Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Berita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Info Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Dunia Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Cerita Militer

www.bacaanmiliter.blogspot.com

Rabu, 17 Juni 2020

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang

Bentrok tentara India VS China, 63 Jiwa Tentara Melayang



Senjata bentrok India VS China
Senjata yang diduga digunakan dalam bentrokan India-China
Kembali dunia militer dihebohkan dengan adanya peristiwa bentrokan berdarah antara tentara India dan China di perbatasan kedua negara yang berada di Pegunungan Himalaya. Peristiwa yang terjadi pada Senin (15/06), ini melibatkan pasukan perbatasan dari kedua negara yang memang sudah bersitegang dalam waktu yang lama. Lokasi kejadian tersebut berada di perbatasan de facto kedua negara—yang dinamakan Garis Kendali Aktual atau LAC—di Lembah Galwan di Ladakh yang juga masuk dalam  wilayah sengketa Kashmir

Peristiwa berdarah yang memakan korban jiwa dari kedua negara ini adalah yang pertama selama lebih dari 40 tahun perseteruan kedua raksasa Asia tersebut. Sebenarnya gesekan kedua kekuatan negara tersebut bukan hanya berlangsung spontan. Sejak April, kedua negara dilaporkan sudah memobilisasi kekuatan militer berupa tank, artileri, peluncur roket, dan tentara di sekeliling lembah. Pada awal Mei, ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Tentara China mendirikan tenda, menggali parit perlindungan, dan memindahkan sejumlah peralatan militer besar beberapa kilometer dari teritori yang diklaim India sebagai wilayahnya. Beberapa hari sebelum terjadinya bentrokan berdarah, tentara China terlihat membawa serangkaian alat-alat, membuat jalan setapak ke lereng gunung Himalaya, dan mungkin termasuk membendung sungai. Hal inilah yang diduga menjadi sumber terjadinya pertempuran tersebut. 

Uniknya, peperangan yang memakan korban jiwa 20 tentara dari pihak India dan 43 tentara dari pihak China ini tidak menggunakan senjata api. Kedua belah pihak saling menyerang dengan batangan besi yang dipenuhi denngan paku tajam, batu, katu dan benda-benda lain yang berada disekitar tempat tersebut.  perwira komandan mengalami cedera serius dan jatuh, dan ketika terjadi, lebih banyak tentara Sejumlah tentara yang bertarung diduga telah jatuh ke sungai yang mengalir deras di bawahnya

Pasca kejadian tersebut, kedua negara saling menyalahkan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan India telah masuk ke perbatasan China dan memprovokasi dan menyerang tentara China, mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara tentara perbatasan kedua negara. Akan tetapi, pihak India mengatakan tentara China mencoba untuk mendirikan sebuah bangunan di wilayah perbatasan India yang diakui secara de facto oleh Garis Kendali Aktual (LAC)

Share:

Senin, 15 Juni 2020

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, AS kirim 3 Kapal Induknya

Jaga Eksistensi di Indo-Pasifik, 
AS kirim 3 Kapal Induknya



Kapal Induk USS Ronald Reagan
Tiga kapal induk angkatan Laut AS bertolak menuju perairan Indo-Pasifik untuk melakukan patroli. USS Theodore Roosevelt, USS Nimitz, dan USS Ronald Reagan berangkat pada hari kamis (11/6) di tengah meningkatnya tensi di lokasi perebutan pengaruh antara tentara AS dan Tiongkok. 

Mobilisasi 3 kapal induk yang membawa ratusan unit jet tempur F-18 tersebut diduga untuk melakukan provokasi terhadap tentara China terkait permasalahan corona, Hongkong dan manuver angkatan perang negara tersebut di Laut China Selatan. Tindakan ini juga dilakukan untuk menegaskan bahwa Tentara AS tidak terpengaruh oleh adanya wabah Corona dan demonstrasi masal yang terjadi di negara Paman Sam tersebut. 

"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan China bahwa Amerika Serikat dihantam keras oleh Covid, sehingga kesiapan militer rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi isyarat kepada Tiongkok agar tidak salah perhitungan," kata Direktur Proyek Tenaga China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Bonnie Glaser sebagaimana dilangsir dari CNN.

