Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Rabu, 27 November 2019

FN Minimi

FN Minimi
 

 
Minimi MK1
Mini-mitrailleuse, senapan mesin mini  biasa disingkat dengan FN Minimi adalah senapan mesin regu dengan kaliber 5.56 mm.  Dengan kaliber yang “kecil” tersebut menjadikan senapan mesin ini memiliki daya tolak yang kecil, ringan, dan mampu menghasilkan cylic rate tinggi. 

Mini-mitrailleuse / Minimi didesain oleh Maurice Bourlet seorang ahli senjata yang berasal dari perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale de Herstal (FN) yang memiliki keinginan untuk mengembangkan senapan mesin ringan. FN Minimi sendiri akhirnya lahir menjadi  Squad Automatic Weapon (SAW) atau senapan mesin Regu (SMR) yang bisa dioperasikan oleh satu orang.  Berbeda dengan senapan mesin yang sudah ada, senapan ini tidak memerlukan personel tambahan untuk menjaga sabuk peluru, sehingga bisa ditembakkan dari posisi bahu seperti layaknya senapan serbu.  

Secara umum, senapan ini didesain dengan bolt terbuka dan sistem operasi gas. Dengan blowback recoil yang selaras dengan tabung gas menjadikan senjata ini bisa difungsikan sebagai senapan serbu atau senapan mesin. Jika ditembakkan dalam mode rentetan pendek, laras Minimi mampu melontarkan 100 proyektil per menit, sedangkan dalam rentetan panjang tanpa henti, senjata ini mambu menyempurkan 850 proyektil dalam 1 menit.

Minimi memiliki laras berat dengan sistem Quick Change Barrel yang  yang dibuat dengan material baja pilihan tahan panas. Salah satu keungguln dari senjata ini adalah larasnya yang bisa diganti dengan mudah tanpa menggunakan alat bantu. Hanya dengan membuka kunci laras dan menarik laras dengan bantuan carry handle, kemudian laras baru bisa dimasukkan tanpa perlu khawatir tangan melepuh akibat suhu laras yang panas.
FN Minimi

Pengisian pelurunya menggunakan sistem dual feed purpose, yaitu sistem pengisian yang dapat mengusung dual input sistem pasokan amunisi. Yang pertama, pasokan amunisi berasal dari sabuk peluru,  boks magasen yang berisi 200 peluru atau kantong kain yang berisi 100 peluru . Untuk memasok peluru yang banyak, digunakan sabuk peluru, bukan magasen drum yang dinilai tidak praktis.  Agar gerakan sabuk peluru halus (tidak usah direntangkan horizontal supaya tidak merusak mulut magasen), mulut magasen  didesain seperti senapan serbu. Apabila menggunakan boks magasin 200 peluru, bisa digunakan preloaded pabrikan  sehingga operator tidak perlu susah-susah mengatur susunan peluru dalam boks. Jika habis tinggal buang dan pasang yang baru atau dibongkar untuk diisi ulang. Input amunisi yang kedua bisa menggunakan magasin 30 peluru milik senapan serbu standar M16 atau SS-1 yang bisa langsung dipasang di Minimi tanpa perlu modifikasi. Dengan kemudahan menggunakan banyak jenis amunisi, menjadikan senapan ini banyak dilirik untuk digunakan. 

Sistem pembidik yang digunakan FN Minimi  sama seperti yang digunakan dalam FN MAG dan FN FAL yaitu penjera drum dengan pisir bentuk daun yang bisa digunakan untuk jarak 100 m sampai 500 m. 

Untuk dudukan, FN Minimi menggunakan Bipod yang bisa di setel dalam tiga ketinggian dan dapat beroperasi di medan yang miring. Untuk menurunkan bipod dari posisinya, pengguna Minimi  tinggal menarik turun bipod dari penjepit sembari menahannya sampai turun ke bawah baru kemudian dilepas supaya mengembang.  Saat kondisi tanah tidak rata dan miring, maka poros bipod dapat dimiringkan baik ke kiri dan ke kanan sehingga posisi senapan bisa tegak lurus dengan tanah. Apabila menggunakan bipod, unit ini dapat membidik obyek yang berjarak  600 meter dengan tingkat akurasi di atas 95%.

Spesifikasi Umum FN Minimi :
Kaliber                   : 5.56x45mm NATO
Berat                      : 7.1 kg
Panjang                  : 1040 mm
Barrel length          : 465 mm
Rate of fire, cyclic : 750 - 1000 putaran per menit

Share:

Kamis, 10 Oktober 2019

Operation Peace Spring : Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah


Operation Peace Spring : 
Upaya Turki Batasi Kurdi di Perbatasan dengan Suriah



Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan operasi militer di wilayah Suriah timur laut utara yang diduduki Kurdi  dengan nama "Operation Peace Spring", Rabu (9/10/2019). Setelah pengumuman melalui twitter tersebut, dilanjut dengan menggunakan jet tempur dan artileri yang menargetkan posisi Kurdi di sepanjang perbatasan yang kemudian dilanjut dengan serangan darat.

Melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan Pemerintah Turki, serangan tersebut bertujuan untuk area Suriah utara dan timur laut dari unsur-unsur "teroris" dan menciptakan apa yang disebut "zona aman" di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki dapat dimukimkan kembali di sana. Ankara menganggap Kelompok Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang membentuk tulang punggung SDF, kelompok "teroris" yang terkait dengan separatis Kurdi di Turki.

Serangan tersebut, tak pelak melibatkan kelompok lain, yaitu Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi yang dibentuk untuk memerangi ISIS yang berada di kubu Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan milisi pemberontak Suriah pro-Turki. Pimpinan milisi Kurdi di Suriah sendiri telah mengumumkan untuk mobilisasi umum bagi seluruh warga sipil untuk bergerak menuju ke perbatasan Turki dan melakukan perlawanan bersenjata. Mereka juga berusaha minta bantuan AS yang selama ini merupakan sekiti mereka ketika memerangi ISIS.   

Tentara Amerika Serikat sendiri, sebalumnya sudah ditarik dari Suriah timur laut pada hari Minggu sebelum "Operation Peace Spring" dilancarkan. Sebuah tindakan yang membuahkan kritikan keras, baik dari dalam maupun luar negeri. Trump dianggap memberi persetujuan secara tidak langsung karena menarik pasukannya tersebut.  Setelah mendapat berbagai tekanan atas sikap Pemerintah AS terhadap serangan Turki, akhirnya pada Senin 14  Oktober pihak AS mengumumkan sanksi untuk menghukum Turki karena tindakan ofensifnya tersebut. Dan sanksi tersebutpun berbalas. Kementerian luar negeri Turki sedang mempersiapkan sanksi pembalasan terhadap Amerika Serikat. 

Sementara itu, demi menghadapi serangan Turki atas sekutunya, Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan pimpinan Presiden Bashar al-Assad bergerak menuju front perang di utara. Respon tersebut dilakukan setelah Pemerintah Suriah membuat kesepakatan dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori Kurdi untuk menangkis serangan Turki. Tindakan tersebut juga diikuti oleh Rusia yang mengumumkan bahwa pasukannya mulai dikerahkan ke garis depan konflik di Suriah bagian utara untuk membantu tentara Bashar al-Assad. Sebagaimana dilansir dari Newsweek, Rabu (16/10/2019), Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Rusia untuk Suriah mengatakan bahwa Kremlin "tidak akan membiarkan" Turki bentrok dengan tentara al-Assad.


Share:

Selasa, 08 Oktober 2019

BLACKBURN B-24 "SKUA"

BLACKBURN B-24 "SKUA" – INGGRIS



BLACKBURN B-24
Blackburn Skua dirancang untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Inggris pada tahun 1934. Dirancang sebagai fighter sekaligus dive bomber, pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 9 Februari 1937 dan mulai digunakan secara operasional pada bulan November 1938. Skua diproduksi sebanyak 192 unit.

BLACKBURN B-24 SKUASebagai fighter, Blackburn Skua sebetulnya tidak efekif karena berukuran besar dengan mesin yang kurang bertenaga sehingga kecepatan terbangnya terhitung lamban. Namun Skua adalah pesawat Inggris pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat Jerman dalam Perang Dunia II. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 September 1939 ketika tiga Skua dari kapal induk HMS Ark Royal berhasil menembak jatuh sebuah flying boat Dornier Do 18 di atas Laut Utara. Skua juga menjadi dive bomber pertama yang berhasil menenggelamkan kapal perang musuh dalam Perang Dunia II ketika pada bulan April 1940 kapal perang Konigsberg dari AL Jerman tenggelam di perairan Norwegia setelah mendapat serangan dari 16 pesawat Blackburn Skua AL Inggris.

BLACKBURN SKUASelain pertempuran di Norwegia, Blackburn Skua juga digunakan dalam pertempuran di Perancis dan Mediterania. Namun pesawat ini tidak mampu bertahan dari serbuan pesawat tempur Jerman seperti Me 109 dan banyak yang berhasil ditembak jatuh. Oleh karena itu maka pada tahun 1941 Skua ditarik dari skadron-skadron tempur garis depan dan digantikan oleh Fairey Fulmar. Skua kemudian digunakan oleh skadron-skadron latih AL Inggris sampai dengan tahun 1945.

