Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Selasa, 04 Februari 2020

Jenis Kapal Perang Yang Banyak Digunakan Di Dunia

Jenis Kapal Perang Yang Banyak Digunakan Di Dunia


Kapal perang merupakan salah satu sistem persenjataan utama yang dikembangkan sejak dahulu kala. Ketika itu banyak gangguan terhadap kapal-kapal barang ataupun penumpang yang sedang berlayar, sehingga dibutuhkan kapal-kapal pengawal yang dilengkapu dengan persenjataan untuk berperang. Selain itu, banyak juga kerajaan yang menggunakan kapal untuk menyerang negara lainnya.  Sampai dengan saat ini, perkembangan kapal perang berjalan dengan cukup pesat. Baik dari bahan pembuatnya, persenjataan, sistem pertahanan dan kemampuan lainnya menjadikan kapal perang menjadi sistem alutsista yang menjadi andalan dalam peperangan modern. Dan saat ini, kapal perang memiliki beberapa varian dengan fungsi dan kemampuan yang beraneka ragam. Berikut ini adalah gambaran dari berbagai jenis kapal perang yang ada di dunia.

Kapal Induk/ Capital ship
Kapal IndukKapal Induk yang biasa disebut dengan istilah  Capital ship atau Carrier Vessel merupakan  salah satu jenis kapal perang yang di dalamnya mampu memuat pesawat tempur dalam jumlah yang relatif besar.   Fungsi utama dari kapal induk adalah sebagai pangkalan dan pemindah kekuatan udara sebagai sebuah pendukung operasi Angkatan Laut. Di samping itu, juga digunakan sebagai pusat komando untuk operasi dan juga sebagai kekuatan yang memberikan efek gentar kepada pihak lawan.
Kapal induk  memiliki fleksibilitas tempur yang cukup tinggi karena harus mempu membawa kekuatan tempur utama dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan jarak yang cukup jauh. Selain berfungsi sebagai carrier, kapal induk juga dapat di gunakan sebagai pusat operasi/ pangkalan utama, penyerang dan pengintai.  Mengingat ukurannya yang cukup besar, untuk mengoperasikan kapal ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga tidak semua negara mampu untuk menggunakan kapal jenis ini.

Kapal Jelajah Tempur
Kapal jelajah tempur yang juga dinamakan dengan Battle Cruiser merupakan sebuah kapal tempur yang memiliki ukuran besar serta  mempunyai persenjataan yang cukup banyak. Kapal ini memiliki kemampuan jelajah yang cukup bagus karena menggunakan lapisan baja yang secara ukuran relatif lebih tipis sehingga leboh ringan untuk bermanuver. Hanya saja persenjataan kapal ini juga tidak secanggih kapal-kapal lainnya karena tuntutan mobilitas tadi.

Kapal Jelajah Pesawat Terbang

Kapal jenis ini juga dikenal dengan Cruiser-Carrier 1930 an yang awalnya adalah suatu konsep eksperimental dalam menciptakan suatu kapal perang all around. Konsep dari kapal ini adalah suatu upaya untuk menggabungkan keseluruhan fitur yang terbaik dari suatu kapal induk dan juga kapal penjelajah berat.

Kapal Fregat

Kapal Fregat atau Pergata merupakan salah satu jenis kapal perang yang memiliki kemampuan untuk melakukan suatu pelayaran jarak jauh. Akan tetapi, ia juga dibuat untuk bisa mempertahankan diri dari berbagai serangan musuh. Pada jaman dulu, Fregat disiapkan untuk menjaga atau mengawal armada armada dagang. Kapal ini pada awalnya bersenjatakan meriam pada setiap sisinya dan memiliki pusat komando di dalamnya. Kapal jenis ini muncul ketika berbagai Negara maritim misalnya Belanda, Inggris, Spanyol dan juga Portugis membutuhkan suatu kapal perang yang lebih gesit, lebih lincah dan juga lebih ringan apabila dibandingkan dengan jenis Galleon.