Pemerintah Tiongkok sendiri, memberikan tanggapan bahwa upaya yang dilakukan oleh AS tersebut merupakan salah satu bentuk provokasi dan menjadi sumber ketidakstabilan di wilayah tersebut. Dikutip dari Globaltimes, peneliti senior di Lembaga Penelitian Studi Militer Angkatan Laut PLA Zhang Junshe mengatakan beberapa ahli sedang menganalisis alasan di balik pengerahan tiga kapal induk itu. Namun upaya itu dinilai tidak lebih dari latihan AS yang bertujuan untuk menciptakan ketegangan dengan China.

Berbicara kepada The Associated Press, Laksamana Muda Stephen Koehler, direktur operasi di Komando Indo-Pasifik AS  mengatakan bahwa China secara perlahan dan secara metodis telah membangun pos-pos militer di Laut China Selatan sekaligus menempatkan sistem rudal dan peperangan elektronik di sana. Dan meningkatnya aktivitas tentara AS di tempat tersebut juga merupakan bentuk respon dari provokasi-provokasi tentara China beberapa waktu terakhir ini.  

Share:

Rabu, 03 Juni 2020

Lahti-Saloranta M/26-Finlandia


Lahti-Saloranta M/26-Finlandia



Lahti-Saloranta M/26Finlandia, merupakan salah satu negara yang memproduksi senapan mesin ringan yang bernama Lahti-Saloranta M/26 (disingkat LS/26 ). Hal itu bermula ketika Angkatan Darat Finlandia menggelar kompetisi untuk merancang senapan mesin ringan baru, sekitar tahun 1925. Dan akhirnya, pilihan jatuh pada desain Aimo Lahti yang sebenarnya sudah dibuat dan diserahlan ke pihak militer pada tahun 1924. Aimo Lahti kemudian diberi tugas untuk melanjutkan pengembangan senapan mesin ringan nya bersama Letnan Arvo Saloranta.


Prototipe pertama hasil karya mereka berdua selesai pada Juli tahun 1925, yang selanjutnya diuji bersama dengan beberapa senapan mesin ringan buatan luar seperti BAR buatan Amerika , Furrer Lmg 25 buatan Swiss , Vickers Berthier buatan Inggris, dan Hotchkiss buatan Prancis. Dari hasil ujicoba tersebut, akhirya dipilihlah desain milik Lahti-Saloranta dan diadopsi pada tahun 1926 sebagai “Pikakivääri m/26” (Senapan Mesin Ringan m/26).


Dan akhirnya, senapan mesin tersebut masuk dalam ranah produksi masal. Produksi pertama dilakukan pada tahun 1930 di pabrik senjata milik pemerintah "Valtion Kivääritehdas" atau VKT. Karena minimnya pesanan, akhirnya senjata tersebut hanya diproduksi untuk pasar domestik. Dan akhirnya, Tiongkok tertarik untuk mempergunakan senapan tersebut. Pada Tahun 1930, negara yang berada di semenanjung Asia tersebut memesan 30.000 pucuk senapan dalam kaliber 8mm Mauser. Akan tetapi kerena tekanan diplomasi dari Jepang, Finlandia hanya berhasil mengirimkan 1.200 pucuk senjata.

LS-26LS-26 sendiri, sebenarnya merupakan senapan mesin ringan yang dilengkapi dengan pendingin udara, sistem open bolt yang menggunakan kaliber 7.62x53R. Senapan ini menjadi senapan mesin ringan yang berat dan rumit tetapi akurat dan lumayan dapat diandalkan. LS-26 menggunakan magasin box 20 peluru dan magasin drum 75 peluru yang sebenarnya jarang digunakan karena terkesan aneh dan susah diisi ulang (seperti magasin DP tapi letaknya di bawah).

Ketika terjadi peristiwa invasi Soviet ke Finlandia pada tahun 1939, senapan ini menjadi senjata andalan. Pada saat Continuation War pada tahun 1941, Finlandia menyita banyak persenjataan Soviet salah satunya adalah DP-27. Pasukan Finlandia lebih memilih DP-27 karena simple dan dapat diandalkan di segala medan. Akhirnya produksi LS-26 dihentikan pada tahun 1942 dan diganti untuk memproduksi suku cadang DP-27. Total LS-26 yang digunakan oleh Finlandia sebanyak 3.400 pucuk, lebih kecil dibanding jumlah DP-27 yang disita sebanyak 9.000 pucuk.

