untuk meninjau proses renovasi.

Tanpa menggunakan pengawalan, kedua pejabat negara tersebut datang ke Bogor hanya berdua saja. Tanpa menggunakan sopir, beliau berdua menyopir mobil secara bergantian. Saat berangkat, yang memegang kemudi adalah A Halim, sedangkan Sri Sultan HB IX duduk disebelahnya.

Sesampainya di Istana Bogor, A Halim langsung masuk ke kompleks istana Bogor tanpa berhenti dan melapor ke penjaga istana.  Tak pelak keberadaan mobil yang menyelonong ke istana membuat para penjaga kelimpungan dan mengejar mobil tersebut. Akhirnya para penjaga yang berasal dari Polisi Militer berhasil memberhentikan mobil keduanya sambil menodongkan senjata.

"Hei, apa-apaan ini! Stop segera!" teriak para penjaga Istana.

Komandan Polisi Militer itu menghampiri Halim. Dia membentak menteri pertahanan itu dengan mata melotot. Rupanya para penjaga tidak mengenal dan menyadari bahwa kedua orang yang mereka berhentikan tersebut adalah pejabat negara.

"Kenapa masuk saja tanpa berhenti lebih dulu? Apa tidak lihat penjagaan?" bentaknya.

Mendengar bentakan tersebut, Halim dengan tenang mengeles,
 "Saya hanya sopir, dan karena tidak ada orang yang menyuruh berhenti saya terus saja. Lagipula Tuan yang berada di sebelah saya ini tidak menyuruh saya berhenti," kata Halim sambil melirik Sultan yang hanya duduk mematung.


Akhirnya para prajurit penjaga mengerubungi mobil  sambil mencoba mengenali siapa orang di samping sopir tersebut. Setelah tersadar jika yang berada dalam mobil adalah Sri Sultan mereka pun bertanya,

"Apakah Bapak Paduka Sri Sultan?" tanya pemimpin mereka.

Sultan mengangguk. Para tentara itu langsung terperanjat. Siapa yang tidak gentar mengingat Sultan HB IX dan perjuangannya mempertahankan Yogyakarta selama agresi militer Belanda.

"Siaaap! Beri Hormaaat!" teriak sang komandan sigap. Perintah ini lalu spontan diikuti seluruh anak buahnya.

Sultan sendiri tidak marah atas penodongan dan bentakan para penjaga. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Beliau segera mengajak A Ahlim untuk turun dan melakukan peninjauan. Bahkan sempat makan duku di pinggir kali Ciliwung yang membelah Istana.
Setelah melakukan kunjungan selama dua jam, akhirnya kedua pejabat tersebut meninggalkan istana untuk pulang.  Dan tidak mau mengalami kesalahan kedua kalinya, Pemimpin Penjaga Istana mengerahkan satu kompi pasukannya untuk berbaris di pinggir gerbang dan memberi hormat ketika mobil ke dua pajabat negara tersebut lewat di depan mereka.
Share:

Selasa, 26 Februari 2019

Senapan MP 18 Jerman


 MP 18 Jerman



Pistol MP 18
Maschinen Pistole Modell 1918 atau MP 18 merupakan salah satu senjata yang diciptakan untuk berperang di medan parit yang sempit. Ketika itu banyak tentara yang mengeluh ketika harus berperang secara mobile di parit karena mereka mengalami kesulitan ketika bergerak yangn disebabkan panjangnya laras senapan mereka. Adalah Hugo Schmeisser, seorang insinyur industri manufaktur Theodor Bergmann yang akhirnya mendesain 'pistol otomatis' dengan rate of fire lebih lambat dan dengan desain yang lebih mudah dipegang oleh pasukan saat pertempuran di parit. 