KRI Ahmad Yani 351Di jaman modern saat ini,  kapal jenis Fregat menjadi lebih banyak digunakan patroli samudra meskipun kadangkala juga masih difungsikan  untuk mengawal armada dagang dan juga tangker. Kapal Fregat  modern, pada umumnya dilengkapi dengan jenis meriam yang multi fungsi,  torpedo dan juga rudal dari permukaan satu ke permukaan yang lain atau rudal dari permukaan udara. Secara lebih khusus, Fregat ini terbagi menjadi beberapa manfaat atau fungsi, ada yang khusus anti kapal selam, ada yang anti kapal permukaan, ada yang fungsinya adalah patroli dan ada juga yang fungsinya adalah untuk pertahanan udara. Sistem senjata serta elektronika pada masing-masing fregat tersebut kemudian disesuaikan dengan hasil yang lebih spesifik. Secara umum kapal-kapal perang jenis fregat memiliki bobot di atas 4000 ton, panjang melebihi 125 meter dan memiliki kemampuan peperangan anti serangan udara, anti kapal permukaan sampai memburu dan menghancurkan kapal selam

Kapal Korvet/ Aviso
Kapal Korvet adalah salah satu jenis kapal perang yang ukurannya   lebih kecil jika dibandingkan dengan kapal Fregat namun apabila dibandingkan dengan kapal penjaga pantai, dimensi kapal ini Kapal Korvet Gowindlebih besar meskipun kadangkala juga dimasukkan dalam katagori kapal patroli.  Pada awalnya, kapal ini digunakan oleh Angkatan Laut Negara Perancis dengan persenjataan  meriam sampai dengan 20 buah.  Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, kapal korvet dapat digunakan untuk melakukan operasi penyergapan atau penyerbuan secara cepat dan mandiri.
Kapal ini juga bisa difungsikan sebagai kapal pengawal sebagaimana frigat namun memiliki keunggulan dalam bermanufer karena ukurannya yang lebih kecil.  Saat ini, kapal korvet sudah diengkapi dengan persenjataan yang relatif modern termasuk  rudal sehingga mampu mengimbangi berbagai jenis kapal perang lainnya.

Kapal Perusak
Kapal Perusak atau yang biasa dikenal dengan istilah Destroyer adalah sebuah kapal perang yang memiliki kemampuan untuk bergerak dengan lincah dan juga cepat serta memiliki manuver khusus. Kapal PerusakAdapun fungsi atau kegunaan dari adanya kapal perusak ini adalah untuk kepentingan proteksi armada kapal perang yang memiliki ukuran lebih besar seperti kapal induk, kapal tempur atau kapal penjelajah dari berbagai ancaman serangan seperti peralatan perang misalnya kapal selam, kapal torpedo ataupun pesawat terbang.
Pada awalnya, kapal perusak tidak memiliki kemampuan bertahan yang cukup bagus, sehingga sering beroperasi secara bersama-sama atau berkelompok.  Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan bertahan kapal ini terus ditingkatkann sehingga mampu beroperasi secara mandiri.
Di awal abad yang ke 21, kapal perusak  bermetamorfose menjadi suatu kapal perang permukaan paling berat dengan kegunaan yang multifungsi. Untuk persenjataan, biasanya kapal ini memiliki senjata yang cukup mupuni bahkan ada yang dilengkapi dengan  misil nuklir yang bisa  mdenghancurkan suatu kota dengan waktu yang cukup singkat.


Share:

Rabu, 29 Januari 2020

Blackburn Ripon-England

Blackburn Ripon-England


Blackburn Ripon
Blackburn Ripon merupakan salah satu pesawat yang dirancang sebagai torpedo bomber/ reconnaissance bomber dengan sayap rendah dan memiliki dua tempat duduk. Pesawat ini memiliki keunggulan untuk bisa dioperasikan dari atas kapal induk dan bisa digunakan sebagai pesawat pengebom dan anti kapal selam/permukaan. 