Share:

Selasa, 12 Mei 2020

Kisah TNI AU Menyusup dan Membom Australia dengan makanan Kaleng

Kisah TNI AU Menyusup dan Membom Australia dengan makanan Kaleng


TU-16 menyusup ke Australia
Konfrontasi yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia terjadi ketika negara-negara bekas jajahan Inggris di Asia tenggara ingin membentuk Federasi Malaysia yang beranggotakan Malaya, Singapura, Serawak, Brunei, dan Sabah (Kalimantan Utara). Kondisi perpolitikan negara kita membuat Presiden Soekarno tidak setuju dengan pembentukan federasi tersebut sehingga menjadikan ketegangan antara  Indonesia dengan Federasi Malaysia.  Puncak perseteruan terjadi ketika Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia yang berbuntuk dengan maraknya demonstrasi di masing-masing kedutaan besar.  Kondisi inilah yang akhirnya mendorong keluarnya seruan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang memulai adanya konfrontasi senjata.

Sebagai anggota persemakmuran Inggris, konfrontasi bersenjata yang terjadi di Malaysia (termasuk Singapura) dan Indonesia menjadikan anggota persemakmuran lain terlibat. Adalah Inggris dan Australia yang dengan permohonan Malaysia juga turut mengirimkan kontingen bersenjatanya. Demi  merespon kondisi tersebut, pemerintah Indonesia akhirnya juga melakukan perang urat syaraf dengan negeri Kanguru, Australia. Salah satu misi yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyusupan melalui pesawat udara. 

Skenario penyusupan ke Australia dirancang dengan mengirimkan pesawat yang nantinya akan menjatuhkan barang-barang buatan indonesia sebagai upaya menjatuhkan mental negara tersebut. Akhirnya pilihan jatuh ke pesawat pembom AURI yang baru saja di beli dari Uni Soviet yaitu TU-16 Bagder A. Pesawat bomber ini di pilih karena memiliki jangkauan penerbangan yang cukup jauh yaitu 7.200 km dengan  kecepatan  maksimal 1.050 km/jam dan mampu membawa barang bawaan cukup banyak, yaitu hingga 9 ton. Barang-barang yang dibawa untuk “dikirim” ke negara tetanggak tersebut antara lain peralatan militer berupa perasut, alat komunikasi dan makanan kaleng.

Menjelang hari H, terjadi kesibukan yang cukup menonjol di home base TNI AU Lapangan Iswahjudi Madiun. Hal ini terjadi karena penyusuupan dengan pesawat ternyata tidak hanya dilakkukan ke Australia saja, tapi juga ke negara jiran, Malaysia. Sehingga waktu itu disiapkan 3 pesawat TU-16, 2 buah untuk menyusup ke Malaysia dan sisanya ke Australia. Untuk menjalankan misi  penyusupan ke Australia,  terpilih Komodor Udara Suwondo menjadi pilot TU-16 sekaligus sebagai pimpinan misi. 

Sebelum berangkat ke Australia pada pukul 01.00 WIB, Suwondo mengundang seluruh anggota timnya sejak pukul 23.00. Sjahroemsjah, salah seorang gunner Tu-16 mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada yang tahu dengan tujuan dan sasaran misi tersebut. Baru ketika briefing, semua crew mengetahui bahwa tujuan misi adalah ke Australia, salah satu negara yang memiliki sistem pertahanan udara cukup bagus di kawasan Asia-Pasifik. 

Setelah briefing selesai, tepat ketika jarum jam menunjung ke angka 01.00 WIB, TU-16 Badger terbang meninggalkan markas mereka di Madiun menuju ke Australia.  Untuk menghindari deteksi radar, pesawat itu terbang rendah. Tak terbayangkan bagaimana tegangnya perasaan para crew pesawat, apalagi ketika pesawat mereka mulai memasuki daratan Australia. Sebagaimana petunjuk yang diberikan, sasaran yang mereka tuju adalah daerah Alice Springs, yang lokasinya tepat berada di tengah benua Australia.