Specifications :
Crew : 2
Length : 10.85 m
Wingspan : 14.07 m
Height : 3.79 m
Empty weight : 2,490 kg
Loaded weight : 3,732 kg
Powerplant : 1 x 905 hp Bristol Perseus XII radial engine
Maximum speed : 362 km/h
Range : 1,287 km
Service ceiling : 6,157 m
Armament : 5 x 7.7mm machine guns and 1 x 227 kg (500 lb) bomb
Share:

Selasa, 24 September 2019

3008 MP

3008 MP-JERMAN



MP 3008MP 3008 (Maschinenpistole 3008) adalah desain terakhir atas senapan kelas menengah ditujukan untuk mempersenjatai semua elemen pertahanan terakhir Jerman. Pengerjaan desain dimulai pada awal tahun 1945 dan sistemnya terbukti tidak lain adalah “reimaginasi” dari senapan mesin kelas menengah Inggris, STEN (Mk II). Perbedaannya hanya pada letak magazinenya, yaitu dibawah (STEN klasik berada di samping). Luar biasanya, yang membuktikan peniruan adalah suara yang dihasilkan dan kesemua performanya hampir sama dengan STEN Mk II milik Inggris.

Maschinenpistole 3008Diyakini atas permintaan Jerman, Mauser telah memproduksi untuk kepentingan lokal, tiruan tanpa lisensi dari STEN Mk II milik Inggris di “Gerat Potsdam” yang dimulai sekitar tahun 1944. Contoh tersebut adalah tiruan komplit bahkan dengan tanda Inggris juga, mungkin untuk digunakan secara sembunyi-sembunyi oleh unit Jerman pada beberapa kesempatan. Sekitar 28,000 buah dari tipe ini dipercaya telah dibuat oleh Jerman.

spesifikasi
3008 MP :
Berat: 3,2 kg (7,9 lb)
Panjang: 760 mm (29,9 in)
Panjang barel: 196 mm (7,7 in)
Peluru: 9x19 mm Parabellum
Tingkat kecepatan tembakan: 450 rpm
Jarak jangkau: 100 m
Jenis magasin: boks, dengan isi 32 peluru
Share:

Jumat, 20 September 2019

BA-6 Armored Car

BA-6 Armored Car 


BA-6 Armored Car Uni Sovyet
Salah satu senjata berat yang menjadi andalan Uni Soviet dalam Perang Dunia II adalah Panser BA-6. Panser beroda enam  ini dibuat dengan menggunakan rangka truk GAZ-AAA. Mulai dikembangkan pada tahun 1935, sekitar 742 unit BA-6 berhasil dibuat sampai akhir tahun 1930-an.

BA-6 memiliki berat sekitar 5,1 ton dan diawaki empat orang. Panser ini menggunakan mesin bensin GAZ-A berkekuatan 40 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 43 km/jam dengan jarak tempuh 200 km. BA-6 dipasangi turret yang sama dengan tank ringan T-26. Dipersenjatai sepucuk meriam 20-K kaliber 45mm dengan 60 butir amunisi. Sebagai senjata tambahan, ada dua pucuk senapan mesin DT kaliber 7,62mm.

BA-6 Armored CarPanser ini digunakan pertama kali dalam Perang Saudara Spanyol. Dalam Perang Dunia II, Rusia menggunakan panser ini dalam operasi militer di Finlandia. Panser ini banyak ditempatkan di perbatasan dengan wilayah Cina yang dikuasai Jepang dan juga dilibatkan dalam masa-masa awal Perang Dunia II di front Rusia. BA-6 masih digunakna di garis depan sampai akhir taun 1942.
Selain Rusia, pasukan Jerman dan Finlandia juga menggunakan panser ini yang tentu saja merupakan rampasan dari pasukan Rusia dan banyak digunakan oleh pasukan Jerman untuk operasi anti partisan.
Share:

Selasa, 10 September 2019

Hizbullah Berhasil Tembak Jatuh Drone canggih Israel di Lebanon

 Hizbullah Berhasil Tembak Jatuh Drone canggih Israel di Lebanon



drone Israel
Perang antara Israel melawan Hizbullah yang didukung oleh Iran  sampai ke babak baru.  Perang udara sudah mulai menggunakan pesawat nirawak/ drone yang dipandang lebih efisien untuk melakukan penyerangan dibanding pesawat tempur konvensional. 

Sebuah berita yang menggemparkan baru saja dikeluarkan oleh Kelompok Hizbullah, dimana mereka berhasil menembak jatuh sebuah drone milik israel. Dan pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh negara Yahudi tersebut yang menyatakan bahwa mereka baru saja kehilangan satu buah pesawat tak berawak mereka di Selatan Libanon. 