Dibuat untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Inggris, pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 17 April 1926 dan dibuat sebanyak 92 unit. Angkatan Laut Inggris mengoperasikan Blackburn Ripon dari tahun 1929 sampai dengan tahun 1935.
Selain Inggris, pesawat ini juga dibuat secara lisensi oleh Finlandia. Sebanyak 25 unit Blackbur Ripon ikut digunakan dalam Perang Dunia II, bertempur melawan pasukan Uni Soviet sebelum kemudian akhirya dipensiunkan oleh AU Finlandia pada tahun 1944

 Blackburn Ripon


Spesifikasi Pesawat Blackburn Ripon :
Jumlah awak : 2
Panjang : 11.20 m
Rentang Sayap : 13.67 m
Tinggi : 3.91 m
Berat kosong : 1,878 kg
Berat Isi : 3,310 kg
Mesin : 1 × Bristol Perseus XII mesin radial, 890 hp (664 kW)
Kecepatan maksimal : 179 km/h
Jarak jangkauan : 660 km
Service ceiling : 3,050 m
Persenjataan:
     Senjata api
     4 × Senapan mesin Browning 0.303 inchi (7,7 mm)  di depan dengan 600 peluru
           per senapan
     1 × Senapan mesin Vickers K atau Lewis 0.303 inchi (7,7 mm) pada belakang 
          kokpit yang dapat digerakkan secara fleksibel
     Bom: 
     1 × bom semi penembus perisai 500 pon (230 kg) dibawah badan pesawat, atau
     8 × bom latihan 30 pon (14 kg) dibawah sayap


Share:

Selasa, 21 Januari 2020

Singapura Borong Jet Tempur Siluman F-35B

Singapura Borong Jet Tempur Siluman F-35B 
untuk Meningkatkan Pertahanannya



Jet Tempur F-35
Kemampuan pertahanan keamanan negara tetangga kita, Singapura akan semakin meningkat seiring dengan rencana negara tersebut untuk membeli satu skadron jet tempur siluman F-35B dari Amerika Serikat. Apabila keinginan itu bisa terlaksana, maka posisi Singapura setara dengan Ingggris, Australia, Israel, Polandia, Uni Emirat Arab, Finlandia, Swiss, Korea Selatan dan sejumlah sekutu dekat AS lainnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat  sudah menyatakan persetujuannya untuk menjual pesawat tersebut ke salah satu negara mitranya di Asia Tenggara itu.  Usulan penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat.
“Singapura adalah sahabat utama dan strategis dalam bidang keamanan dan menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan perkembangan ekonomi di kawasan Asia Pasifik," demikian isi pernyataan Badan Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan (DSCA) AS. Menurut rilis pers DSCA tertanggal Kamis (9/1/2020), keputusan untuk menjual belasan pesawat canggih generasi kelima Amerika itu masih menunggu persetujuan Kongres.  Pada debat Komite Pasokan pada bulan Maret, Kementerian Pertahanan akan mengeluarkan Surat Permintaan kepada AS mengenai pembelian tersebut.  

Keinginan negara yang berada di antara Indonesia dan Malaysia tersebut untuk memborong F-35 sebenarnya sudah disampaikan sejak awal tahun 2019. Dimana saat itu Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen mengatakan bahwa pesawat siluman generasi ke 5 tersebut cocok untuk menggantikan armada pesawat F-16 yang dianggap sudah uzur.

Secara resmi, Singapura sudah mengajukan permintaan kepada Amerika untuk membeli empat jet tempur F-35B pada tahap awal untuk uji coba, dan delapan unit tambahan untuk tahap selanjutnya dengan nilai kontrak pembelian sebesar US$2,75 miliar (sekitar Rp37,5 triliun). Untuk harga per unit,   F-35 B dibanderol sekitar US$122 juta. Nilai tersebut akan membengkak apabila ditambah dengan perlengkapan-perlengkapan tertentu, yang perinciannya hanya diketahui pabrikan dan pemesan dengan alasan rahasia.
Share:

Rabu, 15 Januari 2020

TNI AL Gelar Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593

Mengenang Pertempuran Laut Aru
TNI AL Gelar Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593


Tabur Bunga Di KRI Banda Aceh 593
TNI Angkatan Laut melaksanakan tabur bunga, dalam mengenang peristiwa pertempuran Laut Arafuru atau lebih dikenal dengan Hari Dharma Samudera, yang terjadi pada 15 Januari 1962. Upacara tabur bunga mengenang kepahlawanan Yos Soedarso dan para pahlawan laut lainnya ini, dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., di Geladak Heli KRI Banda Aceh-593 yang sandar di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/1).