Bukan hal yang mudah memang untuk menjalankan misi itu, karena mereka sudah mengetahui jika titik yang menjadi jantung Benua Australia tersebut terdapat Over The Horizon Radar System, sebuah sistem radar yang digunakan untuk memantau seluruh kawasan Asia Pasifik.  Selain itu, keberadaan roket-roket anti pesawat udara dan juga pesawat pemburu F-86 Sabre menjadi ancaman tersendiri bagi keberhasilan misi. 

Akhirnya sesuai yang direncanakan, setelah pesawat sampai di droping zone, barang-barang dengan label Made In Indonesia dijatuhkan dari perut pesawat pengebom tersebut. Tak terbayangkan bagaimana ketakutannya penduduk negara tersebut ketika keesokan harinya mereka menemukan barang-barang dari Indonesia yang dijatuhkan dari pesawat udara. 

Satu tugas sudah terselesaikan. Tinggal menjalankan tugas berikutnya, yaitu kembali ke home base dengan selamat. Sebagaimana ketika berangkat tadi, perjalanan kembali ke indonesia juga dilakukan dengan penerbangan rendah dengan mengambil rute yang sedikit berbeda yaitu dengan mengambil jalur memutar. Dan untungnya, untuk perjalanan kembali ini juga tidak mendapatkan tantangan berarti. Pesawat pencegat F-86 Sabre dan rudal anti pesawat Bloodhound Australia yang ditakuti juga tidak menampakkan batang hidungnya. Akhirnya misi dinyatakan sukses seiring mendaratnya roda pesawat di lapangan Udara Iswahjoedi Madiun pada pukul 08.00 WIB. Butuh waktu 8 jam untuk menyelesaikan misi yang heroik dan mendebarkan tersebut.

Dan keesokan harinya, sebagaimana yang sudah diprediksikan sebelumnya, terjadi kehebohan yang cukup besar di Australia. Pemerintah negara tersebut kaget setengah mati saat menemukan barang-barang Made in Indonesia yang dikirim dari udara. Mereka tidak menyangka jika pengebom raksasa milik Indonesia bisa bebas keluar dan masuk di wilayah teritorial mereka dengan mudah tanpa terdeteksi radar. Meskipun dilanda malu, mereka juga bersyukur karena Indonesia hanya mengirimkan makanan kaleng, bukan  bom seberat 9.000 kilogram yang bisa memporak-porandakan negara mereka.

Share:

Rabu, 06 Mei 2020

SU-57 Rusia Terobos 6 Pangkalan Militer AS Tanpa terdeteksi

SU-57 Rusia Terobos 6 Pangkalan Militer AS Tanpa terdeteksi


SU-57 Rusia
Dunia militer dihebohkan dengan adanya berita yang menyebutkan bahwa jet tempur siluman Sukhoi Su-57 milik militer Rusia berhasil melintasi pangkalan militer Amerika Serikat tanpa terdeteksi sedikitpun. Bukan hanya 1 pangkalan, tapi 6 pangkalan militer milik AS yang berhasil dilewati oleh pesawat kebanggaan Rusia tersebut tanpa menyadarinya. 

Adalah sebuah media Rusia, Avia.Pro yang melaporkan peristiwa ini. Dalam laporannya pada Minggu (3/5/2020), dinyatakan bahwa pesawat tempur Su-57 Rusia berhasil melewati pangkalan udara militer Amerika di Irak utara tanpa diketahui. Kejadian itu terjadi selama penampilan terakhir sebuah jet tempur generasi kelima Rusia tersebut di Suriah.

Menurut beberapa sumber militer yang dikutip media tersebut, peristiwa ini berawal ketika pihak Rusia meminta izin kepada militer Turki agar pesawatnya, SU-57 diberi akses untuk melewati jalur udara negara tersebut ketika akan menuju ke pangkalan udara Khmeimim. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan pihak militer Turki tidak memberikan izin bagi militer Rusia untuk melintas di wilayah langit mereka.

Dengan terpaksa, akhirnya SU-57 Rusia harus melewati wilayah udara Suriah dan Irak demi menunjang pergerakannya tersebut. Dengan konsekwensi pesawat itu harus melintasi pangkalan militer AS yang berada di kedua negara yang sedang dilanda konflik militer tersebut. 