Senapan MP18MP18 merupakan submachine gun pertama yang digunakan oleh pasukan infanteri Jerman. Desain MP18 menjadi desain dasar untuk pengembangan submachine gun Jerman dalam beberapa dekade kedepan. Feeding dari MP 18 terdapat dari sebelah kiri senjata, seperti STEN. Feeding seperti ini dikarenakan agar prajurit dapat menembakdalam kondisi merunduk lebih nyaman. Selain itu sistem ini juga melindungi mekanisme dari lumpur dan debu saat perang dunia 1. Untuk kenyamanan dan kemudahan untuk mengontrol tembakan, MP18 lebih berat dan panjang dibandingkan pistol lainnya. Akan tetapi, panjang MP18 lebih pendek dibandingkan senapan agar lebih mudah untuk bermanuver. Untuk mempermudah pendinginan, terdapat pula 'barrel shroud' pada barrel senjata.

MP18 GermanySalah satu hal yang membuat senjata ini kelihatan unik adalah desain Magasin-nya. Terdapat magasin tipe "keong" seperti varian magasin dalam pistol Luger P08 yang mampu memuat 32 peluru. Sistem penoOperasi senjata ini menggunakan sistem 'blowback' . Sistem blowback ini lebih simple dibandingkan dengan mekanisme pada machine gun dan juga umumnya digunakan dalam pistol semi otomatis. Agar memudahkan pendinginan barrel senjata, MP18 menerapkan sistem open bolt yang membuat chamber terbuka saat dalam kondisi terkokang dan membiarkan udara masuk ke dalam chamber saat proses menembak. Akan tetapi sistem ini membuat senjata MP18 agak mudah menembak secara tidak sengaja. Untuk mengatasi hal ini dibuat bolt security lock pada bagian trigger agar lebih aman.

Spesifikasi :
Kaliber: 7.63x 25mm / 9x19mm Parabellum
Panjang: 83.2cm
Berat: 4.18kg
Kapasitas Magasin: 32 Peluru
Rate of Fire: ~500 Peluru/menit
Share:

Selasa, 19 Februari 2019

Fairey Swordfish

Fairey Swordfish 
Fairey Swordfish
 Salah satu pesawat yang menjadi legenda dalam Perang Dunia I dan  II adalah Fairey Swordfish. Pesawat pembom torpedo biplan buatan Fairey Aviation Company yang memiliki julukan "Stringbag" karena fleksibilitasnya ini dirancang sebagai pesawat intai/light bomber untuk menggantikan Fairey Seal namun juga memiliki kemampuan sebagai torpedo bomber. First flight pesawat ini dilakukan pada tanggal 17 April 1934 dan mulai digunakan oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1936. Secara total Fairey Swordfish diproduksi sebanyak 2.391 unit dalam berbagai varian. Selain AL Inggris, Swordfish juga dioperasikan oleh AU Inggris, AU Kanada, dan AL Belanda.

Walaupun masih menggunakan desain biplane, namun Swordfish adalah pesawat tempur yang cukup efektif dan digunakan dari awal hingga akhir Perang Dunia II. Dari awal di ciptakan, pesawat ini memiliki beberapa varian, antara lain:
Fairey Swordfish Swordfish I
Merupakan pesawat produksi pertama sehingga belum dianggap sempurna meskipun sudah dipergunakan dalam berbagai pertempuran.
Swordfish Mk. I
Untuk meningkatkan fleksibilitasnya, dalam Swordfish Mk. I  diberi penambahan ponton, agar dapat diluncurkan dari kapal perang yang memiliki katapel pesawat terbang.
Swordfish Mk. II
Dalam varian ini, terdapat penggantian sayap rendah menggunakan metal agar dapat dipasangi roket. Swordfish Mk. II diperkenalkan tahun 1943.
Swordfish Mk. III
Untuk meningkatkan kemampuannya, pesawat seri III ini diberi tambahan unit radar sentrimetrik besar, diperkenalkan tahun 1943.

Swordfish Mk. IV
Serial terakhir (produksi berhenti pada tahun 1944) dengan kabin tertutup untuk digunakan RCAF.