Peringatan mengenang peristiwa tenggelamnya RI Matjan Tutul dalam pertempuran dengan kapal AL Belanda, dilaksanakan secara serentak dan bersamaan oleh seluruh prajurit TNI AL yang berdinas di KRI maupun Pangkalan. Dikatakan Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dalam amanatnya antara lain mengatakan bahwa kegiatan tersebut di kumandangkan, "Kobarkan Semangat Pertempuran" yang diserukan oleh Komodor Yos Sudarso mengiringi perlawanan RI Matjan Tutul menghadang armada musuh yang lebih unggul. KRI Matjan Tutul tenggelam secara ksatria sebagai kusuma bangsa.

“Pengorbanan Pahlawan Samudera itu justru mengobarkan sentimen nasional untuk segera mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi dan berhasil diwujudkan pada tanggal 1 Mei 1963,” ungkap Kasal.

Dalam acara tersebut dihadiri juga tokoh agama yang membacakan doa saat pelarungan bunga, di antaranya Ibnu Abidin (Islam), KH Ahmad Jailani (Islam), Pendeta Liesye Patiapun (Kristen), Pendeta Rut Tentero (Kristen), Romo Johan Ferdinand (Katholik), Romo Henarsono (Katholik), Gusti Made Dana (Hindu), Ida Bagus Khayana (Hindu), Budha Posha (Budha), Sasana Raharja (Budha), Wandi (Khonghucu), Lie Supriadi (Khonghucu).

Turut hadir para sesepuh TNI AL mulai para Kepala Staf Angkatan Laut dari masa ke masa, para purnawirawan yang pernah menjabat sebagai Panglima Armada RI maupun Pangkolinlamil, para purnawirawan TNI AL yang pernah menjabat sebagai Komandan Korps Marinir, hingga menghadirkan keluarga pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru.

Tujuan dilaksanakannya upacara tabur bunga adalah agar warisan nilai-nilai pengabdian dan pengorbanan para pahlawan laut tersebut dapat diteruskan generasi penerus TNI AL dalam pengabdiannya untuk kejayaan TNI AL, bangsa dan negara. Selain itu juga peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan sebuah refleksi penghormatan dan penghargaan generasi penerus TNI AL terhadap para pejuang TNI AL yang telah rela berkorban untuk kejayaan bangsa Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan personel TNI AL wilayah Jakarta ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Mintoro Yulianto, S.sos., M.Si., Pejabat Utama Mabesal, para Pimpinan Kotama TNI AL, para Kepala Dinas Mabesal, serta pejabat terkait lainnya.

Dikesempatan itu pula, Kasal memberikan Tali Asih kepada ahli waris pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru. Serta memberikan sertifikat, piala dan uang pembinaan kepada para juara penulisan Sejarah Satuan, juara penulisan esay dan juara lomba foto kategori wartawan dan umum serta juara lomba video dalam rangka Hari Dharma Samudera Tahun 2020. (Fb: Pusat Penerangan TNI)

Share:

Rabu, 27 November 2019

FN Minimi

FN Minimi
 

 
Minimi MK1
Mini-mitrailleuse, senapan mesin mini  biasa disingkat dengan FN Minimi adalah senapan mesin regu dengan kaliber 5.56 mm.  Dengan kaliber yang “kecil” tersebut menjadikan senapan mesin ini memiliki daya tolak yang kecil, ringan, dan mampu menghasilkan cylic rate tinggi. 

Mini-mitrailleuse / Minimi didesain oleh Maurice Bourlet seorang ahli senjata yang berasal dari perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale de Herstal (FN) yang memiliki keinginan untuk mengembangkan senapan mesin ringan. FN Minimi sendiri akhirnya lahir menjadi  Squad Automatic Weapon (SAW) atau senapan mesin Regu (SMR) yang bisa dioperasikan oleh satu orang.  Berbeda dengan senapan mesin yang sudah ada, senapan ini tidak memerlukan personel tambahan untuk menjaga sabuk peluru, sehingga bisa ditembakkan dari posisi bahu seperti layaknya senapan serbu.  

Secara umum, senapan ini didesain dengan bolt terbuka dan sistem operasi gas. Dengan blowback recoil yang selaras dengan tabung gas menjadikan senjata ini bisa difungsikan sebagai senapan serbu atau senapan mesin. Jika ditembakkan dalam mode rentetan pendek, laras Minimi mampu melontarkan 100 proyektil per menit, sedangkan dalam rentetan panjang tanpa henti, senjata ini mambu menyempurkan 850 proyektil dalam 1 menit.