“Pesawat tempur Su-57 Rusia akhirnya berhasil melewati pangkalan udara militer Amerika di Irak utara tanpa diketahui. Insiden itu terjadi selama penampilan terakhir seorang pejuang Rusia generasi kelima di Suriah. Pesawat tempur Rusia mengikuti jalurnya sendiri, dan tidak diangkut dengan pesawat An-124," kata sumber itu.

Sebelumnya, seorang pengamat militer Rusia mengatakan bahwa selama ini Amerika Serikat selalu melecehkan jet siluman Rusia itu. Mereka selalu mengolok-olok bahwa jet siluman Rusia tidak akan bisa melewati wilayah kekuasaan Amerika tanpa terdeteksi. Dengan kondisi saat ini, pengamat militer itu menyebut Sukhoi Su-57 telah berhasil menjawab pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang Amerika

Sampai saat ini, militer Moskow dan Washington belum berkomentar atas laporan dari salah satu media berpengaruh tersebut. Akan tetapi, banyak pihak yang meyakini kebenaran berita ini, karena pesawat siluman itu memang kerap beroperasi di Suriah tanpa dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer Rusia.

Share:

Rabu, 29 April 2020

Tupolev Tu-16, Bomber Andalan Indonesia di Tahun 1960-An

Tupolev Tu-16, Bomber yang Menjadikan Indonesia Disegani di Tahun 1960-An





Tupolev Tu-16
Tupolev Tu-16 yang oleh NATO diberi kode Badger adalah sebuah pesawat pembom jet  dengan mesin ganda yang dikembangkan dan digunakan oleh Angkatan Udara Uni Soviet. Pesawat serba bisa ini diproduksi dalam berbagai varian yang bisa digunakan untuk berbagai misi, seperti kegiatan patroli mata-mata,  maritim, pengumpul data elektronik intelijen, perang elektronik dan yang lainnya. TU-16 dibangun tiga pabrik pesawat di Uni Soviet antara tahun 1954 hingga tahun 1962. Secara keseluruhan, pesawat ini diproduksi sebanyak 1507 buah. 

Tupolev TU-16  menjadi pengebom strategis yang paling ditakuti di era 1960an. Dengan panjangnya 34,8 meter sementara rentang sayapnya 33 meter, pesawat ini mampu terbang sejauh 7.200 km dengan kecepatan maksimal 1.050 km/jam serta memiliki kemampuan terbang hingga pada ketinggian 12.800 km. Selain itu dipersenjatai peluru kendali udara ke darat KS-1 (AS-1 Kennel) sebanyak 2 buah, rudal anti kapal selam, bahkan bisa membawa bom nuklir jika dibutuhkan, TU-16 bisa membawa bom hingga 9 ton. Sebagaimana diketahui, rudal sub-sonic KS-1 Komet sebesar pesawat tempur tanpa sayap ini bisa menghancurkan area seluas 6 KM persegi dengan jangkauan 100KM dan kecepatan mach 1.

Varian TU-16
TU-16 memiliki banyak varian yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Adapun varian-varian yang dikembangkan dari pesawat pembom strategis tersebut dibagi menjadi beberapa varian antara lain: 
Tu-16 IndonesiaBagder A (TU-16) : Tu-16A , Tu-16Z, Tu-16G (Tu-104G), Tu-16N, Tu-16T, Tu-16S, Tu-16Ye 
Badger B : Tu-16KS 
Badger C : Tu-16K-10
Badger D: Tu-16RM-1 
Badger E (Tu-16R) : Tu-16RM-2, Tu-16KRM 
Badger F : Tu-16RM-2 
Badger G (Tu-16K/Tu-16KSR) : Tu-16KSR-2, Tu-16K-11-16, Tu-16K-26, Tu-16K-26P
Badger H :Tu-16 Elka
Badger J :Tu-16P Buket
Badger K :Tu-16Ye
Badger L : Tu-16P