Fairey Swordfish Swordfish banyak digunakan dalam pertempuran melawan Angkatan Laut Jerman dan Italia di front Afrika Utara, Mediterania, dan Eropa Barat. Salah satu pertempuran legendaris yang melibatkan pesawat ini adalah serangan udara Angkatan Laut Inggris ke markas Angkatan Laut Italia di Teluk Taranto pada tanggal 11 November 1940. Serangan tersebut adalah serangan pertama Angkatan Laut dari atas kapal induk dan dengan sukses berhasil menimbulkan kerugian besar bagi AL Italia yang harus kehilangan battleship Conte di Cavour, sementara battleship Caio Duilio dan Luttorio mengalami kerusakan parah. Ironisnya, taktik AL Inggris tersebut ditiru setahun kemudian ketika AL Jepang melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbor.

Selain sebagai pesawat intai dan torpedo bomber, Fairey Swordfish juga dipergunakan sebagai pesawat anti kapal selam dan sukses menenggelamkan 14 unit kapal selam Jerman. Pesawat ini juga banyak digunakan sebagai pesawat latih. Fairey Swordfish dipensiunkan pada tahun 1946.
Spesifikasi Fairey Swordfish  :
Crew : 3 (pilot, pengamat, dan operator radio/penembak belakang;
            posisi pengamat juga sering digantikan dengan tangki bensin cadangan)
Length : 35 ft 8 in (10.87 m)
Wingspan/ rentang sayap : 45 ft 6 in  (13.87 m)
Height : 12 ft 4 in  (3.76 m)
Luas sayap: 607 ft² (56,4 m²)
Weight empty : 1,900 kg
Loaded weight : 3,500 kg
Powerplant : 1 x 690 hp Bristol Pegasus IIIM.3 radial engine
Maximum speed : 224 km/h
Range : 879 km
Service ceiling : 5,870 m

Senjata api:
        1 × moncong depan tetap .303 in (7.7 mm) 
              Senapan mesin Vickers di atas kanan badan 
              pesawat, ruang pengisian amunisi di kokpit, 
             dan menembak dari penutup mesin.
       1 × .303 in (7,7 mm) Lewis atau Senapan mesin 
            Vickers K di kokpit depan

Roket
: 8 × "60 lb" proyektil roket RP-3 
            (Mk.II dan seterusnya)
Bom: 1 × torpedo 1.670 lb (760 kg) atau 
         ranjau laut 1.500 lb (700 kg) dibawah 
         badan pesawat atau bom dengan total 1.500 lb 
         dibawah badan pesawat dan sayap


Share:

Selasa, 12 Februari 2019

Kidon, Unit khusus Mossad yang Paling Melegenda di Dunia Intelejen

Kidon
 Unit khusus Mossad yang Paling Melegenda di Dunia Intelejen



Kidon Didalam dunia intelejen, hampir semua orang pasti paham dengan salah satu agen yang kemampuannya di atas rata-rata yaitu Mossad yang merupakan pasukan khusus intelejen dari Israel. Dan ternyata, di dalam Mossad sendiri ada salah satu unit yang unik karena kemampuan anggotanya yang dinamakan Kidon. Kidon merupakan tim yang dikhususkan membunuh target bernilai tinggi, berada di balik sejumlah kasus pembunuhan orang-orang yang dianggap musuh.  Kidon yang artinya bayonet merupakan salah satu unit operasi intelijen paling mematikan di planet ini. Unit ini selama puluhan tahun diduga berada di balik sejumlah kasus pembunuhan yang sukses dalam sejarah Israel. Kidon dibentuk pada 1970 dengan tujuan melindungi negara Yahudi dan semua warganya

Para personel Kidon terdiri dari agen-agen Mossad pilihan yang jumlahnya tidak terlalu banyak sekitar 15 orang saja. Kidon berisikan para prajurit baik pria maupun wanita yang sangat terlatih dalam dunia spionase. Mereka dilatih sangat keras dan tanpa pandang bulu. Pelatihannya dititik beratkan untuk melakukan pembunuhan serta penculikan dengan pergerakan senyap.

Unit Kidon  dibagi ke beberapa bagian kelompok sesuai target yang sedang diincar baik yang berada di kawasan Palestina maupun negara-negara lainnya. Setiap regu yang bergerak minimal terdiri dari dua pembunuh profesional. Dua orang membayangi dua rekan pembunuhnya itu, dan dua orang lainnya menyiapkan fasilitas operasional seperti hotel, apartemen, mobil, dan lainnya.