Minimi memiliki laras berat dengan sistem Quick Change Barrel yang  yang dibuat dengan material baja pilihan tahan panas. Salah satu keungguln dari senjata ini adalah larasnya yang bisa diganti dengan mudah tanpa menggunakan alat bantu. Hanya dengan membuka kunci laras dan menarik laras dengan bantuan carry handle, kemudian laras baru bisa dimasukkan tanpa perlu khawatir tangan melepuh akibat suhu laras yang panas.
FN Minimi

Pengisian pelurunya menggunakan sistem dual feed purpose, yaitu sistem pengisian yang dapat mengusung dual input sistem pasokan amunisi. Yang pertama, pasokan amunisi berasal dari sabuk peluru,  boks magasen yang berisi 200 peluru atau kantong kain yang berisi 100 peluru . Untuk memasok peluru yang banyak, digunakan sabuk peluru, bukan magasen drum yang dinilai tidak praktis.  Agar gerakan sabuk peluru halus (tidak usah direntangkan horizontal supaya tidak merusak mulut magasen), mulut magasen  didesain seperti senapan serbu. Apabila menggunakan boks magasin 200 peluru, bisa digunakan preloaded pabrikan  sehingga operator tidak perlu susah-susah mengatur susunan peluru dalam boks. Jika habis tinggal buang dan pasang yang baru atau dibongkar untuk diisi ulang. Input amunisi yang kedua bisa menggunakan magasin 30 peluru milik senapan serbu standar M16 atau SS-1 yang bisa langsung dipasang di Minimi tanpa perlu modifikasi. Dengan kemudahan menggunakan banyak jenis amunisi, menjadikan senapan ini banyak dilirik untuk digunakan. 

Sistem pembidik yang digunakan FN Minimi  sama seperti yang digunakan dalam FN MAG dan FN FAL yaitu penjera drum dengan pisir bentuk daun yang bisa digunakan untuk jarak 100 m sampai 500 m. 

Untuk dudukan, FN Minimi menggunakan Bipod yang bisa di setel dalam tiga ketinggian dan dapat beroperasi di medan yang miring. Untuk menurunkan bipod dari posisinya, pengguna Minimi  tinggal menarik turun bipod dari penjepit sembari menahannya sampai turun ke bawah baru kemudian dilepas supaya mengembang.  Saat kondisi tanah tidak rata dan miring, maka poros bipod dapat dimiringkan baik ke kiri dan ke kanan sehingga posisi senapan bisa tegak lurus dengan tanah. Apabila menggunakan bipod, unit ini dapat membidik obyek yang berjarak  600 meter dengan tingkat akurasi di atas 95%.

Spesifikasi Umum FN Minimi :
Kaliber                   : 5.56x45mm NATO
Berat                      : 7.1 kg
Panjang                  : 1040 mm
Barrel length          : 465 mm
Rate of fire, cyclic : 750 - 1000 putaran per menit

Share:

Kamis, 10 Oktober 2019

Operation Peace Spring : Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah


Operation Peace Spring : 
Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah



Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan operasi militer di wilayah Suriah timur laut utara yang diduduki Kurdi  dengan nama "Operation Peace Spring", Rabu (9/10/2019). Setelah pengumuman melalui twitter tersebut, dilanjut dengan menggunakan jet tempur dan artileri yang menargetkan posisi Kurdi di sepanjang perbatasan yang kemudian dilanjut dengan serangan darat.

Melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan Pemerintah Turki, serangan tersebut bertujuan untuk area Suriah utara dan timur laut dari unsur-unsur "teroris" dan menciptakan apa yang disebut "zona aman" di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki dapat dimukimkan kembali di sana. Ankara menganggap Kelompok Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang membentuk tulang punggung SDF, kelompok "teroris" yang terkait dengan separatis Kurdi di Turki.