" Drone milik Israel saat ini telah berada di tangan Hizbullah," kata kelompok yang didukung Iran itu, dalam pernyataan yang dilansir kantor berita AFP, Senin, Senin (9/9/2019).  Pihak Hizbullah juga menambahkan bahwa mereka telah berhasil "menghadapi" pesawat tanpa awak dengan "senjata yang tepat" ketika drone tersebut sedang terbang  menuju ke kota Ramyah, di Lebanon selatan, dan menjatuhkannya di perbatasan. Hizbullah .
Di pihak lain, sampai saat ini Israel  belum  mengatakan penyebab jatuhnya perangkat pesawat nirawak tersebut.  Mereka hanya menyatakan bahwa "tidak ada informasi yang bisa didapat" dari perangkat tersebut.

Rangkaian penyerangan ayang melibatkan pesawat tak berawak tersebut disebutkan sebahai sebuah pertempuran yang paling seru sejak perang Libanon di tahun 2006. Demi menyikapi serangan Israel tersebut, Sayyed Hassan Nasrallah Pemimpin Utama Hizbullah bersumpah akan terus menembak atau membajak pesawat tanpa awak yang melintas atau menyerang wilayah teritorial mereka. 

Nasrallah mengatakan, setelah pertempuran tersebut, Hizbullah telah memulai "fase baru" di mana kelompok yang didukung Iran itu tidak lagi memberlakukan garis merah sebagai batas membalas serangan. Sementara Israel, juga telah menuding Iran meningkatkan upaya untuk memberikan fasilitas produksi rudal kendali kepada Hizbullah. Tuduhan itu langsung dibantah keras Hizbullah.

Beberapa waktu yang lalu, Kelompok Hizbullah juga mengklaim telah menghancurkan sebuah kendaraan lapis baja milik Israel dalam suatu  pertempuran sengit, dan  berhasil menewaskan serta melukai seluruh orang di dalamnya. Kelompok tersebut bahkan menyiarkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman saat dua buah rudal mengenai target sebuah kendaraan lapis baja yang bergerak. Sebelumnya juga diberitakan, kelompok Hizbullah telah menyita sebuah drone Israel yang jatuh dan tidak meledak. Bersama drone tersebut ditemukan bahan peledak seberat lebih dari lima kilogram.

Eskalasi kawasan semakin meningkat ketika juru bicara militer Lebanon mengatakan bahwa setidaknya ada dua pesawat tanpa awak milik Israel yang  melanggar wilayah udara negara mereka di Beirut, sebelum serangan pada Minggu pagi.  Presiden Lebanon Michel Aoun bahkan menyebut insiden itu sebagai "deklarasi perang" dari Israel terhadap negaranya. Beberapa jam sebelum insiden di Beirut, Israel mengumumkan telah melakukan serangan di Suriah untuk mengagalkan apa yang diduga rencana pasukan Iran untuk menyerang wilayahnya dengan pesawat tak berawak.
Share:

Senin, 09 September 2019

TNI Gelar Latihan Gabungan Dharma Yudha 2019

TNI Gelar Latihan Gabungan Dharma Yudha 2019



Latihan Gabungan Dharma Yudha 2019
Hari ini, 9 September 2019, TNI akan memulai Latihan Gabungan (Latgab) TNI "Manuvra Lapangan (Manlap) Dharma Yudha 2019"  yang  akan dilaksanakan  sampai dengan tanggal 13 September 2019.  Kegiatan yang bertujuan untuk  meningkatkan profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan interoperability ketiga matra (Darat, Laut dan Udara) serta memperkuat kesiapsiagaan prajurit apabila diperlukan dalam melaksanakan operasi  ini dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Latihan gabungan ini akan melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta sepertiga kekuatan Alutsista TNI.

Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019 sudah dilaksanakan secara bertahap, mulai dari gladi posko dan dilanjutkan manuver lapangan selama tiga hari. Selanjutnya  dilaksanakan pendaratan amfibi termasuk manuver lapangan dan semua bertumpu di tempat latihan di wilayah Situbondo. 

Ketika melakukan peninjauan dalam gladi bersih latihan, Panglima TNI menjelaskan bahwa pada Latihan Gabungan TNI “Dharma Yudha 2019” sudah mulai diterapkan pelaksanaan perang modern yaitu network centric operation atau network centric warfare menggabungkan sistem dari ketiga matra (Darat, Laut dan Udara) yang didukung oleh blackbord nya menggunakan satelit.

“Mudah-mudahan pada Latihan Gabungan TNI tahun 2021 sudah didukung penuh satu sistem yang sedang dibangun”, harapnya.

Selain mengerahkan 12.500 pasukan, latihan ini juga diramaikan oleh 12 unit tank Leopard, lima unit truk Transporter, enam unit meriam 76, satu unit KRI I Gusti Ngurah Rai - 332,16 unit pesawat F-16, enam unit SU 27/30, 18 pucuk Mortir-81, delapan unit Drone Arh, enam unit Rocket MLRS Grad, dan satu unit drone UAV CH-4
Share:

Support