Mossad Kidon
Guna menghabisi sasaran yang diincar, unit Kidon melakukan segala cara, mulai dari memberondong korbannya hingga tewas, memasang bom mobil, memasang bom dalam kamar hotel, menaruh bom khusus di gagang telepon, dan lain sebagainya. Tak hanya soal rencana menghabisi korban yang ditangani unit Kidon, saat operasi sudah berlangsung, sudah ada tim lain yang menyiapkan jalan untuk melarikan diri. Tim yang terdiri lebih dari lima orang itu biasanya juga bertugas membuntuti target dan persiapan operasi lainnya.

Semua kerja tim masih didukung oleh regu yang bekerja secara khusus, yakni regu  yang menangani masalah komunikasi. Tidak hanya pria, agen Mossad ini juga menggunakan wanita Israel dalam menjalankan operasi rahasianya. Sejauh ini diketahui ada 6 wanita yang terlibat di banyak operasi Kidon. Ciri khas unit Kidon ini adalah lebih suka membunuh targetnya dengan segala cara daripada menangkapnya hidup-hidup. Jika korban sedang bersama orang-orang  tak bersalah yang sebenarnya bukan target unit Kidon, mereka akan tetap disikatnya. Alasan unit Kidon hanya satu ketika terpaksa membunuh orang-orang  tak bersalah itu. Yakni, orang itu sedang bernasib sial karena kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah

Korban yang menjadi sasaran unit Kidon pun mulai berjatuhan. Pada 16 Oktober 1972, tokoh Palestina Abdel Wael Zwaiter, wakil PLO di Roma, Italia, ditembak mati sebanyak 12 kali di apartemennya.

Tanggal 8 Desember 1972, Unit Kidon yang beroperasi di Perancis, berhasil menghabisi tokoh yang diyakini sebagai pemimpin Black September di Perancis, Hamshari. Sebelum dibunuh, Dr Mahmoud Hamshari dipancing agar mau keluar dari apartemennya. Setelah keluar dari apartemennya, agen Mossad menaruh bom di bawah meja telepon. Begitu Hamshari masuk kamar hotel, agen Mossad lainnya yang menyamar sebagai jurnalis menelepon Hamshari.  Ledakan bom Mossad tak langsung membunuh Hamshari. Wakil PLO itu meninggal setelah sebulan dirawat di rumah sakit dan mengetahui bahwa pelakunya adalah Mossad.

Tanggal 24 Januari 1973, Hussein Al Bashir wakil gerilyawan Fatah di Cyprus, tewas setelah bom yang diletakkan Mossad di bawah tempat tidurnya meledak.

Beberapa hari  kemudian tokoh PLO Basil Al Kubaisiprofesor hukum American University di Beirut yang menjadi tersangka penyuplai senjata dan logistik bagi Black September, dibunuh di rumahnya pada siang bolong. 

Pembunuhan terhadap empat ilmuwan nuklir Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, Daryoush Rezaeinejad, Profesor Majid Shahriari, dan Profesor Masoud Ali-Mohammadi yang sedang mengembangakan teknologi nuklir di Iran juga dicurigai dilakukan oleh Kidon. 

Pada tahun 2011 Kidon lagi-lagi beraksi mengeliminasi salah satu pendiri Brigade Izzuddin Al-Qassam, Mahmud Mabhuh di Dubai. 

Meskipun dianggap unit Mossad yang paling terlatih dan canggih, ternyata Kidon juga pernah melakukan kegagalan dalam menjalankan misinya. Salah satu contohnya yaitu pada era 90 an, dimana unit Mossad ini   gagal melakukan pembunuhan terhadap tokoh Hamas Khalid Misyal di Yordania. Bukan hanya gagal, anggota unit Kidon juga dapat dilumpuhkan oleh pengawal-pengawal Misyal, sehingga agen-agen Mossad tersebut bisa ditangkap dan diserahkan ke pihak berwenang Yordania
Share:

Support