Serangan tersebut, tak pelak melibatkan kelompok lain, yaitu Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi yang dibentuk untuk memerangi ISIS yang berada di kubu Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan milisi pemberontak Suriah pro-Turki. Pimpinan milisi Kurdi di Suriah sendiri telah mengumumkan untuk mobilisasi umum bagi seluruh warga sipil untuk bergerak menuju ke perbatasan Turki dan melakukan perlawanan bersenjata. Mereka juga berusaha minta bantuan AS yang selama ini merupakan sekiti mereka ketika memerangi ISIS.   

Tentara Amerika Serikat sendiri, sebalumnya sudah ditarik dari Suriah timur laut pada hari Minggu sebelum "Operation Peace Spring" dilancarkan. Sebuah tindakan yang membuahkan kritikan keras, baik dari dalam maupun luar negeri. Trump dianggap memberi persetujuan secara tidak langsung karena menarik pasukannya tersebut.  Setelah mendapat berbagai tekanan atas sikap Pemerintah AS terhadap serangan Turki, akhirnya pada Senin 14  Oktober pihak AS mengumumkan sanksi untuk menghukum Turki karena tindakan ofensifnya tersebut. Dan sanksi tersebutpun berbalas. Kementerian luar negeri Turki sedang mempersiapkan sanksi pembalasan terhadap Amerika Serikat. 

Sementara itu, demi menghadapi serangan Turki atas sekutunya, Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan pimpinan Presiden Bashar al-Assad bergerak menuju front perang di utara. Respon tersebut dilakukan setelah Pemerintah Suriah membuat kesepakatan dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori Kurdi untuk menangkis serangan Turki. Tindakan tersebut juga diikuti oleh Rusia yang mengumumkan bahwa pasukannya mulai dikerahkan ke garis depan konflik di Suriah bagian utara untuk membantu tentara Bashar al-Assad. Sebagaimana dilansir dari Newsweek, Rabu (16/10/2019), Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Rusia untuk Suriah mengatakan bahwa Kremlin "tidak akan membiarkan" Turki bentrok dengan tentara al-Assad.


Share:

Selasa, 08 Oktober 2019

BLACKBURN B-24 "SKUA"

BLACKBURN B-24 "SKUA" – INGGRIS



BLACKBURN B-24
Blackburn Skua dirancang untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Inggris pada tahun 1934. Dirancang sebagai fighter sekaligus dive bomber, pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 9 Februari 1937 dan mulai digunakan secara operasional pada bulan November 1938. Skua diproduksi sebanyak 192 unit.

BLACKBURN B-24 SKUASebagai fighter, Blackburn Skua sebetulnya tidak efekif karena berukuran besar dengan mesin yang kurang bertenaga sehingga kecepatan terbangnya terhitung lamban. Namun Skua adalah pesawat Inggris pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat Jerman dalam Perang Dunia II. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 September 1939 ketika tiga Skua dari kapal induk HMS Ark Royal berhasil menembak jatuh sebuah flying boat Dornier Do 18 di atas Laut Utara. Skua juga menjadi dive bomber pertama yang berhasil menenggelamkan kapal perang musuh dalam Perang Dunia II ketika pada bulan April 1940 kapal perang Konigsberg dari AL Jerman tenggelam di perairan Norwegia setelah mendapat serangan dari 16 pesawat Blackburn Skua AL Inggris.

BLACKBURN SKUASelain pertempuran di Norwegia, Blackburn Skua juga digunakan dalam pertempuran di Perancis dan Mediterania. Namun pesawat ini tidak mampu bertahan dari serbuan pesawat tempur Jerman seperti Me 109 dan banyak yang berhasil ditembak jatuh. Oleh karena itu maka pada tahun 1941 Skua ditarik dari skadron-skadron tempur garis depan dan digantikan oleh Fairey Fulmar. Skua kemudian digunakan oleh skadron-skadron latih AL Inggris sampai dengan tahun 1945.

Specifications :
Crew : 2
Length : 10.85 m
Wingspan : 14.07 m
Height : 3.79 m
Empty weight : 2,490 kg
Loaded weight : 3,732 kg
Powerplant : 1 x 905 hp Bristol Perseus XII radial engine
Maximum speed : 362 km/h
Range : 1,287 km
Service ceiling : 6,157 m
Armament : 5 x 7.7mm machine guns and 1 x 227 kg (500 lb) bomb
Share:

Support