Spesifikasi TU-16
Kru: 6-7
Panjang: 34.80 m (114 ft 2 in)
Lebar sayap: 33.00 m (108 ft 3 in)
Tinggi: 10.36 m (34 ft 0 in)
Area sayap: 165 m 2 (1.780 sq ft)
Berat kosong: 37.200 kg (£ 82.012)
Berat kotor: 76,000 kg (167.551 £)
Max berat lepas landas: 79.000 kg (174.165 £)
Powerplant: 2 × Mikulin AM-3 M-500 turbojet , 93,2 kN (21.000 lbf) dorong masing-masing
Prestasi
Kecepatan maksimum: 1.050 km / jam (652 mph, 567 kn)
Rentang: 7.200 km (4.474 mil, 3.888 nm)
Layanan langit-langit: 12.800 m (41.995 kaki)
Loading sayap: 460 kg / m² (£ 94 / sq ft)
Thrust / weight : 0.24

Persenjataan
Senjata 6-7 × 23 mm Afanasev Makarov AM-23 meriam, dua masing-masing di bagian punggung danperut menara terpencil dan diawaki ekor menara, dengan penambahan sesekali satu tetap maju dalam hidung Rudal 2 × Raduga KS-1 Komet ( AS-1 Kennel ) rudal anti-kapal pada cantelan underwing, atau 1 × Raduga K-10S ( AS-2 Kipper ) anti-kapal rudal semi-tersembunyi di teluk bom, atau 2 × Raduga KSR-5 ( AS-6 Kingfish ) anti-kapal rudal pada cantelan underwing
Bom
9.000 kg (20.000 £) senjata terjun bebas

Share:

Selasa, 28 April 2020

Omega Frigate

Omega Frigate


Omega Frigate



Omega Frigate, kapal yang memiliki bobot 6.000 ton ini merupakan produksi galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda. Desain frigate Omega didasarkan pada kapal frigate battle proven De Zeven Provincien Class yang memiliki hybrid propulsion system yang terdiri dari mesin diesel 4× (dua dapat digunakan untuk kecepatan ekonomi dan empat untuk kecepatan maksimum) ditambah 2× mesin listrik. Kapal perang siluman super canggih ini memiliki mesin diesel dipisahkan ke depan dan buritan untuk meningkatkan survivability.


Frigate Omega memiliki dua multi mission bays yang besar, satu dibagian tengah dan satunya lagi di buritan. Seperti halnya tren pada frigate generasi terbaru (Tipe 26 dan Belharra Class), midship multimission bay digunakan untuk memuat dan memindahkan kontainer atau meluncurkan RHIB / USV. Multi mission bay memiliki ukuran cukup besar untuk menampung kontainer hingga 4×20 kaki. Dan kapal memiliki ruang tambahan di dek atas di samping peluncur rudal untuk 2× kontainer tambahan.

Sistem Radar Omega Frigate

Sistem radar frigate Omega merupakan sistem radar generasi terbaru dari Thales S/X suite yang terdiri dari SeaMaster 400 fixed panel S-band radar dan APAR Block II X-band multi-function radar, keduanya menggunakan teknologi gallium nitride. Dilengkapi dengan panel S-band, radar ini mampu mendeteksi dengan cukup baik drone udara atau permukaan, amunisi yang dipandu dengan presisi, atau rudal yang biasanya menyerang tepat di atas permukaan laut (sea skimming). Thales SeaMaster 400 memberikan jangkauan deteksi sejauh 450km sementara APAR Block 2 dapat menggantikan iluminator untuk secara langsung memberikan panduan pada rudal ESSM dan SM-2.

Senjata dan Sensor Omega Frigate
frigate Omega dilengkapi dengan senjata utama Leonardo 127mm, meriam sekunder Leonardo 76mm di atas hanggar helikopter, Rheinmetall Millenium CIWS, 2× Leonardo Hitrole remote weapon stations, 8× Kongsberg NSM anti-ship missiles, 4× Rheinmetall MASS decoy launchers, Thales Kingklip hull mounted sonar dan Captas-4 variable depth sonar, 4× satellite link antennas dan 2× Thales Mirador EO systems. Untuk pertahanan udaran, dalam model skala menunjukkan 24× VLS cells (sepertinya VL MICA NG untuk Indonesia atau ESSM Block 2 untuk Belanda dan Belgia).

Spesifikasi awal Omega Frigate / FFI :
- Panjang: 144 meter
- Lebar: 18.8 meter
- Displacement: 6.100 ton
- Max. speed: 29 knot
- Range: 5,000 nautical miles @ 18 knot
- Endurance: 30 hari di laut
- Stabilisation: Rudder roll (similar to LCF)

Share:

Support